Bijak dalam E-Marketplace – merupakan salah satu hal yang harus dipelajari lebih dalam. Simak yuk beberapa artikel di bawah untuk informasi tentang mengelola e-marketplace secara bijak.
E-marketplace merupakan salah satu hal yang menguntungkan di dunia komersial.
Salah satunya karena kemudahan yang diberikan oleh fitur yang ada di e marketplace dibanding dengan marketplace offline atau non elektronik marketplace.
Itulah sebabnya e-marketplace memiliki lebih banyak pengunjung dibandingkan dengan pasar tradisional.
Namun cara pengelolaan e-marketplace yang bisa dibilang cukup susah, berbeda dengan pengelolaan pasar pada umumnya. Sehingga menjadikan ini salah satu kekurangan yang ada di e-marketplace.
Dampak E-Marketplace
Mewabahnya e marketplace belakangan ini berdampak pada beberapa aspek, terutama berkaitan dengan perilaku konsumen.
Berikut ini merupakan beberapa dampak yang terjadi akibat munculnya e-marketplace
Malas
E-Marketplace atau pasar online ini menjanjikan sebuah kemudahan dalam hal berbelanja. Hanya dari rumah barang sudah sampai di depan mata.
Di sisi lain, hal ini menjadikan orang-orang semakin malas untuk keluar rumah dan berbelanja di toko offline. Sebab, untuk apa membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk berbelanja yang bisa dilakukan dari rumah.
Pada awalnya, e-marketplace ini diciptakan untuk memudahkan para pebisnis atau pekerja kantor yang tidak memiliki waktu untuk berbelanja secara offline.
Kemudian marketplace mulai mewabah ketika munculnya virus covid-19 pada tahun 2020 lalu.
Adanya pandemi yang mengharuskan seluruh warganya tidak bertemu secara langsung dengan orang-orang, membuat e-marketplace menjadi salah satu alternatif untuk berbelanja bagi seluruh masyarakat.
Walaupun virus ini sudah berakhir, trend belanja di e marketplace masih terus digandrungi.
Masyarakat cenderung berbelanja online yang dirasa lebih mudah dan tidak memerlukan banyak tenaga serta waktu.
Konsumtif atau Boros
Dampak yang selanjutnya adalah perilaku konsumtif atau boros. Mengapa demikian?
Di dalam platform e marketplace, tersedia banyak sekali pilihan barang produk atau jasa yang kalian cari.
Namun di dalam layar tersebut tidak hanya menampilkan produk yang kalian cari. Beberapa produk yang diiklankan dalam e-marketplace juga bisa jadi ditampilkan meskipun kalian tidak mencarinya.
Berbagai macam hal bisa mempengaruhi pikiran kalian untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kalian butuhkan. Mulai dari gambar yang menarik, hingga mungkin promo besar-besaran yang bisa kalian lihat kemudian tertarik.
Selain itu berbelanja di e marketplace juga menyebabkan sifat kecanduan.
Sifat kecanduan tersebut bisa menjadi sifat konsumtif atau boros yang berkelanjutan.
Diskon atau promo maupun fitur-fitur seperti giveaway dan lain-lainnya yang bisa kalian dapatkan di e-marketplace ini menjadi salah satu hal yang bisa mempengaruhi kalian untuk kecanduan.
Punahnya Pasar Offline
Sebenarnya pasar offline masih ramai saja pengunjungnya.
Namun apabila pengunjung e-marketplace dikumpulkan dan dibandingkan dengan pengunjung pasar tradisional, sudah tentu berkali-kali lipat lebih banyak pengunjung e-marketplace.
Hal tersebut karena kita bisa mengunjungi e-marketplace hanya dari rumah, berbeda dengan pasar tradisional.
Di pasar tradisional pun tidak terdapat fitur-fitur yang lebih menarik dibanding dengan fitur di elektronik marketplace. Seperti halnya penawaran harga.
Di pasar tradisional kita menanyakan harga langsung kepada penjual. Lalu apabila harga tersebut dirasa kurang cocok kita menawarnya secara langsung dengan lisan.
Sementara, di e-marketplace, ada fitur yang dinamakan voucher. Voucher ini bisa digunakan untuk memotong sebagian atau beberapa persen dari harga yang tertera pada produk.
Tentunya hal ini lebih menarik perhatian banyak konsumen dibandingkan dengan pasar offline.
Bisa saja di pasar offline kita tidak boleh menawar dengan harga sekian. Akan tetapi di e-marketplace kita langsung tahu berapa harga yang dikurangi setelah menggunakan fitur voucher.
Semakin Maraknya Penipuan
Penipuan merupakan hal yang cukup sering terjadi di e-marketplace. Inilah yang menjadi alasan kamu harus bijak dalam e-marketplace.
Banyak model dari penipuan tersebut. Dimulai dari penipuan barang maupun penipuan uang pembelian atau alat transaksi.
Penipuan barang bisa saja seperti barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan apa yang tertera di gambar. Ataupun masih banyak lagi bisa saja kuantitas yang tidak memenuhi seperti yang dipesan.
Ada juga penipuan yang lebih berbahaya yaitu penipuan alat transaksi atau uang. Mungkin saja setelah transfer mata uang atau alat transaksi, barang tidak dikirimkan.
Oleh karena itu kalian harus tetap waspada dan berhati-hati dalam menggunakan e marketplace.
Selain beberapa dampak di atas ada juga beberapa dampak yang belum disebutkan. Dampak positif juga muncul disebabkan adanya e marketplace ini.
Dampak-dampak tersebut bisa kalian cegah dengan cara bijak dalam menggunakan e marketplace.
Cara Bijak dalam E-Marketplace
Cara Bijak dalam E-Marketplace (freepik.com)
Beberapa tips bijak yang kalian bisa gunakan untuk menghindari kekurangan ataupun dampak yang disebabkan oleh e-marketplace sebagai berikut:
1. Selektif
Dalam memilih barang produk atau apapun itu yang ada di e-marketplace haruslah selektif.
Selektif dalam artian kalian harus benar-benar memilih barang atau produk apa yang kalian butuhkan untuk dibeli.
Selain itu, kalian juga bisa memperhatikan review atau penilaian dari konsumen lain yang telah membeli.
Itu bisa menjadi salah satu hal yang bisa kalian gunakan untuk mencegah dampak buruk dari e-marketplace.
2. Amankan Data Pribadi
Sebelum mendaftar marketplace pastinya kalian harus menambahkan data pribadi berupa akun.
Data pribadi merupakan tanggung jawab dari kalian masing-masing.
Oleh karena itu haruslah diamankan.
3. Jangan Terlalu Tergiur dengan Diskon
Bisa saja diskon malah membuatmu lebih boros. Padahal ada barang-barang lain yang lebih kamu butuhkan untuk dibeli, terutama berkaitan dengan kebutuhan primer.
Itulah beberapa hal yang bisa kalian terapkan untuk menggunakan e-marketplace dengan bijak.
Kalian masih bingung tentang cara pengelolaan marketplace? Yuk kunjungi website kami di kombas.co.id untuk informasi lebih lanjut.
Tips Jualan di Marketplace Facebook – Facebook punya marketplace?? Tentu saja ada dong! Lalu tipsnya apa sih jualan di marketplace Facebook? Yuk simak artikel di bawah.
Mengenal Marketplace Facebook
Facebook merupakan salah satu platform atau aplikasi media sosial yang sudah lama ditemukan.
Hingga kini Facebook masih menjadi salah satu media sosial yang sangat digemari oleh semua kalangan.
Pengguna Facebook berasal dari berbagai kalangan dengan bermacam usia. Mulai dari yang paling mudah hingga orang-orang tua juga pandai menggunakan Facebook.
Facebook ditemukan pada tahun 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg dengan beberapa rekannya.
Tujuan utama dari media sosial ini adalah menghubungkan orang-orang yang menjadi satu dalam satu platform.
Seperti halnya media sosial lainnya, Facebook bisa digunakan untuk mengekspresikan atau memposting beberapa hal tentang diri, kehidupan, minat bakat dan lain-lain.
Nah selain untuk hal-hal di atas, Facebook juga bisa digunakan sebagai marketplace atau tempat untuk memasarkan suatu produk barang atau jasa.
Belum lama ini muncul fitur Facebook marketplace yang bisa ditemui di aplikasi Facebook.
Sama seperti marketplace online lainnya, Facebook marketplace ini bertujuan untuk memasarkan produk.
Karena Facebook merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai penjuru, pastinya marketplace di Facebook akan berpotensi produk Anda dilihat banyak orang.
Oleh karena itu memasarkan barang produk atau jasa di Facebook marketplace berpotensi mendapatkan penjualan yang lebih besar.
Akan tetapi perlu diingat, bahwa hanya 30% dari pengunjung Facebook yang ingin berbelanja.
Sisanya mereka mungkin hanya menggunakan Facebook untuk kegiatan bermedia sosial pada umumnya.
Step by Step Berjualan di Marketplace Facebook
Tips Jualan di Marketplace Facebook (pixabay.com)
Kalian masih bingung gimana cara gunain fitur Facebook marketplace ini?
Ini dia beberapa langkah yang bisa kalian gunakan untuk membuat toko di marketplace Facebook
1. Buat Akun
Akun merupakan hal terpenting yang harus kalian buat sebelum menggunakan aplikasi Facebook.
Walaupun kalian tidak ingin berjualan di marketplace Facebook, kalian juga harus membuat akun Facebook terlebih dahulu.
Misalnya kalian hanya ingin membeli barang di marketplace Facebook, kalian juga harus membuat akun.
2. Buat Toko
Sama seperti berjualan di platform atau aplikasi lainnya, berjualan di aplikasi Facebook juga harus membuat toko terlebih dahulu. Cara membuat toko di marketplace Facebook, cukuplah mudah.
Kalian hanya tinggal memasuki fitur marketplace di Facebook kemudian kalian akan diarahkan oleh Facebook itu sendiri untuk langkah-langkah membuat tokonya.
Gampang sekali bukan?
Namun tak jarang fitur marketplace yang ada di Facebook ini tidak muncul. Mengapa?
Ada beberapa alasan mengapa fitur marketplace di Facebook tidak muncul.
Salah satunya adalah usia. Ketika kalian membuat akun Facebook, pastinya akan dimintai tahun lahir atau umur.
Nah hal ini bisa menjadi alasan kenapa fitur marketplace di Facebook tidak muncul.
Apabila umur kalian terlalu muda, maka Facebook tidak akan memunculkan marketplace di aplikasinya.
Oleh karena itu kalian harus mengganti terlebih dahulu tahun lahir atau usia yang ditambahkan dalam akun Facebook kalian.
Nah sudah bisa dipastikan bahwa fitur marketplace yang ada di Facebook bisa muncul dengan sendirinya.
3. Upload Produk
Setelah kalian membuat toko, tips berjualan di Marketplace Facebook selanjutnya adalah mengupload produk.
Baik produk barang maupun jasa yang akan kalian pasarkan di Facebook marketplace haruslah diupload dengan foto atau gambar.
Jangan lupa juga untuk menambahkan beberapa deskripsi produk dan juga harga.
Selain itu, kalian juga bisa menambahkan beberapa kontak yang bisa dihubungi atau media sosial kalian.
Tujuannya supaya konsumen bisa menghubungi baik di Facebook maupun di kontak yang tertera apabila ada produk yang dirasa kurang jelas.
Namun bagaimana jika kalian memasarkan jasa??
Meskipun produk yang kalian pasarkan berupa jasa, kalian harus tetap memajang atau mengupload layanan tersebut.
Bisa saja berupa gambar tentang proses pembuatannya ataupun hasil jadi dari sebuah jasa tersebut.
Tips Jualan di Marketplace Facebook agar Lebih Laris
Lalu apa saja tips jualan di marketplace Facebook supaya lebih laris dan menarik banyak konsumen??
Berikut ini beberapa tips yang bisa kalian gunakan untuk membangun ketertarikan konsumen terhadap produk barang atau jasa kalian yang dipasarkan di marketplace Facebook:
1. Buat Foto Menarik
Tidak cuma di Facebook, foto menarik memang merupakan salah satu komponen terpenting dalam kegiatan berjualan secara online di manapun.
Apalagi Facebook merupakan salah satu media sosial, pastinya orang-orang akan lebih senang jika melihat foto dengan kualitas yang tinggi.
2. Masuk ke Grup Chat Facebook Sesuai dengan Produk
Nah ini merupakan salah satu tips yang tak kalah penting apabila kalian ingin memasarkan produk di Facebook marketplace.
Masuk ke dalam grup yang sesuai dengan produk yang kalian pasarkan akan memudahkan beberapa konsumen untuk melihat produk kalian.
Sebab, seperti yang kita ketahui, grup merupakan tempat berkumpulnya calon konsumen di internet. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa produk kalian berpotensi dilihat oleh banyak orang.
3. Terima Setiap Inbox yang Masuk
Inbox atau pesan dari Facebook biasanya digunakan untuk komunikasi antara penjual dan pembeli di marketplace Facebook.
Jadi kalian sebagai penjual harus membalas atau menerima inbox dari konsumen.
Masih bingung tentang marketplace Facebook? Atau kalian butuh jasa pengelolaan marketplace?
Yuk segera kunjungi website kami di kombas.co.id untuk informasi lebih lanjut.
Jasa Review Shopee – Menjadi salah satu alasan naiknya nama marketplace yang satu ini di antara marketplace lainnya.
Pasar online atau marketplace online yang mewabah berbarengan dengan adanya virus Covid 19 yang terjadi tahun 2020 silam, menjadikan banyak orang kreatif yang menciptakan aplikasi atau platform untuk berjualan secara online.
Peminat dari marketplace online juga sangat banyak hingga mengalahkan pasar tradisional atau pasar offline.
Hal ini terjadi karena kemudahan yang ditawarkan oleh marketplace online sangat menggiurkan.
Di mana kita hanya menyentuh gambar di handphone atau gawai, barang yang kita inginkan sudah bisa diantar sampai depan pintu rumah.
Mengenal Marketplace Shopee
Shopee merupakan salah satu marketplace yang memiliki peminat lebih tinggi dibandingkan dengan marketplace lain di Indonesia.
Alasan mengapa marketplace ini lebih tinggi tingkat minatnya dibandingkan dengan marketplace lain yang tidak diketahui secara pasti.
Dari segi fitur dan juga tampilan maupun diskon yang ditawarkan, Shopee tidak jauh berbeda dengan marketplace online lainnya.
Menurut data yang dihimpun iPrice, pada kuartal II 2022 Shopee memiliki rata-rata 131,3 juta pengunjung website per bulan.
Boomingnya marketplace online Shopee belakangan ini menjadi kesempatan bagi para pemilik usaha dari yang besar hingga UMKM.
Semakin banyak orang yang mengunjungi marketplace Shopee untuk membeli atau mencari barang, semakin banyak pula pemilik usaha yang melihat peluang di situ.
Berbagai macam hal yang ditawarkan di shopee. Mulai dari makanan, pakaian, perabot rumah tangga, dan masih banyak kebutuhan lainnya yang bisa tersedia di shopee.
Banyaknya penjual yang ada di marketplace Shopee menjadikan persaingan antar penjual sangat tinggi.
Oleh karena itulah, para penjual melakukan berbagai macam cara agar toko mereka bisa naik dan lebih menarik dibanding tokoh lain.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara review. Review merupakan salah satu bentuk iklan yang tidak benar-benar nyata.
Alias review merupakan iklan namun tidak semata mata di tampilkan sebagai promosi ajang.
Review berisikan deskripsi produk dan juga berbagai ulasan yang menampilkan kelebihan maupun kekurangan produk, yang salah satu fungsinya dapat menarik perhatian calon konsumen lainnya.
Fake Order Shopee
Fake Order Shopee (freepik.com)
Selain jasa review Shopee, ada banyak cara lagi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan di marketplace shopee.
Salah satunya adalah pesanan palsu. Mungkin istilah ini masih kurang terdengar di telinga para orang yang tidak berkecimpung dalam usaha online.
Fake order merupakan salah satu cara yang biasa di lakukan oleh para pemilik toko di shopee.
Fake order adalah suatu proses yang dilakukan oleh pihak jasa terkait untuk melakukan pemalsuan transaksi jual beli.
Terkesan aneh dan curang tetapi cara ini cukup efektif untuk menaikkan angka penjualan yang akan di tampilkan di halaman shopee.
Semakin banyak angka pembelian yang ditampilkan maka semakin banyak pula konsumen yang tertarik, karena mereka percaya bahwa sudah banyak orang yang menggunakan produk atau jasa di toko tersebut.
Alasan Jasa Fake Order Berbahaya
Di samping semua keuntungan yang diberikan, fake order merupakan salah satu hal yang BERBAHAYA di dalam suatu platform penjualan online termasuk shopee.
Mengapa demikian? Inilah beberapa alasan mengapa FAKE ORDER TIDAK DISARANKAN:
Melanggar aturan marketplace
Aturan marketplace yang mengharuskan bersaing secara sehat. Dengan adanya fake order, aturan marketplace tidak berlaku.
Sebab, bisa saja sebuah toko baru di marketplace sudah bisa mengalahkan toko yang sudah lama ada dan menghasilkan banyak penjualan.
Risiko utama yang akan di dapat apabila terdeteksi melakukan fake order di shopee, maka shopee akan membekukan atau memblokir toko.
Menipu konsumen atau calon konsumen
Biasanya konsumen yang akan membeli, melihat terlebih dahulu ulasan atau rating dan angka penjualan yang tertera.
Apabila menggunakan fake order maka konsumen akan percaya barang tersebut berkualitas tinggi.
Akan tetapi, apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen itu akan berakibat fatal. Konsumen akan memberikan feedback yang buruk pada toko.
Tindakan hukum
Fake order sendiri tergolong sebagai salah satu bentuk penipuan kepada khalayak.
Maka apabila ketahuan menggunakan fake order di platform apapun, bisa di proses secara hukum. Ngeri banget gak sih.
Cara Meningkatkan Ulasan melalui Jasa Review Shopee
Meningkatkan Penjualan Marketplace Shopee (freepik.com)
Meningkatkan ulasan atau review di Shopee tidak harus menggunakan cara yang curang, masih banyak cara lagi untuk meningkatkan ulasan atau review baik yang bisa di gunakan untuk menarik hati calon konsumen.
Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan ulasan di Shopee:
Tingkatkan kualitas produk
Beri foto produk yang sesuai dengan aslinya
Beri tahu manfaat produk dan cara benar menggunakan nya agar konsumen paham dan rasakan khasiatnya
Berikan pelayanan yang prima
Itulah beberapa artikel mengenai jasa review shopee. Apabila kalian membutuhkan jasa tersebut. Tenang aja segera kunjungi website kombas.co.id untuk informasi lebih lengkap.
Pasar B2B – masih terdengar asing bukan? Apa sih itu pasar B2B yuk simak artikel di bawah.
Meskipun bagi para marketer atau pelaku bisnis memang istilah B2B memang tidak asing, tapi bagi orang awam masih kurang mengenal istilah ini.
Mengenal Istilah Pasar B2B
Pengertian B2B menurut ahli Miletsky dan Smith (2009) adalah proses bisnis marketing dalam menjual produk dan jasa kepada perusahaan lain. Karena barang yang diperjualbelikan bukan barang konsumen atau barang jadi, transaksi bisnis B2B biasanya lebih besar dibanding B2C atau C2B.
Pasar B2B atau bisnis to bisnis merupakan salah satu strategi pasar atau transaksi yang dilakukan antar bisnis dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya.
Tentu saja pasar B2B ini berbeda dengan pasar pada umumnya atau pasar B2C (bisnis to customer).
Jika pasar B2C yang langsung memasarkan produk kepada konsumen atau pelanggan sedangkan pasar B2B memasarkan produk kepada perusahaan lainnya.
Hal-hal yang dipasarkan berupa produk yang nantinya akan dijadikan menjadi modal bagi perusahaan pembeli.
Misalnya seperti suku cadang, bahan mentah hingga beberapa hal lainnya yang bisa diolah kembali untuk jual langsung kepada konsumen bagi perusahaan.
Target marketing bagi pelaku bisnis B2B adalah sesama perusahaan oleh karena itu pasar melibatkan beberapa pelaku lainnya seperti produsen grosir dan pengecer.
Contoh Pasar Business to Business
Contoh Pasar B2B (freepik.com)
Sebenarnya banyak sekali pasar B2B yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Namun biasanya kita tidak sadar akan pasar B2B tersebut karena kita belum mengetahui definisi dari pasar B2B itu.
Berikut ini merupakan beberapa contoh dari pasar B2B.
1. Pemasok Bahan Baku
Banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang termasuk bahan baku.
Perusahaan ini menyediakan stok bahan baku yang nantinya akan diolah kembali oleh perusahaan lain untuk dijadikan suatu produk barang yang nantinya akan diserahkan kepada customer atau konsumen.
Jenis perusahaan ini biasanya mengambil langsung bahan baku dari sumbernya kemudian mengolahnya untuk menjadi bahan setengah jadi dan diolah kembali menjadi produk barang jadi.
Perusahaan pemasok bahan baku harus bekerja sama dengan beberapa komponen lainnya seperti komponen distribusi yang akan digunakan sebagai penyalur dari perusahaan ke perusahaan lain.
Di Indonesia, contoh perusahaan pemasok bahan baku misalnya perusahaan karet. Perusahaan ini mengumpulkan stok getah karet dari kebun atau petani langsung.
Kemudian perusahaan karet akan membuat karet siap diolah yang nantinya akan disalurkan kepada perusahaan lain untuk membuat barang-barang yang dibutuhkan oleh para konsumen atau pelanggan.
Misalnya karet yang diolah menjadi ban motor. Berarti perusahaan pemasok karet harus menyalurkan karet mentah yang siap diolah tersebut kepada perusahaan pembuat ban motor. Nantinya perusahaan ban motor tersebut langsung menyalurkan ban motor kepada konsumen.
2. Cleaning Service
Jangan salah, cleaning service merupakan salah satu contoh dari perusahaan yang bergerak di bidang B2B.
Mengapa demikian? Karena seorang cleaning service bekerja pada perusahaan induk yang menaungi cleaning service tersebut.
Namun nantinya seorang cleaning service akan bekerja pada perusahaan lain atau kantor-kantor lainnya.
Jadi perusahaan naungan cleaning service tersebut menjalankan bisnis berupa B2B. Disebut demikian karena seorang cleaning service tidak langsung bekerja pada konsumen.
Selain cleaning service ada juga beberapa bidang pekerjaan yang menjalankan dengan prosedur yang sama seperti halnya ojek online maupun tukang service.
3. Perusahaan Jasa Pengelolaan Website
Biasanya perusahaan penyedia jasa website ini memperkerjakan para pegawai pembuat websitenya atau pengelolanya bekerja pada perusahaan lain.
Namun pegawai pembuatan atau pengelola tetap bekerja pada perusahaan jasa tersebut.
Jadi bisa dipastikan bahwa pengelolaan website merupakan salah satu perusahaan bisnis yang bergerak dengan cara B2B.
4. Jasa Iklan
Penyedia jasa iklan juga merupakan salah satu bentuk bisnis berupa B2B karena pegawai yang membuat iklan tersebut membuat iklan untuk perusahaan lain. Namun dia bekerja di bawah naungan penyedia jasa iklan.
5. Jasa Pengelolaan Marketplace
Jasa pengelolaan marketplace juga bisa dikatakan termasuk pasar B2B. Sama dengan halnya jasa iklan ataupun jasa-jasa lainnya yang bekerja kepada perusahaan lain tapi di bawah naungan perusahaan tersebut.
Sebenarnya masih loh banyak lagi perusahaan yang bergerak di bidang B2B. Namun pada dasarnya perusahaan B2B ini adalah salah satu perusahaan yang banyak terdapat di Indonesia.
Kebanyakan perusahaan B2B ini bergerak dalam bidang jasa. Namun ada beberapa juga perusahaan yang bergerak di bidang pemasok barang atau yang biasa disebut dengan supplier.
Perusahaan jasa biasanya menaungi beberapa pegawai yang memiliki skill khusus untuk di bidang jasa. Kemudian mempekerjakan pegawai tersebut kepada perusahaan lain namun tetap di bawah naungan perusahaan itu.
Beberapa pihak-pihak yang terlibat dalam pasar B2B ini. Seperti halnya pemasok, produsen, distributor dan masih banyak lainnya.
Cara mengelola marketplace – kalian punya marketplace tapi belum bisa kelola? Yuk simak beberapa tips dibawah.
Mungkin sebagian dari kalian mempunyai marketplace online tapi masih belum bisa mengelolanya dengan baik.
Hal ini karena memang memang cara mengelola marketplace online lebih ribet dibandingkan dengan mengelola marketplace offline.
Fitur-fitur yang bervariasi di dalam marketplace online menjadikan kesulitan tersendiri bagi marketer online.
Berbeda dengan marketer offline yang hanya tinggal menyusun barang di dalam toko. Marketplace online membutuhkan beberapa hal pembantu selain tatanan barang dalam halaman utama.
Misalnya seperti deskripsi, banner, daftar harga, dan masih banyak lagi hal yang harus diperhatikan untuk mengelola marketplace online.
Langkah Awal Berjualan dan Cara Mengelola Marketplace
Cara Mengelola Marketplace (freepik.com)
Kalian mempunyai produk yang akan dipasarkan di marketplace online? Tapi belum tahu caranya gimana untuk pertama kali berjualan di marketplace online?
Yuk sini ada beberapa penjelasannya.
1. Buat Akun
Ya seperti yang kita semua ketahui, akun merupakan salah satu hal terpenting yang akan dijadikan sebagai pondasi untuk memulai suatu toko di marketplace online.
Sebab, akun menjadi identitas diri ataupun pemilik usaha di marketplace online itu. Tanpa adanya akun, kalian tidak bisa memulai berjualan ataupun membeli produk barang atau jasa di marketplace online.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat akun salah satunya adalah privasi.
Privasi ini bisa dilakukan karena mencegah terjadinya kejahatan yang akan mengintai kalian di marketplace online.
Cara memperkuat privasi di marketplace online salah satunya adalah dengan sandi.
Sandi merupakan kunci untuk memasuki suatu akun. Seseorang yang tidak memiliki kunci atau sandi tersebut tidak akan bisa memasuki akun marketplace kalian.
Beberapa hal juga harus diperhatikan dalam membuat sandi.
Sandi haruslah merupakan suatu kombinasi antara huruf dan angka serta simbol yang bisa digunakan untuk memperkuat keamanan dari akun kalian.
Namun satu yang harus diingat, kalian harus mengingat sandi tersebut. Jika tidak, kalian akan kehilangan akun marketplace kalian.
2. Buat Toko di Marketplace
Langkah kedua sebelum berjualan di marketplace online adalah dengan membuat toko.
Nah toko inilah yang nantinya akan digunakan sebagai media untuk menjual produk barang atau jasa kalian di marketplace online sama seperti di marketplace offline.
Toko yang dibuat haruslah memberikan tampilan yang menarik. Pelanggan atau konsumen biasanya melihat tampilan toko terlebih dahulu sebelum melihat produk barang atau jasa.
Apabila tampilan toko kalian kurang menarik, maka pelanggan atau konsumen jarang bisa berlama-lama di toko kalian.
Hal-hal pembantu yang bisa kalian gunakan untuk membuat toko kalian semakin menarik salah satunya adalah dengan banner atau foto sampul.
Foto sampul atau banner ini bisa digunakan untuk menginformasikan produk barang atau jasa apa yang kalian tawarkan dan juga desain yang unik dan menarik akan membuat tampilan toko kalian semakin cantik.
3. Pajang Produk
Baik produk barang maupun jasa haruslah ditampilkan di dalam toko di marketplace online.
Karena pembeli pastinya akan melihat gambar dari produk barang atau jasa di toko kalian sebelum membelinya.
Sama seperti tampilan toko yang harus menarik, foto produk juga haruslah berkualitas.
Percuma saja jika tampilan toko kalian menarik dan unik namun foto produknya buruk dan berkualitas rendah itu akan menyebabkan toko kalian kurang diminati oleh para konsumen.
Kalian bisa memanfaatkan jasa fotografi untuk memfoto produk kalian.
Sistem fotografi biasanya juga menyediakan jasa desain atau editing foto agar membuat tampilan produk kalian di marketplace semakin menarik lagi.
4. Mengelola Marketplace dengan Menambahkan Iklan
Iklan merupakan salah satu hal yang terpenting untuk mempromosikan suatu barang produk atau jasa di suatu toko baik online maupun offline.
Dengan kata lain, untuk memperkenalkan produk kalian di hadapan khalayak umum diperlukanlah iklan.
Iklan akan membantu mempertontonkan produk barang atau jasa kalian di depan khalayak umum agar lebih diketahui oleh orang ramai.
Ikan bisa kalian pajang di media sosial ataupun platform platform lainnya yang biasanya dikunjungi oleh banyak orang.
Beberapa situs bisa memajang iklan kalian dengan cara yang tidak gratis. Tapi tenang saja ada beberapa cara untuk memajang iklan kalian secara gratis. Contohnya melalui media sosial.
Melalui media sosial kalian bisa mengiklankan produk barang atau jasa kalian tanpa harus membayar mahal.
Kalian hanya cukup memfoto beberapa produk atau mengenalkan toko kalian kepada khalayak umum di media sosial itu juga sudah termasuk bisa dikatakan iklan.
5. Beri Diskon
Tips selanjutnya untuk berjualan di marketplace adalah dengan cara memberi diskon.
Diskon atau potongan harga bisa kalian manfaatkan sebagai strategi untuk mempromosikan dan menarik awareness konsumen terhadap barang dan jasa.
Fitur yang terdapat di marketplace online biasanya sudah terdapat fitur untuk mendiskon.
Jadi kalian tidak usah memberikan deskripsi tentang diskon tersebut.
Dengan adanya diskon pelanggan atau konsumen bisa merasa bahwa produk yang kalian pasarkan lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran lainnya.
Itu dia merupakan beberapa tips untuk langkah awal berjualan dan cara mengelola marketplace.
Kalian masih butuh jasa pengelolaan marketplace online? Yuk segera hubungi website kami di kombas.co.id untuk informasi dan pemesanan lebih lanjut.
Recent Comments