Sertifikasi Ahli Cloud Computing semakin diminati seiring berkembangnya metode penyimpanan melalui sistem cloud. Sistem ini dinilai praktis dan memudahkan pemindahan dokumen dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Nah apa itu Sertifikasi Ahli Cloud Computing?
Apa itu Cloud Computing
Sebelum mulai kita perlu tau dulu apa itu Cloud Computing, Cloud Computing itu adalah sistem penyimpanan berbasis internet yang digunakan untuk mengakses, mengelola, dan juga menyimpan data. Nah cloud computing ini tidak memiliki wujud fisik sehingga sangat memudahkan untuk diakses di mana saja.
Selain kelebihan tadi, Cloud Computing juga sangat memudahkan transfer data dari satu orang ke orang lainnya. Hal ini penting terutama ketika mengerjakan tugas tim.
Dengan adanya Cloud Computing perusahaan pun jadi tidak perlu membeli hardware atau perangkat keras yang mahal untuk menyimpan data. Cloud Computing juga bisa ditambah kapasitasnya.
Nah karena alasan alasan tadi, banyak perusahaan yang mengandalkan cloud computing. Hal ini membuat peran Ahli Cloud Computing semakin dibutuhkan.
Apa itu Sertifikasi Ahli Cloud Computing?
Sertifikasi Cloud Computing adalah pengakuan resmi yang diberikan pada seseorang yang dianggap telah memenuhi standar kompetensi dalam bidang pengelolaan Cloud Computing. Pengakuan resmi ini biasanya diberikan oleh sebuah LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang disetujui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan berbentuk akta (sertifikat).
Sertifikasi ini bisa didapatkan dengan mengikuti proses pelatihan dan ujian dari LSP yang dipilih. Nah apa saja materi dari pelatihan tersebut? biasanya tidak jauh jauh dari:
- Dasar Dasar mengenai Cloud Computing
- Manajemen database dan juga penyimpanan cloud
- Security atau Keamanan dari data di Cloud
- Berbagai model layanan cloud (IaaS, PaaS, dan Saas)
- Pengembangan berbagai jenis aplikasi berbasis cloud
Apa Saja 3 Jenis Cloud Computing?
Seperti yang kita bahas sedikit di atas, ada 3 jenis layanan Cloud Computing dengan berbagai cirinya sendiri yaitu:
IaaS (Infrastructure as a Service)
Pertama ada IaaS atau kepanjangannya Infrastructure as a Service. Ini merupakan jenis Cloud yang lengkap karena jenis ini menyediakan Media Penyimpanan (Storage), serta Jaringan (Network) dan Server Virtual.
IaaS ini sangat praktis dan memudahkan bagi para penggunanya karena mereka tidak perlu memiliki perangkat keras untuk menyimpan data. Mereka juga jadi lebih dimudahkan karena tidak perlu repot repot mengurus pengelolaan cloud.
Nah untuk IaaS ini diurus dan disediakan langsung oleh penyedia sistem Cloud. Contoh dari jenis IaaS ini seperti Google Compute Engine, Amazon EC2, Microsoft Azure Virtual Machines.
PaaS (Platform as a Service)
Kemudian kita lanjut ke PaaS atau Platform as a Service. PaaS ini lebih ditujukan untuk pembuatan serta pengembangan aplikasi berbasis cloud. PaaS tujuannya untuk memberikan kemudahan pengembangan aplikasi berbasis Cloud.
Kemudahan itu adalah dengan penyediaan fitur seperti Framework untuk aplikasi, Penyimpanan, Sistem Operasi, Deployment Tools, hingga Database Engine.
Dengan adanya PaaS, pengembang aplikasi dapat lebih terfokus pada pengembangan dan pengujian aplikasinya tanpa sibuk mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan infrastruktur.
Beberapa contoh dari PaaS adalah Google App Engine, AWS Elastic Beanstalk, dan Heroku.
SaaS (Software as a Service)
Yang terakhir ada SaaS yang merupakan singkatan dari Software as a Service. Nah SaaS ini adalah layanan berupa aplikasi yang dapat diakses menggunakan internet. Aplikasi aplikasi ini juga memiliki fitur cloud di dalamnya.
Jadi sistem kerjanya adalah pembuat/pengembang/penyedia SaaS akan akan memelihara dan menjalankan perangkat lunak tersebut, juga mengurus infrastrukturnya. Sehingga pengguna hanya perlu membuat akun dan membayar (jika diperlukan) untuk mendapatkan akses penuhnya.
Aplikasi SaaS ini umumnya bisa diakses melalui website apapun. Contoh dari Software as a Service adalah Google Drive, Microsoft 365, Google Workspace, dan juga Dropbox.
Apa Saja Sertifikasi Ahli Cloud Computing yang Paling Populer?
1. AWS (Amazon Web Services)
AWS ialah sertifikasi yang dikeluarkan oleh pihak Amazon Web Services. Sertifikasi ini diberikan untuk orangorang yang dianggap oleh Amazon Web Services telah memiliki kemampuan yang cukup untuk mengoperasikan Amazon Web Services dengan baik.
2. Sertifikasi Google Cloud
Sertifikasi yang satu ini diberikan oleh pihak Google, tepatnya Google Cloud. Seseorang yang memiliki sertifikat ini dianggap telah mampu mengoperasikan Google Cloud dengan baik. Contohnya adalah mampu menyiapkan layanan dan cloud yang sesuai untuk sebuah perusahaan.
3. Sertifikasi Microsoft Azure
Untuk yang satu ini diberikan oleh Microsoft. Pemilik sertifikat ini dilatih untuk dapat mengoperasikan layanan cloud MIcrosoft yaitu Microsoft Azure sebaik mungkin.
4. Sertifikasi Ahli Cloud Computing BNSP
BNSP juga tidak mau ketinggalan dengan merilis sertifikasi untuk Ahli Cloud Computing. Sertifikasi ini didapatkan melalui pelatihan serta ujian di LSP.
Berapa Gaji Cloud Engineer di Indonesia?
Gaji seorang Cloud Engineer di Indonesia bisa berbeda tergantung berbagai faktor dari pengalaman, permintaan serta kemampuan yang dimiliki, dan lainnya. Namun untuk kisarannya ada di kisaran Rp6.000.000 hingga Rp40.000.000.
Berapa Biaya Sertifikasi Ahli Cloud Computing?
Perlu diingat setiap LSP memiliki kebijakannya masing masing dalam mematok harga untuk sertifikasi. Biasanya harganya ada di kisaran Rp1.500.000 hingga Rp5.500.000.
Yang perlu kamu pastikan hanyalah LSP yang kamu pilih adalah LSP yang memiliki sertifikat resmi untuk menjadi penguji dari BNSP. Salah satu solusi cepat untuk Sertifikasi Ahli Cloud Computing adalah di PT Kombas Digital Internasional.
Jika kamu ingin tau lebih lanjut, langsung saja hubungi nomor di bawah ini:





Recent Comments