Sertifikasi Chief Information Officer

Sertifikasi Chief Information Officer

Sertifikasi Chief Information Officer

Sertifikasi Chief Information Officer adalah sertifikasi yang semakin dibutuhkan saat ini karena setiap perusahaan terutama yang operasional nya luas membutuhkan seseorang yang bertanggung jawab atas sistem informasi perusahaan. Nah bagaimana cara mendapatkannya?

CIO itu Artinya Apa?

Sebelum lanjut ke pembahasan mengenai sertifikasinya, kita harus tau dulu apa itu CIO atau kepanjangannya Chief Information Officer.

Nah Chief Information Officer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk memastikan kalau operasional sistem dan informasi perusahaan berjalan semestinya dan mampu mendukung proses bisnis/operasional perusahaan.

Selain itu, seorang Chief Information Officer juga bertugas untuk mengatur strategi teknologi bisnis. Mereka juga bertanggung jawab atas kelayakan sistem serta memastikan bahwa para karyawan mampu menggunakan sistem informasi perusahaan dengan baik.

Seorang CIO seperti menjadi penutup celah dari ketidak selarasan antara strategi Teknologi Informasi dan strategi Bisnis dalam berjalannya sebuah perusahaan.

Maka dari itu, seorang CIO harus memiliki pemahaman dan kemampuan yang baik dalam bidang manajerial dan teknologi.

sertifikasi chief information officer

Apa Perbedaan CIO dan CEO?

Mungkin ada yang memikirkan apa bedanya CIO (Chief Information Officer) dan CEO (Chief Executive Officer) karena nama mereka hampir sama. Sebenarnya, mereka memang saling berkaitan dan tingkatan posisi mereka juga tidak begitu jauh.

Jadi, CEO adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam keseluruhan operasional perusahaan serta arah perkembangan dan kemajuan perusahaan. Sedangkan CIO lebih bertanggung jawab pada aspek tertentu yang berkaitan dengan teknologi, seperti teknologi informasi perusahaan.

Apa Tugas Chief Information Officer?

Tugas seorang Chief Information Officer sesuai dengan yang sudah kita bahas sebelumnya yaitu memastikan bahwa strategi Teknologi Informasi dan strategi bisnis berjalan seiringan. Nah jika dibahas lebih detail lagi, tugas tugas CIO adalah:

Meningkatkan TI Perusahaan

Seorang CIO bertanggung jawab untuk meningkatkan Teknologi Informasi perusahaan. CIO harus berusaha untuk mengoptimalkan Teknologi Informasi perusahaan, juga harus meningkatkan efisiensi perusahaan dengan media Teknologi Informasi.

CIO juga perlu memastikan kalau para karyawan paham dan mampu menggunakan teknologi informasi perusahaan dengan baik dan patuh terhadap segala kebijakan mengenai teknologi informasi.

Memperluas Perusahaan

CIO tidak hanya berfokus pada operasional di dalam perusahaan, tetapi juga pada tujuan untuk memperluas perusahaan dengan mengandalkan teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan.

Perluasan perusahaan bertujuan untuk ekspansi bisnis serta meningkatkan teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan.

Mengoptimalkan TI Perusahaan

Kemudian, seorang CIO juga harus memastikan keoptimalan teknologi informasi milik perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan kalau teknologi informasi perusahaan mampu mengatasi perubahan pada produk, atau perubahan pada pasar dan perubahan pada model bisnis yang digunakan.

Nah itu tadi beberapa tugas yang harus dilakukan oleh seorang Chief Information Officer.

sertifikasi chief information officer

Kemampuan yang Harus Dimiliki oleh Chief Information Officer?

Ada beberapa skill penting yang harus dimiliki oleh seorang CIO, contohnya:

Manajemen Resiko

Kemampuan untuk memahami dan mengatasi berbagai resiko yang akan dihadapi oleh perusahaan atau klien adalah hal yang wajib dimiliki oleh seorang CIO. Mereka harus mampu menganalisa berbagai sumber resiko serta mengkomunikasikannya dengan berbagai pihak yang mungkin terlibat.

Mereka juga harus ikut andil langsung dalam merumuskan solusi yang efektif dan minim kerugian untuk perusahaan. Dalam manajemen resiko ini kemampuan komunikasi juga penting karena CIO harus bisa menjelaskan sesuatu yang tidak dipahami oleh klien.

Ia juga harus bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan tim spesialisasi teknologi perusahaan.

Membaca Strategi

Chief Information Officer juga harus bisa membaca dengan cepat situasi dan tren yang sedang berlangsung bahkan untuk yang kompleks sekalipun. CIO juga akan menentukan berbagai faktor pendukung dan hambatan yang bisa mempengaruhi strategi perusahaan.

Agen Penggerak

Menjadi seorang agen penggerak juga adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang CIO. Agen penggerak di sini maksudnya adalah mampu untuk menggerakkan dan melibatkan pihak pihak seperti stakeholder, baik internal maupun eksternal, untuk terlibat pada berbagai proyek.

Nah itu tadi 3 skill utama yang harus dimiliki oleh seorang CIO.

sertifikasi chief information officer

Berapa Gaji CIO?

Ini adalah salah satu bagian paling menariknya. Gaji seorang CIO di Indonesia adalah salah satu gaji tertinggi. Ini sesuai karena posisi Chief keputusannya sangat berdampak pada keberhasilan dan masa depan perusahaan.

Resiko yang mereka kelola juga tinggi dan tanggung jawabnya besar. Nah sebagai gambaran besarnya, gaji seorang Chief Information Officer di Indonesia ada di kisaran Rp180.000.000 hingga Rp800.000.000.

Namun perlu diingat untuk gaji yang sangat tinggi biasanya adalah CIO dari perusahaan besar atau yang disebut Unicorn.

sertifikasii

Cara Mendapatkan Sertifikasi Chief Information Officer

Untuk mendapatkan sertifikasi Chief Information Officer, perlu mengikuti pelatihan dan ujian di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memiliki izin resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Hal ini penting untuk memastikan kualitas materi dan penguji dari sebuah LSP.

Biaya Sertifikasi Chief Information Officer

Harga untuk Sertifikasi Chief Information Officer di Indonesia ada di kisaran Rp3.500.000 hingga Rp12.500.000. Tidak menutup kemungkinan ada yang lebih terjangkau.

Nah kalau kamu butuh LSP yang profesional dan dapat dipercaya dengan memiliki izin BNSP, kamu bisa langsung klik nomor di bawah untuk berkonsultasi dengan PT Kombas Digital Internasional.

08112829003

Sertifikasi IT Auditor

Sertifikasi IT Auditor

Sertifikasi IT Auditor

Sertifikasi IT Auditor adalah salah satu contoh sertifikasi yang menjadi semakin populer seiring dengan bertambahnya kebutuhan perusahaan atas IT Auditor untuk memastikan kelayakan teknologi informasi mereka. Nah apa dan bagaimana cara mendapatkannya?

Apa itu IT Auditor?

IT Auditor adalah seseorang yang bekerja untuk mengaudit atau memeriksa dan memastikan kelayakan dari sebuah sistem teknologi informasi. Seorang IT Auditor melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada celah besar yang bisa dimanfaatkan penyerang atau menjadi sumber masalah.

Jadi mereka akan memitigasi berbagai hal yang bisa menjadi potensi ancaman dan kemudian memberikan solusi.

sertifikasi IT Auditor

Apa Tugas IT Auditor? (Sertifikasi IT Auditor)

Sekarang kita akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan IT Auditor. Nah jika dianalogikan, IT Auditor itu mirip dengan detektif tapi lebih ke bidang teknologi. Jadi seorang IT Auditor akan menginspeksi juga mengevaluasi sistem IT perusahaa.

Tujuannya untuk mencari tau apakah sistem perusahaan yang mereka inspeksi sudah cukup kuat dalam hal melindungi data mereka dan menentukan apakah proses proses IT perusahaan sudah berjalan sesuai standar.

Lebih spesifiknya lagi, tugas tugas seorang IT Auditor itu:

Evaluasi Sistem IT dan Infrastrukturnya

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, seorang IT Auditor akan melakukan evaluasi ke berbagai sistem yang berhubungan dengan Teknologi Informasi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Sistem sistem yang dimaksud itu seperti jaringan, server, database, dan software. Nah semua sistem ini diperiksa untuk memastikan mereka berjalan dengan baik dan berfungsi semestinya serta mampu mendukung tujuan bisnis secara efisien.

Audit Keamanan Sistem

Sesuai dengan namanya, seorang Auditor akan melakukan audit atau pemeriksaan untuk memastikan kalau sistem teknologi informasi perusahaan sudah mematuhi standar keamanan. Seperti ISO 27001, GDPR, atau HIPAA, untuk jenis ini tergantung pada industrinya.

Selain memastikan standar keamanan, IT Auditor juga akan memeriksa sistem teknologi informasi. Ini dilakukan untuk mencari celah yang memungkinkan terjadinya Data Breach (Kebocoran Data) dan akses ilegal lainnya.

Sertifikasi IT Auditor

Analisa Kebijakan IT Perusahaan

Ada juga evaluasi lainnya yang berfokus pada internal perusahaan seperti bagaimana kebijakan pengaturan password, kemudian backup data, serta akses kontrol setiap pegawai perusahaan.

Kepatuhan serta cara kerja pegawai perusahaan/karyawan juga penting untuk mewujudkan kebijakan keamanan teknologi informasi perusahaan.

Memberikan Rekomendasi Solusi

Setelah melakukan berbagai pemeriksaan dan evaluasi, seorang IT Auditor harus memberikan laporan dan kemudian memberikan solusi untuk memperbaiki kesalahan yang ditemui.

Contohnya, dengan menyarankan memperbaiki Firewall atau meninjau kembali kebijakan atas kontrol akses.

Melakukan Uji Kepatuhan

IT Auditor juga harus melakukan uji kepatuhan untuk memastikan sistem yang digunakan oleh perusahaan sudah memenuhi standar hukum dan industri.

Membuat Laporan dan Presentasi Hasil Audit

Seorang IT Auditor juga harus membuat laporan dan mempresentasikan hasil dari audit yang dilaksanakan. Ini dilakukan untuk menjelaskan berbagai resiko yang ditemui serta solusi yang harus diambil.

Kemudian hasil ini akan dipaparkan pada manajemen dan juga akan diberikan saran tentang strategi peningkatan keamanan IT yang harus diambil.

Jadi kesimpulannya, seorang IT Auditor adalah penjaga kualitas dan keaman dari sistem teknologi informasi milik perusahaan. Tugas mereka adalah untuk memastikan sistem perusahaan berjalan aman, efisien, dan mematuhi aturan yang berlaku.

Sertifikasi IT Auditor

IT Auditor Jurusan Apa?

Ada berbagai macam jurusan kuliah yang cocok bagi lulusannya untuk menjadi IT Auditor. Seperti:

Sistem Informasi

Beberapa sumber mengatakan kalau jurusan Sistem Informasi ini adalah salah satu yang paling cocok. Alasannya karena di Sistem Informasi akan mempelajari gabungan pengetahuan antara teknologi dan bisnis.

Di Sistem Informasi materi yang dipelajari akan berfokus pada manajemen sistem informasi, basis data, dan juga audit sistem.

Teknik Informatika

Di Teknik Informatika lebih berfokus mempelajari pada sistemnya. Seperti sistem jaringan, keamanan sistem, software atau perangkat lunak, dan infrastruktur IT.

Meskipun lebih berfokus pada sistem, ini tetap sangat bermanfaat karena seorang Auditor harus tau bagaimana sistem yang dia audit itu bekerja.

Keamanan Siber

Karena IT Auditor juga akan menginspeksi aspek keamanan pada sistem jaringan, maka jurusan ini pun masih relevan.

Berapa Gaji Seorang Auditor IT? Sertifikasi IT Auditor

Gaji seorang IT Auditor di Indonesia sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi. Seperti lokasi/daerah kerja, besarnya perusahaan, dan kemampuan yang dimiliki.

Nah sebagai gambaran, gaji seorang IT Auditor yang baru memulai karir di Indonesia ada di kisaran Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000. Sedangkan untuk yang sudah berpengalaman contohnya 5 tahun ke atas ada di angka Rp10.000.000 hingga Rp25.000.000.

sertifikasii

Apakah Auditor Harus Bersertifikat? (Sertifikasi IT Auditor)

Agar seorang IT Auditor dapat dipercaya kompetensi keahliannya, maka IT Auditor harus memiliki sertifikat yang menjadi bukti nyata dari kompetensinya itu.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi IT Auditor

Untuk mendapatkan sertifikasi IT Auditor seseorang harus mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi di sebuah LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi yang memiliki izin resmi dari BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Ini untuk memastikan kualitas dari materi, mentor, dan pengujinya.

Biaya Sertifikasi IT Auditor

Harga yang dipatok untuk sertifikasi IT Auditor bisa bervariasi tergantung dari kebijakan LSP serta kualitas dari materi dan penguji. Nah supaya kamu memiliki gambaran, harga sertifikasi IT Auditor di Indonesia ada di kisaran Rp2.500.000 hingga Rp6.800.000

Solusi Sertifikasi IT Auditor

Jika kamu membutuhkan solusi cepat namun tetap berkualitas untuk Sertifikasi IT Auditor, maka kamu bisa langsung saja menghubungi PT Kombas Digital Internasional dengan klik nomor di bawah ini:

08112829003

Sertifikasi Network Security Analyst

Sertifikasi Network Security Analyst

sertifikasi network security analyst

Sertifikasi Network Security Analyst semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan untuk menjaga keamanan dari sistem yang mereka gunakan. Nah apa itu dan bagaimana cara mendapatkannya?

Apa itu Network Security Analyst?

Perlu kita pahami dulu apa itu Network Security Analyst. Jadi, seorang Network Security Analyst adalah seseorang yang bekerja untuk memastikan keamanan dari jaringan sistem yang digunakan oleh sebuah perusahaan/organisasi.

Kehadiran mereka sangat penting dan sangat diperlukan apalagi bagi perusahaan yang sudah menggunakan sistem jaringan di semua sektor. Ini karena dengan adanya mereka maka keamanan jaringan komputer perusahaan akan terjaga.

Keamanan jaringan komputer perusahaan sangat penting karena di dalamnya ada berbagai data penting hingga data rahasia milik perusahaan dan berbagai klien. Selain itu, jika keamanan jaringan komputer perusahaan terjaga maka klien pun akan merasa aman.

Apa itu Network Security Analyst?

Bagaimana Cara Kerja Network Security Analyst?

Sekarang kita akan membahas bagaimana seorang Network Security Analyst bekerja dan apa saja tugasnya. Nah mereka akan bekerja untuk menganalisa dan memperbaiki berbagai celah di jaringan komputer yang berpotensi menjadi jalan masuk ancaman tertentu.

Artinya setiap hari mereka akan melakukan tugas untuk menjaga keamanan sistem komputer. Contohnya seperti mengawasi lalu lintas jaringan, lalu mencari jika ada aktivitas mencurigakan, dan memastikan tidak ada potensi ancaman seperti hacker yang berhasil masuk ke sistem perusahaan.

Jika dibahas lebih detail lagi, tugas tugas utama mereka adalah:

Mendeteksi Ancaman dengan Memantau Jaringan

Caranya adalah dengan menggunakan tools seperti IDS/IPS untuk mendeteksi berbagai aktivitas yang mencurigakan. Kemudian mereka juga melakukan pemantauan ke trafik jaringan dan sistem untuk mencari ancaman seperti virus, malware, atau serangan seperti DDoS.

Mengatasi Insiden Keamanan & Memperbaikinya

Seandainya ada terjadi sebuah ancaman, maka Network Security Analyst akan menganalisis jenis ancaman yang ada, kemudian mengambil tindakan cepat untuk mengatasi jenis ancaman itu. Misalnya adalah ancaman Data Breach atau percobaan peretasan, nah mereka akan mencari celah keamanan yang dimanfaatkan oleh penyerang.

Mengelola Sistem Keamanan & Edukasinya

Seorang Network Security Analyst juga harus memasang berbagai sistem perlindungan seperti Firewall, VPN, dan juga sistem enkripsi untuk memastikan perlindungan pada jaringan. Mereka juga harus melakukan edukasi atau pelatihan singkat bagi karyawan dalam menggunakan jaringan komputer perusahaan untuk terhindar dari potensi bahaya.

Melakukan Pengecekan dan Penilaian Keamanan

Untuk melakukan pengecekan, biasanya seorang Network Security Analyst akan melakukan Penetration Testing atau menguji coba untuk melihat seberapa kuat pertahanan sistem terhadap serangan. Kemudian juga memastikan kalau sistem baik komputer dan aplikasi sudah mengikuti standar keamanan seperti ISO 27001 atau NIST.

Memperbaiki dan Mengupdate Sistem

Selalu memperbarui software keamanan dan melakukan patching pada sistem adalah kewajiban Network Security Analyst untuk memastikan sistem keamanan selalu yang terbaru. Selain itu mereka juga harus selalu up-to-date tentang tren keamanan siber yang sedang terjadi.

Sertifikasi Network Security Analyst

Bagaimana Cara Menjadi Analis Sistem Keamanan Jaringan?

Untuk menjadi seorang Analis Sistem Keamanan Jaringan atau Network Security Analyst perlu untuk menguasai berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan teknologi. Nah beberapa jurusan yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti Teknik Informasi, Ilmu Komputer, Sistem Jaringan juga sangat membantu sebagai batu loncatan awal.

Tidak lupa juga dengan terus belajar dan menambah portofolio serta mengikuti komunitas seputar keamanan jaringan. Kemudian jika kamu membutuhkan solusi agar kemampuan dan pengetahuan seputar jaringan keamanan bisa bertambah pesat, mendapatkan sertifikasi juga sangat bagus.

Karena dengan mengikuti Sertifikasi maka akan secara otomatis menambah kemampuan bahkan hingga relasi.

Berapa Gaji Network Security Analyst?

Gaji seorang Network Security Analyst di Indonesia bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, pengalaman dan kemampuan, serta besarnya perusahaan. Tapi untuk gambaran saja, gajinya akan kita bagi menjadi 3 level disesuaikan dengan pengalaman.

Untuk pengalaman 0 – 2 Tahun gajinya ada di angka Rp4.000.000 hingga Rp7.000.000 per bulan. Kemudian pengalaman 2 -5 Tahun ada di angka Rp6.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan. Terakhir untuk pengalaman lebih dari 10 Tahun gajinya sudah lebih dari Rp10.000.000.

sertifikasii

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi Network Security Analyst?

Untuk mendapatkan Sertifikat Network Security Analyst, kamu harus mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi di sebuah LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang telah memiliki izin resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Mengapa harus yang sudah memiliki izin resmi dari BNSP? Ini untuk memastikan kalau LSP yang kita pilih memang dapat dipercaya dan berkualitas juga materi ujian serta mentor dan pengujinya. Sangat penting untuk memastikan kalau sertifikat yang kita dapatkan itu diakui secara resmi.

Harga Sertifikasi Network Security Analyst dimulai dari Rp1.350.000 dan bisa sampai Rp5.000.000 tergantung dari kebijakan masing masing LSP.

Nah jika kamu tertarik dan membutuhkan solusi cepat namun tetap berkualitas, kamu bisa berkonsultasi ke PT Kombas Digital Internasional dengan menghubungi nomor di bawah ini:

08112829003

Sertifikasi Big Data Scientist

Sertifikasi Big Data Scientist

sertifikasi big data scientist

Sertifikasi Big Data Scientist semakin bertambah peminatnya karena berbagai perusahaan membutuhkan seorang pengolah data masif untuk keperluan strategi baik jangka pendek maupun panjang untuk perusahaan. Nah kita akan mencari tau apa itu dan bagaimana cara mendapatkannya.

Apa itu Big Data Scientist?

Untuk awalan pembahasan kita harus mengetahui apa itu Big Data Scientist. Big Data Scientist adalah seseorang yang bekerja untuk mengolah data besar. Nah mereka akan bekerja mulai dari mengelola data, menyimpan data, dan menganalisis data dengan porsi besar.

Mereka juga akan menjadi analis dari data yang mereka dapat. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan informasi untuk strategi lanjutan yang akan diambil perusahaan.

sertifikasi big data scientist

Data Scientist itu Kerjanya Apa?

Sekarang kita akan membahas apa tugas tugas yang harus dikerjakan oleh seorang Data Scientist. Nah seorang Data Scientist akan bekerja untuk mengumpulkan, menganalisa, mengelola, hingga melaporkan data tersebut.

Jadi, seorang Data Scientist akan mengumpulkan dan mengelola data yang sudah didapatkan dari berbagai sumber (Bisa saja aplikasi, survey, data dari produk tertentu, dan lain lain). Kemudian mereka akan membaca dan menganalisa data tersebut.

Setelah mereka berhasil mengelompokkan data dan menganalisa gambaran nya hingga mampu menemukan sebuah tren, atau pola, atau suatu wawasan dan informasi, mereka akan membuat bentuk laporan yang kemudian akan diteruskan pada tim lain atau bagian perusahaan yang berwenang untuk mengambil kebijakan.

Apakah Data Scientist Harus Bisa Coding?

Untuk menjadi seorang Data Scientist yang handal, skill coding memang diperlukan karena hampir setiap hari seorang Data Scientist. Nah untuk jenis bahasa pemrograman yang biasa digunakan di dunia Data Scientist adalah Python. Alasannya adalah karena Python cukup ramah pemula dan memiliki library yang cukup besar untuk pengolah data.

sertifikasi big data scientist

Data Scientist Lulusan Apa?

Sebagai Big Data Scientist akan sangat membantu jika memiliki gelar dari jurusan tertentu. Ini karena jurusan jurusan tersebut mengajarkan materi yang akan digunakan saat menjadi Big Data Scientist. Nah jurusan jurusan tersebut contohnya:

1. Statistika

Data Scientist akan sering mengelola dan membuat berbagai statistik dari data data yang mereka kumpulkan. Nah jurusan Statistika ini sangat cocok karena bisa dikatakan semua materi yang dipelajari pasti akan digunakan oleh Big Data Scientist.

Hal ini bisa terjadi karena Statistika adalah terusan dari Matematika namun lebih berfokus pada pengolahan data. Di jurusan Statistika materi nya adalah seputar pengumpulan, analisa, dan penyajian data ke bentuk atau bahasa yang bisa dipahami banyak orang.

2. Teknik Informatika

Teknik Informatika mempelajari cara menggunakan teknologi komputer untuk menangani proses pengolahan data secara logika. Selain itu di Teknik Informatika juga mempelajari berbagai prinsip yang berkaitan dengan ilmu komputer dari merancang, mengembangkan, menguji, hingga evaluasi.

Selama menekuni jurusan ini, kamu akan sering mempelajari pemrograman dan komputasi.

3. Sistem Informasi

Selanjutnya adalah jurusan Sistem Informasi. Secara singkat, Sistem Informasi ini menggabungkan bidang komputer dan bisnis dan manajemen. Di jurusan ini akan mempelajari bagaimana memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan dengan merancang sistem yang sesuai.

Nah di jurusan ini selain belajar pemrograman, harus juga mempelajari bagaimana caranya kita mengetahui proses dari bisnis yang berjalan di perusahaan. Jadi harapannya lulusan jurusan ini dapat membuat dan mengembangkan sistem untuk pengolahan data bagi perusahaan.

sertifikasi big data scientist

Data Scientist Gaji Berapa?

Gaji seorang Data Scientist atau Big Data Scientist di Indonesia bisa bervariasi karena tergantung pada banyak faktor mulai dari Lokasi, Besarnya perusahaan, dan kemampuan yang dimiliki. Nah sebagai gambaran saja, di Indonesia gaji seorang Data Scientist dimulai dari Rp6.750.000 hingga Rp9.750.000.

Tentunya kenaikan gaji akan terjadi secara alami mengikuti kemampuan dan pengalaman yang bertambah. Begitu juga dengan bertambahnya tanggung jawab.

Untuk menambah kemampuan dengan cepat, perlu konsistensi dan niat untuk terus belajar karena dunia teknologi berkembang dengan sangat cepat. Selain itu bisa juga dengan mengikuti sertifikasi yang biasanya juga dibekali dengan pelatihan.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi Big Data Scientist?

Untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Big Data Scientist, kamu perlu mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi di sebuah LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). LSP yang dipilih pun tidak boleh sembarangan dan harus yang memiliki izin operasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Ini supaya LSP yang kita pilih bisa dipastikan kualitas materi ujian, mentor, serta pengujinya. Karena BNSP akan melakukan pengecekan sebelum sebuah LSP bisa diberikan izin oleh mereka.

sertifikasii

Sertifikasi BNSP Bayar Berapa?

Setiap LSP memiliki kebijakan masing masing dalam menentukan harga untuk sertifikasi khususnya Sertifikasi Big Data Scientist. Supaya kamu dapat gambarannya, di Indonesia harga sertifikasi nya ada di kisaran Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000.

Kalau kamu tertarik dan butuh solusi cepat tapi jelas berkualitas, kamu bisa konsultasi ke PT Kombas Digital Internasional langsung dengan klik nomor di bawah ini:

08112829003

Sertifikasi Junior Technical Support

Sertifikasi Junior Technical Support

sertifikasi junior technical support

Sertifikasi Junior Technical Support adalah salah satu sertifikasi yang semakin diminati seiring berkembangnya kebutuhan jaringan pada banyak perusahaan. Nah apa itu dan bagaimana cara mendapatkannya?

Apa itu Junior Technical Support?

Untuk pembahasan awal kita akan mencari tau apa itu Junior Technical Support. Nah Junior Technical Support adalah orang yang bertugas dalam perancangan, pemasangan, dan pengelolaan sistem jaringan di sebuah perusahaan/organisasi.

Nah karena masih dalam tahap Junior maka seorang Junior Technical Support akan dibimbing oleh seorang Senior atau tim IT lainnya yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Meskipun masih Junior, peran mereka tetap penting karena mereka bisa menyelesaikan masalah masalah terkait jaringan yang bisa berdampak besar ke kinerja bisnis perusahaan.

sertifikasi junior technical support

Junior Technical Support Kerjanya Apa?

Nah sekarang kita bahas apa tugas dari Junior Technical Support. Jadi, seorang Junior Technical Support akan bertugas dalam membantu menangani masalah masalah yang terkait dengan sistem jaringan. Nah lebih lengkapnya:

Menangani Masalah Teknis Dasar

Untuk tugasnya, seorang Junior Technical Support akan bertugas untuk membantu setiap pengguna yang mengalami kendala pada perangkat lunak yang mereka pakai, atau pada jaringan yang digunakan.

Selain itu mereka juga harus menganalisa dan memperbaiki berbagai masalah teknis yang terjadi pada aplikasi, sistem, atau jaringan yang dialami penggunanya. Nah mereka juga bertanggung jawab untuk menjawab keluhan dan pertanyaan teknis dari pengguna.

Instalasi dan Konfigurasi Perangkat

Seperti yang sudah di bahas di awal, seorang Junior Technical Support akan melakukan pemasangan dan pengaturan untuk jaringan hingga perangkat lunak. Kemudian mereka juga harus aktif mengupdate sistem yang digunakan agar sistem tersebut tetap aman dan optimal.

Selanjutnya mereka juga harus memastikan bahwa setiap perangkat yang akan digunakan bisa berfungsi dengan baik dan optimal. Sebelum sistem tersebut sampai ke tangan pengguna dan digunakan.

Laporan Teknis

Junior Technical Support tidak hanya aktif pada tugas teknis. Mereka juga harus mencatat setiap masalah dan solusi yang diberikan untuk acuan jika terjadi masalah yang sama di masa depan.

Mereka juga akan tetap menghadapi masalah teknis yang lebih kompleks. Namun biasanya mereka hanya perlu melaporkannya pada tim atau seseorang yang lebih senior. Kemudian mereka yang akan menindaklanjuti.

Edukasi Sistem ke Pengguna

Pemberian edukasi juga perlu mereka lakukan. Terutama jika ada sistem atau perangkat baru, maka mereka akan memberikan edukasi atau pelatihan singkat mengenai tata cara penggunaannya.

Tidak lupa juga dengan edukasi lanjutan seperti cara menggunakan sistem atau peangkat perusahaan dengan aman agar tidak terkena phishing.

Kerja Sama dengan Tim IT Lain

Nah jika masalah yang dihadapi ternyata lebih sulit, maka Junior Technical Support akan bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki lebih banyak pengetahuan dan pengalaman.

sertifikasi junior technical support

Bagaimana Cara Menjadi Junior Technical Support?

Untuk menjadi seorang Junior Technical Support sangat dianjurkan untuk memiliki gelar pendidikan di bidang yang memiliki kaitannya. Seperti jurusan jurusan yang memiliki materi yang berkaitan dengan jaringan maupun sistem.

Jurusan Jurusan tersebut contohnya Teknik Informatika yang mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan komputer dan jaringan. Kemudian ada juga jurusan Sistem Informasi yang mempelajari jaringan, bahasa dan analogi komputer, dan database.

Di beberapa perusahaan juga masih menerima lulusan SMK atau D3 namun dengan persyaratan lulusan dari jurusan yang masih berkaitan seperti jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan).

Selain itu, akan sangat bagus jika memiliki Sertifikat sebagai Junior Technical Support.

sertifikasi junior technical support

Berapa Gaji Junior Technical Support?

Gaji seorang Junior Technical Support bisa berbeda beda tergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, kebijakan perusahaan, dan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki. Nah sebagai gambaran saja, di Indonesia gaji seorang Junior Technical Support ada di angka Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000.

Kemungkinan untuk peningkatan gaji akan sangat terbuka lebar jika seorang Junior Technical Support terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan juga dibarengi pengalaman. Kepemilikan sertifikasi juga akan sangat menambah nilai.

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi Junior Technical Support?

Mirip dengan sertifikasi sertifikasi lainnya, Sertifikasi Junior Technical Support juga didapatkan melalui pelatihan dan ujian kompetensi yang diadakan di LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Pastikan untuk memilih LSP yang memiliki izin resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk penunjuk bahwa materi ujian, mentor, dan penguji di LSP tersebut benar benar berkualitas.

sertifikasii

Sertifikasi BNSP Bayar Berapa?

Nah karena sudah mengetahui pentingnya LSP yang memiliki izin resmi BNSP, sekarang kita bahas gambaran kisaran harga Sertifikasi Junior Technical Support.

Untuk harga sertifikasi Junior Technical Support bisa bervariasi tergantung dari kualitas materi dan kebijakan LSP tersebut. Untuk kisaran harga nya dimulai dari Rp500.000 hingga Rp750.000.

Jika kamu membutuhkan solusi cepat dan berkualitas, kamu bisa konsultasi ke PT Kombas Digital Indonesia dengan menghubungi nomor di bawah ini:

08112829003