
Bagaimana Membuat Visual Storytelling di Sosial Media? Panduan Lengkap untuk Bisnis
Bagaimana Membuat Visual Storytelling di Sosial Media? Panduan Lengkap untuk Bisnis!-Dalam dunia digital yang semakin berkembang, konten visual tidak lagi sekadar hiasan. Visual kini menjadi senjata utama untuk menyampaikan pesan, menarik perhatian, bahkan membangun kedekatan emosional dengan audiens. Lalu, bagaimana membuat visual storytelling di sosial media?
Visual storytelling ialah suatu seni dengan penyampaian cerita melalui visual gambar, video, ilustrasi, atau desain grafis dengan ujuan agar pesan lebih mudah diresapi audiens. Di media sosial, teknik ini terbukti mampu meningkatkan engagement, memperkuat branding, dan mendorong audiens untuk lebih percaya pada produk atau layanan yang ditawarkan.
Artikel ini akan membahas strategi lengkap bagaimana membuat visual storytelling di sosial media yang menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Mengapa Visual Storytelling Penting di Sosial Media?
Sebelum menjawab detail bagaimana membuat visual storytelling di sosial media, mari pahami dulu alasan mengapa teknik ini sangat penting:
- Mudah Dipahami: 90% informasi yang diterima oleh otak manusia adalah visual. Konten bergambar atau video juga tentunya akan lebih cepat diproses dibanding teks panjang.
- Meningkatkan Engagement: Postingan dengan visual menarik mendapatkan lebih banyak like, komentar, dan share.
- Membangun Emosi: Visual storytelling bisa menghubungkan audiens dengan brand melalui cerita yang relevan.
- Meningkatkan Brand Awareness: Desain konsisten dengan identitas brand akan lebih mudah diingat audiens.
Bagaimana Membuat Visual Storytelling di Sosial Media?
Nah, kita masuk ke inti pembahasan: bagaimana membuat visual storytelling di sosial media? Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan:
1. Tentukan Cerita yang Ingin Disampaikan
Misalnya:
- Cerita perjalanan brand dari awal berdiri hingga sukses.
- Cerita kepuasan pelanggan setelah memakai produk.
- Cerita tentang promo spesial yang ingin disampaikan.
Tanpa cerita, visual hanya akan menjadi gambar biasa.
2. Kenali Target Audiens
Cerita harus sesuai dengan siapa yang akan melihatnya. Audiens anak muda, misalnya, lebih menyukai visual colorful dan fun, sementara audiens profesional cenderung menyukai desain elegan dengan warna netral.
3. Gunakan Warna yang Mencerminkan Emosi
Warna memiliki kekuatan untuk membangun emosi. Contoh:
- Merah → Semangat, energi, dan urgensi.
- Hijau → Pertumbuhan, segar, alami.
- Biru → Profesional, tenang, dan terpercaya.
4. Visual Harus Konsisten dengan Branding
Branding yang konsisten akan memperkuat identitas bisnis. Gunakan logo, tipografi, dan palet warna yang sama di setiap postingan.
5. Sertakan Elemen Visual yang Berkualitas
Gunakan foto atau ilustrasi dengan resolusi tinggi. Hindari gambar buram atau asal comot dari internet, karena akan merusak kredibilitas brand.
6. Buat Alur Visual yang Jelas
Ceritakan sesuatu secara bertahap. Misalnya:
- Slide pertama: Masalah yang dialami audiens.
- Slide kedua: Solusi yang ditawarkan produkmu.
- Slide terakhir: Call to action untuk membeli.
7. Gunakan Tipografi yang Mudah Dibaca
Font yang rumit akan menyulitkan audiens. Pilih font yang sederhana, profesional, dan sesuai dengan gaya brand.
8. Tambahkan Call to Action (CTA)
Visual storytelling tanpa CTA akan terasa kurang maksimal. CTA bisa berupa:
- “Beli Sekarang”
- “Coba Gratis Hari Ini”
- “Hubungi Kami di WhatsApp”
9. Optimalkan Format untuk Setiap Platform
Visual storytelling di Instagram feed tentu berbeda dengan Instagram story, TikTok, atau Facebook ads. Sesuaikan format, ukuran, dan gaya agar pesan tersampaikan dengan baik.
Contoh Visual Storytelling yang Efektif di Sosial Media
👉 Sebuah brand skincare ingin meluncurkan promo.
- Slide 1: Foto wajah kusam dengan teks “Kulit kusam bikin nggak percaya diri?”
- Slide 2: Gambar produk skincare dengan cahaya terang dan teks “Solusi untuk kulit glowing alami.”
- Slide 3: Testimoni pelanggan dengan wajah cerah dan senyum lebar.
- Slide 4: CTA “Dapatkan diskon 50% hari ini, klik link di bio!”
Contoh ini jelas menunjukkan alur cerita: masalah → solusi → bukti → ajakan bertindak.
Kesalahan Umum dalam Membuat Visual Storytelling
Banyak bisnis yang gagal dalam visual storytelling karena melakukan kesalahan berikut:
❌ Terlalu banyak teks dalam desain.
❌ Tidak ada alur cerita yang jelas.
❌ Warna tabrakan dan menyakitkan mata.
❌ Tidak konsisten dengan branding.
❌ Tidak menambahkan call to action.
Hindari kesalahan ini agar visual storytelling yang kamu buat lebih efektif dan profesional.
Bagaimana Jika Kamu Tidak Bisa Mendesain?
Memahami teori saja tidak cukup. Butuh skill desain, kreativitas, dan waktu untuk membuat visual storytelling yang benar-benar menarik.
📲 Hubungi kami sekarang di 0811-2829-003
📸 Follow Instagram: @digitalagency.purwokerto
Bersama tim kreatif Kombas, kamu bisa fokus mengembangkan bisnismu tanpa ribet memikirkan desain.
Recent Comments