Bagaimana Cara Membuat Desain Konten Jualan yang Menarik dan Efektif?
Bagaimana Cara Membuat Desain Konten Jualan yang Menarik dan Efektif?-Di era digital yang kompetitif seperti sekarang, visual adalah segalanya. Tak peduli seberapa bagus produk yang kamu tawarkan, jika desain konten jualanmu tidak menarik, maka besar kemungkinan audiens akan melewatinya begitu saja. Karena itu, penting sekali untuk memahami bagaimana cara membuat desain konten jualan yang bisa menarik perhatian, menyampaikan pesan dengan jelas, dan mendorong tindakan (seperti klik, chat, atau beli).
Sebelum membahas bagaimana cara membuat desain konten jualan, penting untuk tahu dulu mengapa desain visual begitu krusial dalam pemasaran online:
✅ Visual adalah kesan pertama. Audiens hanya butuh 3 detik untuk dapat memutuskan apakah mereka tertarik untuk melihat lebih lanjut atau tidak. ✅ Desain yang bagus bisa meningkatkan trust. Desain profesional menandakan brand yang serius, niat, dan terpercaya. ✅ Konten visual lebih mudah dicerna daripada teks panjang. ✅ Memengaruhi keputusan beli secara emosional. Warna, font, gambar, dan tata letak bisa membangkitkan rasa penasaran, lapar, senang, hingga urgensi.
Jadi, bisa dibilang desain konten bukan sekadar hiasan, tapi alat jualan utama di era media sosial saat ini.
Bagaimana Cara Membuat Desain Konten Jualan yang Efektif?
Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah bagaimana cara membuat desain konten jualan yang bisa menarik perhatian dan mendorong tindakan audiens.
1. Tentukan Tujuan Konten Terlebih Dahulu
Sebelum membuka aplikasi desain, tanyakan dulu:
Apakah konten ini untuk promosi produk baru?
Diskon?
Edukasi produk?
Testimoni?
Brand awareness?
Menentukan tujuan konten akan memengaruhi jenis gambar, copywriting, dan elemen visual yang digunakan.
2. Pahami Target Audiens
Konten jualan untuk remaja tentu beda dengan konten untuk ibu rumah tangga atau pebisnis. Kenali siapa target pasar kamu, lalu sesuaikan desainnya:
Remaja: Warna cerah, desain playful, gaya kekinian
Profesional: Desain clean, elegan, minimalis
Ibu muda: Warna lembut, elemen hangat dan kekeluargaan
Semakin sesuai desain dengan selera audiens, ,maka semakin besar pula peluang mereka untuk tertarik dan membeli.
3. Gunakan Warna dan Font yang Sesuai Branding
Warna dan font adalah elemen identitas visual brand kamu. Gunakan warna khas yang mencerminkan kepribadian bisnismu:
Makanan → merah, oranye, kuning (membangkitkan nafsu makan)
Fashion → hitam, nude, gold (kesan elegan)
Produk anak → warna pastel, ceria, kombinasi banyak warna
Gunakan 2–3 jenis font untuk satu desain supaya tidak terlihat berantakan.
4. Gunakan Gambar Berkualitas Tinggi
Foto produk adalah raja dalam konten jualan. Pastikan gambar produkmu:
Tajam dan jelas
Dijepret dengan pencahayaan bagus
Tanpa watermark dari platform lain
Jika memungkinkan, gunakan background putih atau mockup profesional
Kalau tidak punya stok foto bagus, kamu bisa minta bantuan desainer profesional untuk membuat desain dengan mockup yang menarik dan bersih.
5. Buat Tata Letak yang Rapi dan Seimbang
Elemen-elemen seperti judul, harga, gambar produk, dan call to action (CTA) harus ditata dengan hierarki visual yang jelas. Artinya:
Judul dan diskon ditempatkan di bagian paling mencolok
Gambar produk jadi fokus utama
CTA misalnya: “Beli Sekarang”, “Klik Link Bio”) diletakkan dengan warna mencolok agar terlihat jelas
Gunakan white space (ruang kosong) yang cukup agar desain tidak terlalu penuh.
6. Tambahkan Call to Action yang Kuat
Jangan lupa menyisipkan ajakan bertindak di setiap desain konten jualan kamu, seperti:
“Beli Sekarang!”
“Diskon hanya hari ini!”
“Klik untuk order via WhatsApp!”
“Stok terbatas, buruan ya!”
CTA yang jelas akan dapat membantu dalam mendorong audiens melakukan aksi yang kamu inginkan.
7. Sesuaikan Ukuran Desain dengan Platform
Setiap platform punya ukuran desain sendiri. Misalnya:
Instagram feed: 1080 x 1350 px
Instagram story: 1080 x 1920 px
TikTok video: 1080 x 1920 px
Facebook post: 1200 x 630 px
Desain yang tidak sesuai ukuran bisa terpotong atau terlihat tidak profesional. Gunakan template bawaan dari aplikasi desain atau minta bantuan jasa profesional seperti Kombas.
8. Gunakan Aplikasi Desain yang Mudah Dipakai
Jika kamu ingin mencoba mendesain sendiri, beberapa aplikasi gratis yang bisa kamu gunakan adalah:
Canva
Adobe Express
VistaCreate
Figma
Namun, kalau kamu tidak punya waktu atau ingin hasil yang lebih profesional, sebaiknya gunakan jasa desain yang sudah ahli di bidang ini.
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Desain Konten Jualan
❌ Terlalu banyak teks dalam satu desain ❌ Desain terlalu ramai, tidak ada fokus visual ❌ Font terlalu kecil atau sulit dibaca ❌ Gambar produk buram atau pecah ❌ Tidak menyisipkan CTA ❌ Tidak konsisten dari satu konten ke konten lain
Kalau kamu serius ingin jualanmu terlihat lebih menarik, profesional, dan menjual, saatnya kamu mencoba jasa pembuatan desain konten jualan dari Kombas Digital Agency Purwokerto.
Keunggulan Kombas:
🎯 Desain disesuaikan dengan target audiens dan branding 🎨 Bisa request custom sesuai kebutuhan (diskon, promo, katalog, dll.) 📱 Ukuran desain siap pakai untuk Instagram, Facebook, TikTok, marketplace 👨🎨 Dikerjakan oleh tim desainer berpengalaman 🧠 Dapat masukan strategi visual dan konten jualan 💼 Cocok untuk kalangan UMKM, bisnis online, sekolah, hingga instansi
Dengan bantuan Kombas, kamu tidak perlu pusing soal desain. Fokus saja ke produk dan layananmu—urusan visual biar kami yang bantu.
Jadi, bagaimana cara membuat desain konten jualan yang efektif? Jawabannya adalah dengan mengenal target audiens, menyusun tata letak yang rapi, memilih gambar berkualitas tinggi, menggunakan warna dan font yang sesuai branding, serta menyisipkan CTA yang kuat. Dan tentu saja, pastikan desain kamu sesuai ukuran platform agar tampil optimal di feed pengguna.
Jika kamu ingin konten jualanmu tampil profesional dan menarik perhatian pembeli, gunakan jasa pembuatan desain postingan dari Kombas Digital Agency Purwokerto.
📞 Langsung hubungi kami di WhatsApp: 0811-2829-003 📸 Jangan lupa follow Instagram : @digitalagency.purwokerto untuk melihat portofolio dan inspirasi desain konten lainnya.
Bagaimana Membuat Desain Konten yang Tidak Membosankan? Ini Tips Jitunya!
Bagaimana Membuat Desain Konten yang Tidak Membosankan? Ini Tips Jitunya!-Di era digital yang serba cepat ini, perhatian audiens sangat terbatas. Setiap hari, pengguna media sosial akan disuguhkan dengan ribuan konten dari berbagai arah. Maka, tantangan terbesar para pelaku bisnis, kreator, maupun pemilik brand adalah bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan.
Desain konten yang menarik bukan hanya soal warna-warni mencolok atau elemen grafis yang keren. Lebih dari itu, desain harus mampu menyampaikan pesan secara efektif, menarik perhatian dalam hitungan detik, dan membuat audiens ingin terus mengikuti setiap update yang kamu bagikan.
Lalu, bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan dan bisa memenangkan hati audiens?
Sebelum membahas bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan, penting untuk memahami kenapa visual itu krusial.
Visual adalah kesan pertama. Audiens menilai isi konten dari tampilan visualnya.
Desain membangun identitas brand. Konsistensi visual menciptakan pengenalan merek yang kuat.
Desain memengaruhi engagement. Konten yang menarik secara visual akan lebih memungkinkan untuk disukai, dibagikan, dan disimpan.
Desain membantu penyampaian pesan. Gambar yang baik bisa menjelaskan pesan lebih cepat daripada teks panjang.
Strategi Bagaimana Membuat Desain Konten yang Tidak Membosankan
Berikut beberapa strategi dan langkah konkret bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan dan tetap profesional:
1. Pahami Audiensmu Terlebih Dahulu
Sebelum mulai mendesain, tanyakan pada dirimu: siapa yang akan melihat konten ini? Apakah mereka anak muda? Profesional? Pelaku usaha? Setiap audiens punya selera dan gaya visual yang berbeda.
Contoh:
Gen Z suka warna cerah, animasi, dan desain yang fun.
Profesional cenderung menyukai desain minimalis dan elegan.
Ibu rumah tangga mungkin lebih tertarik dengan visual yang hangat dan relatable.
Menyesuaikan desain dengan target audiens adalah kunci bagaimana cara membuat desain konten yang tidak membosankan dan monoton.
2. Gunakan Warna yang Relevan dan Atraktif
Warna adalah elemen yang sangat kuat dalam menarik banyak perhatian. Tapi harus tetap berhati-hati, karena terlalu banyak warna dapat membuat desain terasa berantakan.
Tips:
Pilih palet warna utama (2–3 warna).
Sesuaikan warna dengan emosi yang ingin disampaikan (biru untuk kepercayaan, kuning untuk keceriaan, merah untuk energi).
Gunakan kontras yang cukup agar teks terbaca.
Mengatur warna dengan tepat merupakan langkah penting dalam bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan.
3. Bermain dengan Tipografi
Jangan meremehkan kekuatan font. Kombinasi tipografi yang menarik bisa membuat desain lebih hidup.
Gunakan maksimal 2 jenis font dalam satu desain.
Padukan font tebal untuk judul dengan font ringan untuk isi.
Hindari font yang sulit dibaca.
Tipografi yang baik tidak hanya estetika, tetapi juga mendukung keterbacaan.
4. Gunakan Elemen Visual yang Relevan
Ikon, ilustrasi, shape, dan gambar pendukung dapat memperkuat pesan. Namun, pastikan bahwa semuanya relevan dan tidak asal tempel.
Contoh: Jika kontenmu tentang tips produktivitas, kamu bisa tambahkan ikon jam, to-do list, atau grafik kemajuan.
Desain yang kaya visual dan bermakna akan jauh dari kesan membosankan.
5. Buat Template Konten
Salah satu tips bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan namun tetap konsisten adalah menggunakan template.
Template membuat desain lebih efisien dan mempercepat produksi konten. Tapi agar tidak monoton:
Buat beberapa varian layout untuk jenis konten berbeda (quote, carousel, promo, testimoni).
Ubah posisi elemen namun tetap dalam satu gaya visual.
6. Manfaatkan Teknik Visual Hierarchy
Visual hierarchy membantu audiens memahami informasi dari desain dengan cepat. Caranya:
Buat judul lebih besar dari isi.
Gunakan warna berbeda untuk elemen penting.
Beri jarak (spasi putih) supaya desain tidak terlalu penuh.
Dengan menerapkan hierarchy yang baik, kamu sedang menjalankan prinsip bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan secara teknis.
7. Tambahkan Animasi atau Elemen Bergerak
Jika kamu membuat konten digital untuk Instagram atau TikTok, animasi ringan bisa menjadi daya tarik tambahan. Gunakan tools seperti Canva Pro, After Effects, atau CapCut untuk membuat konten bergerak yang dinamis.
Kesalahan yang Membuat Desain Konten Terlihat Membosankan
Meskipun sudah tahu bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan, banyak yang masih jatuh ke kesalahan umum seperti:
Terlalu banyak teks dalam satu gambar
Warna mencolok tapi tidak selaras
Gambar buram atau kualitas rendah
Tidak ada struktur visual (berantakan)
Desain selalu sama tiap hari (tanpa variasi layout)
Hindari kesalahan-kesalahan tersebut agar desainmu tetap segar dan menarik.
Tools yang Bisa Membantu Membuat Desain Tidak Membosankan
Untuk mewujudkan desain konten yang estetik dan menarik, kamu bisa memanfaatkan berbagai tools berikut:
Canva: Untuk desain cepat dan mudah dengan bermacam template.
Adobe Illustrator: Untuk hasil profesional dan detail.
Figma: Cocok untuk kolaborasi tim desain.
Pixabay/Unsplash: Sumber gambar gratis berkualitas tinggi.
Tips Kreatif Tambahan agar Konten Semakin Menarik
Gunakan humor atau visual storytelling dalam desain.
Tambahkan emoji pada desain jika sesuai dengan tone brand.
Menggabungkan semua elemen di atas akan membantumu memahami dan mengimplementasikan bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan secara utuh.
Bingung Mulai dari Mana? Serahkan pada Tim Profesional!
Kalau kamu merasa ribet atau tidak punya waktu untuk menerapkan semua strategi di atas, jangan khawatir! Digital Agency Purwokerto siap untuk membantu dalam membuat desain konten yang menarik, konsisten, dan sesuai dengan karakter brand kamu.
Kami melayani: ✅ Pembuatan feed Instagram ✅ Desain visual untuk konten promosi, edukasi, dan branding ✅ Template konten yang bisa digunakan jangka panjang ✅ Revisi dan konsultasi desain
Kini kamu sudah memahami bagaimana membuat desain konten yang tidak membosankan. Jangan biarkan brand-mu tenggelam di antara konten lain hanya karena tampilannya tidak menarik. Desain yang baik adalah investasi jangka panjang.
📲 Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp : 0811-2829-003 📸 Follow Instagram kami di :@digitalagency.purwokerto 🎨 Wujudkan desain konten yang menarik bersama tim profesional kami!
Apa Tips Desain untuk Meningkatkan Interaksi di Media Sosial?
Apa Tips Desain untuk Meningkatkan Interaksi di Media Sosial?-Di era digital yang serba cepat ini, memiliki desain visual yang menarik di media sosial bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Terutama bagi brand, bisnis, maupun personal branding, desain konten visual memainkan peran penting dalam menarik perhatian, menyampaikan pesan, hingga meningkatkan interaksi. Namun, pertanyaannya adalah apa tips desain untuk meningkatkan interaksi?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa tips desain untuk meningkatkan interaksi, penting untuk memahami dulu kenapa desain visual menjadi faktor krusial dalam dunia digital.
🎯 Desain adalah kesan pertama. Otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada untuk memproses teks. Dalam waktu kurang dari 3 detik, orang sudah menentukan apakah mereka akan terus melihat atau scroll lewat.
🎯 Desain yang baik mengarahkan perhatian. Dengan tata letak, warna, dan visual yang terarah, kamu bisa menggiring audiens ke titik tertentu—seperti tombol CTA, link, atau teks promosi.
🎯 Visual membantu memperkuat pesan. Desain yang sesuai bisa memperkuat makna, emosi, dan pesan dari sebuah postingan.
Maka, untuk meningkatkan interaksi, kamu harus memastikan desain visualmu bukan hanya “cantik”, tapi juga strategis.
Apa Tips Desain untuk Meningkatkan Interaksi? Ini 10 Strategi Jitunya
Berikut ini adalah tips-tips terbaik untuk meningkatkan interaksi melalui desain konten media sosial. Cocok diterapkan untuk Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, bahkan website sekalipun.
1. Gunakan Warna yang Membangkitkan Emosi
Setiap warna punya pengaruh psikologis tersendiri. Gunakan kombinasi warna yang sesuai dengan tujuan postingan:
🔴 Merah → mendesak, memicu aksi, cocok untuk promosi
🟢 Hijau → tenang, sejuk, cocok untuk brand alami
🔵 Biru → profesional, dipercaya, cocok untuk edukasi
🟡 Kuning → ceria, optimis, cocok untuk konten ringan
🟣 Ungu → mewah, elegan, cocok untuk produk premium
Pastikan kontras warna cukup tinggi agar teks dan elemen penting mudah terbaca.
2. Fokus pada Satu Pesan Inti
Kesalahan umum dalam desain adalah menjejalkan terlalu banyak informasi dalam satu postingan. Desain yang baik hanya menyampaikan satu pesan utama dan mendukungnya dengan visual yang mendukung.
Contoh: ❌ “Promo diskon, free ongkir, cashback, garansi, dan bonus!” ✅ “Diskon 50% + Free Ongkir! Cuma hari ini!”
Sederhanakan. Buat audiens langsung paham dan tergoda.
3. Gunakan Tipografi yang Jelas dan Konsisten
Jenis huruf (font) sangat mempengaruhi kesan dan keterbacaan. Tips memilih font:
Gunakan maksimal 2–3 jenis font
Pilih ukuran font yang besar untuk headline
Hindari font dekoratif yang sulit dibaca
Gunakan bold atau warna berbeda untuk menonjolkan CTA
Jangan ragu untuk mengandalkan jasa dari profesional seperti Kombas jika ingin desain tipografi yang rapi dan estetik sekaligus efektif.
4. Gunakan Gambar Berkualitas Tinggi
Gambar yang buram atau pecah akan langsung mengurangi minat orang untuk membaca atau menyimak postinganmu. Gunakan foto dengan resolusi tinggi dan pastikan pencahayaan serta framing-nya pas.
Jika kamu tidak punya stok foto bagus, kamu bisa menggunakan ilustrasi atau desain grafis yang menggambarkan pesan dengan jelas.
5. Sisipkan Elemen Interaktif Visual
Interaksi tidak hanya datang dari caption, tapi juga bisa dipancing lewat visual. Coba sisipkan elemen seperti:
❓Tanya-jawab dalam desain: “Tim A atau Tim B?”
✅ Checklist interaktif
💬 Balon percakapan (speech bubble)
📊 Polling visual
Semakin audiens merasa bisa “ikut terlibat”, semakin besar peluang mereka memberi respons.
6. Gunakan CTA (Call to Action) yang Menonjol
CTA adalah ajakan untuk bertindak. Dalam desain konten, CTA bisa berupa:
Tombol “Beli Sekarang”
Teks “Klik link di bio”
Stiker “Share ke teman kamu!”
Bubble “Swipe untuk lihat selengkapnya”
Pastikan CTA kamu mudah ditemukan dan terlihat menarik secara visual.
7. Ikuti Ukuran dan Format Ideal Platform
Mau desain sebagus apapun, kalau ukurannya salah, tampilannya bisa rusak. Sesuaikan desain dengan platform:
Instagram Feed: 1080 x 1350 px
Instagram Story: 1080 x 1920 px
Facebook Post: 1200 x 630 px
TikTok: 1080 x 1920 px
Jasa desain dari Kombas sudah otomatis menyesuaikan ukuran ini untuk kamu.
8. Gunakan Layout yang Rapi dan Terstruktur
Penataan elemen visual dalam desain sangat penting. Gunakan hierarki visual:
Judul paling menonjol
Gambar mendukung pesan
CTA di bagian bawah/akhir
Spasi yang cukup agar tidak terlihat penuh
Desain yang “bernapas” lebih nyaman dilihat dan tidak membuat mata lelah.
9. Buat Desain yang Relatable
Orang lebih mudah berinteraksi dengan konten yang mereka rasa dekat atau sesuai pengalaman mereka. Gunakan elemen visual yang “ngena” di hati audiens.
Contoh:
Meme lucu dengan konteks lokal
Ilustrasi kegiatan harian
Cerita singkat dalam bentuk carousel
10. Konsisten Branding Visual
Jangan gonta-ganti gaya desain tiap hari. Desain yang konsisten akan membentuk identitas brand yang kuat dan mudah dikenali. Gunakan warna, font, dan layout yang konsisten pada setiap postingan.
Hindari Kesalahan Desain Ini Jika Ingin Meningkatkan Interaksi
❌ Terlalu banyak teks dalam satu desain ❌ Warna terlalu mencolok dan tidak seimbang ❌ Font tidak terbaca (karena terlalu kecil atau terlalu artistik) ❌ Desain tidak relevan dengan isi konten ❌ Tidak ada ajakan bertindak (CTA)
Kalau kamu ingin hasil desain konten yang menarik, profesional, dan bisa meningkatkan interaksi tanpa harus repot mendesain sendiri, Kombas Digital Agency Purwokerto siap membantu.
Keunggulan Kombas:
🎯 Desain disesuaikan dengan tujuan konten dan audiens 🎨 Visual menarik, sesuai tren, dan siap pakai 🧠 Dapat saran konten, copywriting, dan CTA efektif 📱 Format siap upload ke semua platform (Instagram, TikTok, Facebook, dll.) 💼 Cocok untuk UMKM, sekolah, influencer, hingga korporasi
Dengan Kombas, kamu tinggal fokus menjalankan bisnis—desain biar kami yang urus.
Jadi, apa tips desain untuk meningkatkan interaksi? Mulai dari penggunaan warna yang tepat, font yang mudah dibaca, gambar berkualitas tinggi, hingga CTA yang kuat—semuanya berperan dalam menciptakan desain konten yang memikat dan mengundang respons dari audiens.
Namun, jika kamu ingin semua proses ini dikerjakan secara profesional dan efisien, saatnya kamu bekerja sama dengan Kombas.
Bagaimana Cara Menghindari Desain yang Terlihat Murahan? Ini Tips Profesionalnya!
Bagaimana Cara Menghindari Desain yang Terlihat Murahan? Ini Tips Profesionalnya!-Dalam dunia digital yang serba cepat dan kompetitif, visual konten adalah hal pertama yang dilihat audiens. Apakah kamu pernah merasa desain yang kamu buat terlihat kurang menarik, tidak estetik, atau bahkan terkesan murahan? Jangan khawatir, karena kamu tidak sendiri.
Pertanyaannya adalah: bagaimana cara menghindari desain yang terlihat murahan? Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya mulai dari kesalahan umum, prinsip desain yang harus dipegang, hingga cara mendapatkan hasil desain yang profesional dan berkualitas tinggi.
Mengapa Desain yang Terlihat Murahan Bisa Merugikan?
Sebelum membahas bagaimana cara menghindari desain yang terlihat murahan, penting untuk memahami dampaknya. Desain yang buruk bisa memberikan kesan negatif terhadap bisnismu:
Membuat brand terlihat tidak profesional
Menurunkan kepercayaan konsumen
Mengurangi engagement konten di media sosial
Tidak menonjol di tengah persaingan digital yang ketat
Ingat, desain bukan sekadar tampilan. Ia adalah representasi dari siapa kamu dan apa yang kamu tawarkan.
Bagaimana Cara Menghindari Desain yang Terlihat Murahan? Ini Langkah-Langkahnya!
Untuk menjawab bagaimana cara menghindari desain yang terlihat murahan, berikut adalah tips penting yang harus kamu perhatikan:
1. Gunakan Font yang Profesional dan Konsisten
Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan terlalu banyak jenis font dalam satu desain, atau memilih font yang norak dan susah dibaca. Hindari:
Font kartun yang tidak relevan dengan isi konten
Menggabungkan lebih dari dua jenis font dalam satu desain
Font dengan efek bayangan berlebihan
Solusi: Gunakan font seperti Montserrat, Lato, Roboto, atau Open Sans untuk hasil profesional. Kombinasikan heading dan body text dengan harmonis.
2. Hindari Warna yang Tidak Serasi
Terlalu banyak warna mencolok bisa bikin desainmu terlihat murahan dan membingungkan. Penggunaan warna yang tidak serasi juga bisa menurunkan estetika visual.
Tips:
Gunakan maksimal 3 warna utama (brand color)
Manfaatkan tools seperti Coolors atau Adobe Color untuk mencari kombinasi warna terbaik
Perhatikan kontras agar teks mudah dibaca
3. Jangan Gunakan Gambar Berkualitas Rendah
Gambar yang pecah, buram, atau terpotong akan langsung menurunkan kesan profesional. Ini adalah kesalahan yang sering terjadi saat mengambil gambar dari internet tanpa memperhatikan resolusi.
Solusi:
Gunakan foto beresolusi tinggi
Manfaatkan sumber gambar gratis seperti Pexels, Unsplash, atau Pixabay
Atau, gunakan foto asli produk kamu sendiri dengan pencahayaan yang baik
4. Atur Komposisi dan Spasi dengan Rapi
Desain yang terlihat berantakan adalah salah satu penyebab utama kesan murahan. Tidak ada garis bantu, tidak ada keselarasan antara elemen satu dan lainnya.
Bagaimana cara menghindari desain yang terlihat murahan dalam hal komposisi?
Gunakan grid dan guideline saat mendesain
Pastikan jarak antar elemen konsisten
Jangan memadatkan semua konten dalam satu tempat beri ruang untuk ‘bernapas’
5. Jangan Terlalu Banyak Efek
Glow, shadow, outline, emboss kalau digunakan terlalu berlebihan, semua itu bisa membuat desainmu terlihat ‘jadul’ dan tidak berkelas.
Solusi: Gunakan efek secukupnya. Fokus pada kesederhanaan dan kejelasan pesan.
6. Gunakan Template Profesional
Kalau kamu belum punya keahlian desain, lebih baik gunakan template profesional daripada membuat desain dari nol secara asal-asalan.
Tools seperti Canva, Adobe Express, atau Figma menyediakan ribuan template yang bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan dan identitas brand.
7. Konsisten dengan Identitas Brand
Desain yang berganti-ganti gaya tanpa arah membuat audiens bingung dan kehilangan kepercayaan. Kamu perlu punya brand guideline yang jelas, mencakup:
Logo
Warna brand
Font utama dan sekunder
Gaya visual (minimalis, elegan, fun, dll)
Tips Tambahan Agar Desain Tidak Terlihat Murahan
Selain langkah teknis di atas, ini beberapa mindset penting:
Sederhana itu kuat. Desain simpel lebih mudah diingat dan terlihat elegan.
Pikirkan pesan utama. Setiap elemen harus mendukung pesan yang ingin disampaikan.
Lihat referensi. Selalu cari inspirasi dari desainer profesional atau brand besar.
Kalau kamu butuh hasil cepat dan profesional, langsung saja gunakan jasa desain media sosial dari Kombas. LebihEvaluasi. Minta feedback dari orang lain sebelum memposting desainmu.
hemat waktu, hasil pasti estetik!
Kenapa Harus Pakai Jasa Desain Sosial Media dari Kombas?
Banyak pelaku bisnis dan UMKM terjebak dalam desain yang kurang maksimal karena mencoba mengerjakannya sendiri. Padahal, kesan pertama sangat penting di dunia digital.
Dengan Kombas, kamu akan mendapatkan:
Desain yang fresh, kekinian, dan anti murahan
Visual branding yang kuat dan konsisten
Konten media sosial yang sesuai target audiensmu
Tim kreatif berpengalaman dan komunikatif
Bagaimana Cara Menghindari Desain yang Terlihat Murahan?
Jadi, bagaimana cara menghindari desain yang terlihat murahan? Kuncinya ada pada konsistensi, kualitas elemen visual, pemilihan warna, tipografi, serta penataan layout yang rapi. Hindari efek berlebihan, gunakan gambar berkualitas tinggi, dan selalu utamakan pesan yang ingin disampaikan.
Namun jika kamu merasa tidak punya waktu atau keahlian mendesain, Kombas siap menjadi solusi terbaikmu dalam menghadirkan desain yang tidak hanya menarik, tapi juga profesional dan menjual.
Apa Kesalahan Umum dalam Desain Promosi? Panduan Agar Brand Anda Tidak Kehilangan Peluang
Apa Kesalahan Umum dalam Desain Promosi? Panduan Agar Brand Anda Tidak Kehilangan Peluang–Dalam dunia bisnis yang serba cepat seperti sekarang, desain promosi memiliki peran besar dalam menarik perhatian pelanggan. Namun, tidak semua desain promosi mampu memberikan hasil yang diharapkan. Banyak pebisnis yang tidak sadar bahwa kesalahan kecil dalam desain bisa berdampak besar terhadap efektivitas promosi mereka. Nah, apa kesalahan umum dalam desain promosi? Pertanyaan ini penting dijawab agar Anda bisa menghindari jebakan yang sama dan memastikan materi promosi Anda tampil profesional, jelas, dan memikat.
Membuat desain promosi tidak sekadar menaruh gambar dan teks dalam satu layout. Promosi yang efektif membutuhkan keseimbangan antara visual, pesan, dan strategi pemasaran. Jika desain Anda kurang tepat, promosi bisa gagal meskipun produk atau layanan yang Anda tawarkan sebenarnya bagus.
Kesalahan desain dapat membuat:
Pesan promosi tidak tersampaikan dengan jelas.
Audiens kehilangan minat sebelum membaca isi promosi.
Brand terlihat kurang profesional.
Apa Kesalahan Umum dalam Desain Promosi?
1. Terlalu Banyak Informasi dalam Satu Desain
Salah satu kesalahan terbesar adalah mencoba memuat semua informasi sekaligus. Akibatnya, desain terlihat penuh, membingungkan, dan membuat orang enggan membacanya. Ingat, promosi yang efektif itu promosi yang cukup singkat, padat, dan jelas.
Solusi: Gunakan poin-poin utama saja, sisanya bisa diarahkan ke website atau kontak bisnis Anda.
2. Pemilihan Warna yang Tidak Tepat
Warna memiliki efek psikologis yang kuat. Warna yang salah bisa membuat audiens salah menangkap pesan atau merasa tidak nyaman.
Contoh: Menggunakan warna merah menyala pada promosi produk spa yang seharusnya mengedepankan kesan tenang. Solusi: Pilih warna sesuai karakter brand dan pesan promosi.
3. Tipografi Sulit Dibaca
Banyak desainer pemula terjebak menggunakan font unik atau artistik yang justru sulit dibaca. Audiens tidak akan berusaha keras membaca teks yang rumit.
Solusi: Gunakan font yang dapat terbaca dengan jelas, kontras dengan latar belakang, dan tidak terlalu kecil.
4. Gambar Berkualitas Rendah
Gambar buram atau pecah membuat brand terlihat tidak profesional. Dalam era visual seperti sekarang, kualitas gambar adalah kunci utama daya tarik.
Solusi: Gunakan foto resolusi tinggi atau desain ilustrasi yang rapi. Hindari foto stok yang generik dan tidak cukup relevan.
5. Tidak Ada Fokus Visual
Desain promosi harus punya satu titik fokus utama, seperti headline atau gambar produk. Tanpa fokus visual, mata audiens akan bingung mau melihat bagian mana terlebih dahulu.
Solusi: Gunakan ukuran, warna, dan penempatan untuk menonjolkan elemen penting.
6. Mengabaikan Konsistensi Branding
Brand yang profesional harus punya identitas visual yang konsisten. Mengganti warna, font, atau gaya desain secara drastis di setiap promosi akan membuat audiens sulit mengingat brand Anda.
Solusi: Buat panduan branding (brand guideline) dan terapkan pada semua desain.
7. Call-to-Action (CTA) yang Tidak Jelas
CTA adalah instruksi yang mengarahkan audiens melakukan tindakan, seperti “Beli Sekarang” atau “Hubungi Kami”. Tanpa CTA yang jelas, audiens tidak tahu langkah selanjutnya yang harus diambil.
Solusi: Gunakan CTA yang cukup singkat, tegas, tetapi terlihat cukup menonjol.
8. Mengabaikan Format dan Platform
Desain untuk Instagram berbeda dengan desain untuk brosur atau banner. Banyak bisnis yang membuat satu desain lalu dipaksakan untuk semua media.
Solusi: Sesuaikan ukuran, proporsi, dan elemen visual sesuai media yang digunakan.
9. Tidak Memperhatikan Keseimbangan Visual
Desain yang terlalu berat di satu sisi atau penuh di semua sisi akan terasa tidak nyaman dilihat.
Solusi: Gunakan prinsip keseimbangan (balance) dengan menata semua elemen visual secara proporsional.
10. Tidak Menguji Efektivitas Desain
Banyak bisnis langsung mempublikasikan desain promosi tanpa mengujinya terlebih dahulu. Padahal, A/B testing bisa membantu memilih desain yang paling efektif.
Solusi: Coba beberapa variasi desain, lalu lihat mana yang mendapat respons terbaik.
Studi Kasus Singkat
Sebuah toko online membuat dua versi desain promosi:
Versi A: Warna sesuai branding, headline jelas, CTA terlihat menonjol.
Versi B: Banyak teks, warna acak, tanpa fokus visual.
Hasilnya, Versi A menghasilkan penjualan 4 kali lebih banyak. Ini membuktikan bahwa menghindari kesalahan umum dapat meningkatkan efektivitas promosi secara signifikan.
Mengapa Perlu Konsultasi Desain?
Mengetahui apa kesalahan umum dalam desain promosi memang penting, tetapi mengaplikasikannya secara tepat bisa jadi menantang. Dengan konsultasi desain, Anda bisa:
Mendapat masukan profesional sebelum desain dipublikasikan.
Menyesuaikan desain dengan karakter brand dan target audiens.
Menghemat waktu dan biaya revisi di kemudian hari.
Jadi, apa kesalahan umum dalam desain promosi? Kesalahan seperti informasi berlebihan, warna yang tidak tepat, tipografi sulit dibaca, gambar berkualitas rendah, dan CTA tidak jelas adalah faktor yang sering menghambat efektivitas promosi. Dengan menghindari kesalahan ini, promosi Anda akan lebih menarik, profesional, dan berpeluang besar meningkatkan penjualan.
Jika Anda masih ragu apakah desain promosi Anda sudah tepat, lebih baik sekadar konsultasi atau tanya-tanya terlebih dahulu agar hasilnya optimal.
Recent Comments