Bagaimana Cara Membuat Video Soft Selling? Panduan Lengkap untuk Pemula
Bagaimana Cara Membuat Video Soft Selling? Panduan Lengkap untuk Pemula!-Dalam dunia digital marketing, video telah menjadi salah satu media paling efektif untuk menarik perhatian audiens. Namun, tidak semua video promosi harus bersifat langsung (hard selling) yang terkesan memaksa calon pelanggan membeli produk. Saat ini, pendekatan yang lebih halus dan persuasif, yakni video soft selling, terbukti lebih efektif membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Banyak pelaku bisnis pemula yang masih bertanya-tanya, bagaimana cara membuat video soft selling? Apakah harus menggunakan teknik khusus? Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari konsep dasar, strategi, hingga tips praktis agar video soft selling Anda mampu menarik perhatian tanpa membuat audiens merasa digiring untuk membeli.
Apa Itu Video Soft Selling?
Soft selling adalah teknik penjualan yang dilakukan dengan melakukan pendekatan secara halus, tidak langsung, dan lebih mengutamakan untuk membangun suatu hubungan yang emosional dengan para calon pelanggan. Dalam konteks video, soft selling lebih menekankan cerita, edukasi, dan inspirasi dibanding sekadar menonjolkan produk.
Contohnya:
Video tentang gaya hidup sehat yang kemudian diakhiri dengan menampilkan sebuah produk vitamin.
Video edukasi tentang cara bagaimana untuk mengatur keuangan dengan menyebut aplikasi keuangan tertentu sebagai sebuah solusi.
Video kisah inspiratif pelanggan yang terbantu oleh produk atau layanan Anda.
Dengan pendekatan ini, audiens merasa lebih nyaman karena tidak ditekan untuk membeli, melainkan diajak memahami nilai dari produk Anda.
Mengapa Soft Selling Efektif di Era Digital?
Sebelum masuk ke pembahasan utama tentang bagaimana cara membuat video soft selling, penting untuk memahami alasan mengapa teknik ini efektif:
Membangun kepercayaan Audiens lebih percaya pada brand yang memberikan nilai terlebih dahulu, bukan hanya fokus menjual.
Tidak membuat penonton merasa terganggu Hard selling cenderung membuat orang lebih cepat dalam skip, sementara soft selling memberikan pengalaman pada menonton yang cukup menyenangkan.
Lebih cocok untuk era konten digital Di media sosial, audiens mencari hiburan, informasi, dan inspirasi. Soft selling mampu masuk ke ruang ini tanpa terlihat “jualan banget”.
Bagaimana Cara Membuat Video Soft Selling?
Setelah memahami konsepnya, berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti.
1. Tentukan Tujuan Video
Langkah awal adalah memastikan tujuan yang ingin dicapai. Apakah untuk brand awareness, edukasi, atau meningkatkan kepercayaan audiens? Tujuan ini dapat memengaruhi gaya cerita dan visual yang digunakan.
2. Kenali Target Audiens
Mengetahui siapa audiens Anda adalah kunci. Misalnya:
Jika targetnya generasi muda, buat video dengan gaya santai dan penuh kreativitas.
Jika targetnya seorang yang sudah profesional, gunakan visual yang lebih elegan dan pesan yang lugas.
Dengan memahami audiens, Anda bisa lebih mudah menjawab pertanyaan, bagaimana cara membuat video soft selling yang tepat sasaran?
3. Gunakan Storytelling
Cerita adalah elemen utama dalam soft selling. Orang lebih mudah mengingat cerita dibanding iklan langsung. Gunakan teknik storytelling dengan alur:
Masalah: tampilkan permasalahan nyata yang dialami audiens.
Solusi: tunjukkan cara mengatasinya.
Produk sebagai penolong: hadirkan produk Anda sebagai bagian dari solusi tanpa memaksakan.
Contoh: Video kisah ibu rumah tangga yang kesulitan mengatur keuangan lalu terbantu dengan aplikasi finansial.
4. Fokus pada Manfaat, Bukan Produk
Jangan langsung menonjolkan fitur produk. Alih-alih berkata “produk ini punya spesifikasi tinggi”, lebih baik tunjukkan bagaimana produk itu membuat hidup audiens lebih mudah.
Misalnya: Alih-alih memperlihatkan langsung smartphone dengan kamera 50 MP, tunjukkan momen yang berharga dengan keluarga yang terekam indah dan jelas dengan kamera tersebut.
5. Pilih Visual yang Relevan
Visual memegang peranan penting dalam video soft selling. Gunakan warna, tone, dan gaya yang sesuai dengan identitas brand. Pastikan visual dapat membantu dalam menyampaikan cerita, bukan hanya sekadar hiasan.
6. Gunakan Musik yang Mendukung Emosi
Musik bisa memperkuat pesan emosional. Pilih musik yang sesuai dengan suasana cerita: ceria, hangat, atau penuh semangat. Dengan begitu, pesan soft selling lebih menyentuh audiens.
7. Tambahkan Call to Action Secara Halus
Meski tidak menjual secara langsung, tetap penting untuk mengarahkan audiens ke langkah berikutnya. Gunakan CTA yang halus seperti:
“Pelajari lebih lanjut di website kami.”
“Download aplikasinya gratis sekarang.”
“Ikuti tips lain di akun media sosial kami.”
Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Video Soft Selling
Agar video Anda benar-benar efektif, hindari kesalahan berikut:
Terlalu fokus pada produk hingga cerita jadi terkesan dipaksakan.
Pesan tidak jelas, membuat audiens bingung tentang inti cerita.
Visual berlebihan, yang justru menutupi pesan utama.
Durasi terlalu panjang sehingga audiens cepat bosan.
Contoh Video Soft Selling yang Efektif
Brand minuman kesehatan membuat video edukasi tentang gaya hidup sehat dengan selipan produk di akhir.
Startup keuangan menghadirkan kisah nyata pengusaha kecil yang terbantu dengan aplikasi mereka.
Perusahaan teknologi membuat video tips produktivitas sambil memperkenalkan software mereka.
Semua contoh ini menunjukkan bahwa soft selling bisa dilakukan tanpa membuat audiens merasa dijualin secara berlebihan.
Membuat video soft selling membutuhkan strategi yang matang, mulai dari penentuan tujuan, pemahaman audiens, hingga penggunaan storytelling yang kuat. Dengan pendekatan ini, produk atau layanan tidak dipaksakan, melainkan hadir sebagai solusi yang relevan bagi audiens.
Jadi, jika Anda masih bertanya bagaimana cara membuat video soft selling?, jawabannya adalah dengan menghadirkan cerita yang menyentuh, visual yang mendukung, dan pesan yang memberikan nilai lebih bagi penonton.
👉 Ingin belajar lebih dalam atau butuh bantuan membuat video soft selling profesional untuk bisnis Anda? Hubungi kami di WhatsApp 0811-2829-003 atau follow Instagram @digitalagency.purwokertountuk konsultasi dan layanan terbaik dalam pembuatan video digital!
Apa Contoh Storytelling Sederhana untuk Video Marketing?
Apa Contoh Storytelling Sederhana untuk Video Marketing?-Dalam dunia digital, video marketing menjadi salah satu strategi paling efektif untuk menarik perhatian audiens. Namun, banyak pebisnis yang hanya fokus pada kualitas visual dan editing, sementara mereka melupakan kekuatan cerita di balik video. Padahal, storytelling adalah elemen penting agar pesan yang disampaikan bisa lebih mudah diingat dan menyentuh hati penonton. Lalu, apa contoh storytelling sederhana untuk video marketing?
Artikel ini akan membahas pentingnya storytelling dalam video marketing, bagaimana membuat cerita yang sederhana namun efektif, hingga contoh-contoh yang bisa Anda gunakan untuk bisnis.
Mengapa Storytelling Penting dalam Video Marketing?
Sebelum membahas apa contoh storytelling sederhana untuk video marketing, mari pahami dulu mengapa storytelling itu penting:
Membangun koneksi emosional Orang lebih mudah mengingat cerita daripada sekadar data atau angka.
Membuat konten lebih menarik Video dengan cerita sederhana bisa membuat penonton betah hingga akhir.
Meningkatkan brand awareness Cerita yang konsisten dengan nilai brand akan membantu audiens lebih mudah mengenali identitas bisnis Anda.
Mendorong tindakan (CTA) Jika cerita menyentuh, penonton lebih mudah tergerak untuk membeli produk atau menggunakan jasa.
Apa Contoh Storytelling Sederhana untuk Video Marketing?
Storytelling tidak harus rumit. Cukup dengan ide sederhana, Anda bisa menciptakan video marketing yang kuat. Berikut beberapa contoh storytelling yang bisa diterapkan:
1. Cerita Perjalanan Pelanggan
Salah satu contoh storytelling sederhana untuk video marketing adalah menggambarkan perjalanan pelanggan sebelum dan sesudah menggunakan produk.
Awal: Pelanggan mengalami masalah, misalnya sulit menemukan skincare yang cocok.
Tengah: Ia menemukan produk Anda.
Akhir: Setelah rutin dipakai, kulit wajah jadi lebih sehat dan percaya diri meningkat.
Storytelling ini sederhana, tapi efektif karena banyak orang bisa relate dengan situasi tersebut.
2. Cerita Sehari-hari
Ambil kisah dari kehidupan sehari-hari yang dekat dengan audiens. Misalnya, video tentang seorang ibu yang sibuk menyiapkan sarapan untuk anak, lalu menggunakan produk makanan instan sehat dari brand Anda.
Storytelling ini membuat produk Anda lebih terasa nyata dan mudah diterapkan dalam kehidupan audiens.
3. Cerita Inspirasi atau Motivasi
Contoh lain adalah cerita inspiratif, seperti kisah seorang pemuda yang berusaha keras membangun usaha kecil. Dengan bantuan layanan digital marketing atau aplikasi tertentu, usahanya berkembang pesat.
Jenis storytelling ini memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan peran produk dalam keberhasilan seseorang.
4. Cerita Lucu dan Ringan
Jika audiens Anda anak muda, storytelling dengan humor bisa sangat efektif. Misalnya, video pendek tentang seseorang yang salah paham karena tidak menggunakan aplikasi komunikasi tertentu, lalu masalahnya terselesaikan setelah menggunakan produk Anda.
Humor ringan dapat membuat brand lebih mudah diingat.
5. Cerita Testimoni Nyata
Testimoni pelanggan juga bisa dijadikan storytelling. Cukup ambil rekaman singkat pelanggan yang bercerita pengalaman mereka menggunakan produk. Cerita nyata lebih mudah dipercaya dan bisa meningkatkan kredibilitas bisnis.
Struktur Storytelling dalam Video Marketing
Agar lebih jelas, mari kita bahas struktur sederhana dalam storytelling untuk video:
Hook (Pembuka yang Menarik) Gunakan pertanyaan, masalah, atau adegan yang langsung membuat orang penasaran.
Masalah Tunjukkan tantangan yang dihadapi tokoh dalam cerita.
Solusi Hadirkan produk atau jasa Anda sebagai solusi.
Hasil Perlihatkan perubahan positif yang terjadi setelah menggunakan produk.
Call to Action (CTA) Arahkan audiens untuk membeli produk, menghubungi bisnis, atau mengikuti media sosial.
Tips Membuat Storytelling Sederhana untuk Video Marketing
Kenali audiens – pahami siapa target Anda, apa masalah mereka, dan bagaimana produk bisa membantu.
Gunakan bahasa sederhana – jangan terlalu formal, buat seolah bercerita pada teman.
Durasi singkat – video ideal untuk storytelling biasanya 30 detik hingga 2 menit.
Visual mendukung cerita – jangan hanya menampilkan teks, gunakan gambar atau adegan yang sesuai.
Fokus pada emosi – apakah ingin membuat audiens tertawa, terharu, atau termotivasi?
Contoh Storytelling Sederhana yang Bisa Anda Gunakan
Mari kita buat contoh singkat untuk produk minuman kesehatan:
Awal: Seorang pekerja kantoran tampak lelah dan sulit fokus.
Masalah: Ia tidak punya waktu untuk menyiapkan minuman sehat setiap hari.
Solusi: Ia mencoba produk minuman kesehatan siap saji dari brand Anda.
Hasil: Tubuhnya lebih segar, ia kembali produktif, dan bahkan mendapat apresiasi dari atasan.
CTA: “Ingin selalu bugar di tengah kesibukan? Coba sekarang juga!”
Inilah contoh storytelling sederhana yang bisa langsung diterapkan dalam video marketing.
Kesalahan Umum dalam Membuat Storytelling Video Marketing
Terlalu panjang sehingga membosankan.
Fokus pada produk, bukan cerita.
Menggunakan bahasa yang sulit dipahami.
Tidak ada CTA di akhir video.
Hindari kesalahan ini agar video Anda bisa lebih efektif.
Storytelling adalah elemen penting yang membuat video marketing lebih kuat. Pertanyaan apa contoh storytelling sederhana untuk video marketing? bisa dijawab dengan berbagai ide: mulai dari perjalanan pelanggan, kisah sehari-hari, cerita inspirasi, humor, hingga testimoni nyata.
Dengan struktur yang jelas dan cerita yang sederhana, video marketing Anda bisa lebih menarik, mudah diingat, dan mendorong audiens untuk melakukan tindakan.
👉 Ingin belajar lebih dalam tentang storytelling video marketing atau butuh bantuan membuat konten profesional untuk bisnis Anda? Hubungi kami di WhatsApp 0811-2829-003 atau follow Instagram @digitalagency.purwokerto untuk konsultasi dan layanan terbaik.
Apakah Konten Interaktif Akan Semakin Dominan di 2025?
Apakah Konten Interaktif Akan Semakin Dominan di 2025?–Dunia digital terus berkembang pesat, terutama dalam hal strategi promosi dan pemasaran online. Saat ini, kita melihat tren yang bergeser dari konten statis menuju konten yang lebih engaging. Lalu muncul pertanyaan penting: Apakah konten interaktif akan semakin dominan di 2025?
Jawaban singkatnya: ya, konten interaktif diprediksi akan semakin menjadi pusat perhatian di dunia digital. Namun, untuk memahami mengapa hal itu bisa terjadi, kita perlu menelusuri lebih dalam mengenai apa itu konten interaktif, manfaatnya, serta tren yang akan membentuk arah pemasaran online di masa depan.
Apa Itu Konten Interaktif?
Konten interaktif adalah jenis konten digital yang mengajak audiens untuk berpartisipasi secara aktif, bukan sekadar menjadi penonton pasif. Bentuknya bisa beragam, antara lain:
Kuis online untuk mengukur preferensi pengguna.
Polling atau survei yang bisa langsung memberi hasil real-time.
Game interaktif yang berhubungan dengan produk atau brand.
Infografis interaktif yang bisa diklik untuk menggali informasi lebih dalam.
Video interaktif dengan alur cerita yang bisa dipilih oleh penonton.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan keterlibatan (engagement), wajar jika muncul pertanyaan: Apakah konten interaktif akan semakin dominan di 2025?
Mengapa Konten Interaktif Semakin Diperlukan?
Ada beberapa alasan mengapa konten interaktif menjadi tren penting dan diprediksi semakin dominan di 2025:
Meningkatkan Engagement Konten interaktif mampu membuat audiens merasa terlibat langsung. Engagement seperti like, komentar, hingga share lebih mudah didapatkan dibanding konten biasa.
Membangun Brand Trust Dengan berinteraksi, audiens akan merasa lebih dekat dengan brand. Hal ini dapat memperkuat kepercayaan audiens yang menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Meningkatkan Retensi Audiens cenderung mengingat lebih lama brand yang memberikan pengalaman unik melalui interaksi dibanding konten pasif.
Menghasilkan Data Berharga Setiap interaksi yang dilakukan audiens bisa menjadi data penting untuk analisis. Misalnya, hasil polling dapat membantu menentukan strategi promosi berikutnya.
Menyesuaikan Gaya Konsumsi Generasi Z dan Alpha Generasi muda lebih menyukai konten visual yang interaktif dan cepat. Mereka cenderung bosan dengan iklan statis, sehingga brand perlu beradaptasi.
Tren Konten Interaktif di 2025
Untuk menjawab pertanyaan apakah konten interaktif akan semakin dominan di 2025, mari lihat tren yang sedang berkembang:
1. Live Streaming Interaktif
Live shopping atau live streaming dengan fitur chat interaktif akan semakin banyak digunakan. Audiens bisa langsung bertanya, memberikan komentar, bahkan membeli produk saat itu juga.
2. Augmented Reality (AR) & Virtual Reality (VR)
AR dan VR akan semakin sering digunakan dalam kampanye digital, seperti mencoba produk secara virtual sebelum membeli.
3. Gamifikasi dalam Promosi
Brand akan semakin sering menggunakan game sederhana untuk menarik perhatian audiens, misalnya permainan singkat dengan hadiah voucher atau diskon.
4. Video Interaktif
Video dengan pilihan cerita atau hasil akhir yang berbeda akan semakin populer karena memberikan pengalaman unik bagi penonton.
5. Personalisasi Konten
Audiens akan mendapatkan konten interaktif sesuai preferensi mereka, bukan konten generik yang sama untuk semua orang.
Strategi Menerapkan Konten Interaktif untuk Bisnis
Jika Anda bertanya, apakah konten interaktif akan semakin dominan di 2025, maka jawabannya jelas: iya. Tapi bagaimana bisnis bisa memanfaatkannya?
Mulai dari yang sederhana Anda tidak harus langsung membuat aplikasi canggih. Bisa dimulai dengan polling, kuis, atau Q&A interaktif di media sosial.
Fokus pada pengalaman pengguna Buat konten yang menyenangkan, relevan, dan bermanfaat agar audiens betah berinteraksi.
Gunakan desain visual yang menarik Desain adalah faktor penting untuk menarik perhatian. Konten interaktif yang desainnya buruk bisa mengurangi minat audiens.
Konsisten di platform yang tepat Pilih media sosial atau platform digital di mana audiens Anda aktif. Misalnya, gunakan Instagram untuk polling, TikTok untuk video singkat interaktif, atau YouTube untuk video panjang dengan pilihan interaksi.
Pentingnya Desain Profesional dalam Konten Interaktif
Tidak peduli seberapa canggih konsep konten interaktif Anda, tanpa desain visual yang menarik, hasilnya bisa mengecewakan. Desain yang konsisten, rapi, dan sesuai brand identity akan membuat audiens lebih percaya dan betah berinteraksi.
Inilah alasan mengapa menggunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas sangat penting. Jangan biarkan bisnis Anda tertinggal! Gunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas untuk membuat konten interaktif yang profesional dan memikat.
Tools Apa yang Dipakai untuk Bikin Video Marketing? Ini Daftarnya!
Tools Apa yang Dipakai untuk Bikin Video Marketing? Ini Daftarnya!-Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, video marketing menjadi salah satu senjata paling ampuh untuk menjangkau audiens, meningkatkan brand awareness, dan mendorong penjualan. Tapi, pertanyaan yang sering muncul dari para pemula hingga profesional adalah: tools apa yang dipakai untuk bikin video marketing?
Jawabannya tidak sesederhana satu atau dua aplikasi. Terdapat banyak tools baik gratis maupun berbayar yang bisa digunakan untuk membuat video marketing yang menarik, profesional, dan sesuai dengan target pasar. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tools penting yang sering digunakan oleh para kreator konten dan digital marketer, lengkap dengan fungsinya.
Kenapa Penting Memilih Tools yang Tepat untuk Video Marketing?
Sebelum menjawab pertanyaan “tools apa yang dipakai untuk bikin video marketing?”, penting untuk memahami bahwa pemilihan tools akan sangat menentukan:
Kualitas visual dan audio video
Efisiensi waktu pengerjaan
Kreativitas konten yang bisa ditampilkan
Kesesuaian dengan platform distribusi (YouTube, Instagram, TikTok, dll.)
Tools yang tepat akan membuat proses editing lebih efisien, hasil lebih profesional, dan tentu saja meningkatkan kepercayaan audiens terhadap brand-mu.
Tools Apa yang Dipakai untuk Bikin Video Marketing? Ini Rekomendasinya!
Berikut adalah daftar beberapa tools yang biasa digunakan untuk membuat video marketing dari awal pembuatan hingga finishing:
1. Canva – Desain Visual dan Animasi Sederhana
Canva bukan hanya untuk desain grafis, tapi juga bisa digunakan untuk membuat video pendek dan animasi yang cocok untuk sosial media. Tersedia berbagai template video marketing yang bisa disesuaikan.
Fitur unggulan:
Template video yang siap pakai
Drag-and-drop mudah
Bisa tambahkan musik, teks, dan animasi
🎯 Cocok untuk: Konten Instagram Reels, TikTok, dan story promosi singkat
2. CapCut – Video Editor Favorit Kreator TikTok
CapCut adalah salah satu tools terbaik untuk editing video mobile. Tools ini sangat cocok untuk pemula karena tampilan antarmuka yang user-friendly.
Fitur unggulan:
Efek transisi, filter, dan stiker lengkap
Musik bebas royalti
Subtitle otomatis
🎯 Cocok untuk: Video viral, promosi singkat, storytelling di media sosial
3. Adobe Premiere Pro – Profesional dan Fleksibel
Jika kamu butuh kualitas profesional untuk video berdurasi panjang seperti YouTube atau company profile, maka Adobe Premiere Pro adalah pilihan terbaik.
Fitur unggulan:
Editing tingkat lanjut
Koreksi warna, efek visual, dan sound editing
Cocok untuk tim profesional
🎯 Cocok untuk: Video kampanye, iklan resmi, video pelatihan
4. InShot – Editing Cepat Lewat Smartphone
InShot adalah aplikasi mobile yang sangat praktis, dapat digunakan untuk editing video kapan saja. Cocok buat kamu yang ingin membuat konten cepat dengan hasil estetik.
Fitur unggulan:
Editing vertikal dan horizontal
Penambahan musik, teks, dan efek
Fitur blur background
🎯 Cocok untuk: Instagram Stories, TikTok, dan vlog pendek
5. Animoto – Video Slide Show Berbasis Cloud
Animoto cocok untuk membuat video presentasi, testimonial pelanggan, atau iklan ringan. Berbasis cloud, jadi kamu bisa akses lewat browser.
Fitur unggulan:
Template bisnis dan e-commerce
Slideshow otomatis dari foto dan video
Mudah digunakan untuk semua kalangan
🎯 Cocok untuk: Promosi produk, video branding, testimoni klien
6. Final Cut Pro – Alternatif Premiere untuk Apple Users
Bagi pengguna Mac, Final Cut Pro adalah software editing video profesional dengan performa luar biasa dan render yang cepat.
Fitur unggulan:
Rendering cepat dan stabil
Timeline magnetik yang intuitif
Kualitas sinematik
🎯 Cocok untuk: Film pendek, video event, iklan cinematic
7. Lumen5 – Ubah Artikel Jadi Video Otomatis
Kamu punya blog atau artikel? Lumen5 bisa mengubah konten tulisan menjadi video menarik dengan otomatis.
Fitur unggulan:
AI untuk konversi teks ke video
Perpustakaan stok media yang besar
Cocok untuk content repurposing
🎯 Cocok untuk: Konten edukatif, video blog, tips dan trik
8. Biteable – Video Animasi Menarik untuk Brand
Tools ini sangat ideal untuk membuat video animasi profesional tanpa harus punya skill desain tingkat tinggi.
🎨 Tingkat Skill: Pemula, menengah, atau profesional?
⏱️ Waktu Produksi: Perlu cepat atau bisa santai?
💰 Anggaran: Gunakan tools gratis untuk menghemat budget
Kalau semua itu terasa rumit, tenang! Serahkan saja pada tim profesional Kombas yang sudah berpengalaman dalam membuat konten visual dan video marketing yang tepat sasaran.
Kombas: Solusi Video Marketing Tanpa Ribet
Kamu tidak perlu pusing lagi memilih dan mempelajari tools satu per satu. Tim Kombas siap membantu kamu:
✅ Mendesain video marketing yang sesuai karakter brand ✅ Mengoptimalkan konten untuk platform yang tepat ✅ Menggunakan tools profesional untuk hasil berkualitas ✅ Menyesuaikan gaya konten dengan target audiens
💼 Fokus pada bisnismu, urusan video serahkan pada ahlinya!
Tools Apa yang Dipakai untuk Bikin Video Marketing?
Jawabannya sangat bervariasi, tergantung kebutuhan, gaya konten, dan tingkat keahlian. Apapun tools yang mau kamu gunakan, semua bisa jadi pilihan asalkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan video marketing kamu.
Tapi kalau kamu ingin hasil yang maksimal tanpa ribet belajar semua tools tadi, biarkan Kombas yang meng-handle semuanya untukmu. Dari konsep, desain, hingga distribusi semuanya beres!
Bagaimana Membuat Video Marketing yang Menarik? Simak Panduan Lengkap Ini!
Bagaimana Membuat Video Marketing yang Menarik? Simak Panduan Lengkap Ini!-Di era digital saat ini, kekuatan visual bukan hanya sekadar pelengkap, tapi menjadi inti dari strategi pemasaran. Salah satu bentuk visual paling efektif dalam dunia marketing adalah video. Mengapa? Karena video mampu menyampaikan pesan secara cepat, emosional, dan mudah dipahami. Namun, tidak semua video bisa menarik perhatian. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui bagaimana membuat video marketing yang menarik agar pesan yang ingin disampaikan dapat terserap dan berdampak besar.
Sebelum masuk ke inti pembahasan tentang bagaimana membuat video marketing yang menarik, kamu perlu memahami pentingnya konten video dalam strategi pemasaran saat ini. Berikut beberapa alasannya:
Menarik Perhatian Lebih Cepat Dalam hitungan detik, video bisa menyampaikan pesan yang membutuhkan paragraf panjang jika hanya dalam bentuk teks.
Meningkatkan Engagement Video mampu memicu emosi, meningkatkan interaksi seperti like, komentar, dan share.
Meningkatkan Konversi Penjualan Data menunjukkan bahwa calon konsumen lebih yakin membeli produk setelah menonton video promosi atau review.
Cocok untuk Berbagai Platform Mulai dari Instagram, TikTok, YouTube, hingga website, konten video bisa diadaptasi dan diperluas dengan mudah.
Membangun Branding yang Kuat Lewat video, brand kamu bisa terlihat lebih hidup, dekat dengan audiens, dan mudah diingat.
Bagaimana Membuat Video Marketing yang Menarik?
Berikut adalah panduan lengkap bagaimana membuat video marketing yang menarik agar hasilnya optimal dan sesuai target audiens:
1. Tentukan Tujuan dan Target Audiens
Langkah pertama adalah memahami tujuan pembuatan video:
Apakah untuk branding?
Untuk meningkatkan penjualan?
Untuk edukasi produk?
Setelah itu, kenali siapa target penontonnya. Jika kamu menargetkan anak muda, pendekatannya akan sangat berbeda dengan video untuk pelaku bisnis profesional.
2. Buat Storyboard atau Naskah
Jangan membuat video secara asal-asalan. Buat alur cerita (storyboard) atau naskah agar proses pengambilan gambar menjadi lebih terarah.
Contoh alur:
Pembukaan yang memancing rasa penasaran
Menyampaikan masalah atau kebutuhan
Menawarkan solusi melalui produk/jasa kamu
Call to action (CTA) yang jelas
3. Gunakan Hook yang Kuat di Awal Video
Kunci dari bagaimana membuat video marketing yang menarik adalah bagian awal video. Jika kamu gagal membuat penonton tertarik dalam 5–10 detik pertama, besar kemungkinan mereka akan melewatkannya.
Beberapa cara membuat hook:
Ajukan pertanyaan yang mengena
Gunakan fakta mengejutkan
Tampilkan testimoni singkat
Gunakan animasi atau visual unik
4. Buat Video yang Singkat dan Padat
Video marketing tidak harus panjang. Justru, video berdurasi 30 detik – 1 menit lebih disukai di media sosial karena tidak memakan waktu banyak. Pastikan setiap detik dalam video tersebut bernilai.
Jika kamu perlu membuat video panjang, pastikan kontennya tetap mengalir dan tidak membosankan.
5. Gunakan Visual dan Musik yang Menarik
Visual dan audio berperan besar dalam menciptakan mood dan emosi. Gunakan warna-warna cerah, transisi halus, serta musik yang sesuai dengan pesan yang disampaikan.
Contoh:
Untuk produk anak-anak → gunakan musik ceria
Untuk layanan konsultasi → gunakan nada tenang dan profesional
6. Tambahkan Teks atau Subtitle
Banyak orang yang menonton video tanpa suara, contohnya saat sedang ada acara. Maka dari itu, menambahkan teks atau subtitle sangat penting untuk memastikan pesan tetap tersampaikan.
Pastikan font yang digunakan terbaca dengan jelas dan tidak mengganggu visual utama.
7. Akhiri dengan Call to Action yang Kuat
Setelah menyampaikan pesan utama, arahkan audiens untuk melakukan sesuatu. Misalnya:
Klik link
Chat WhatsApp
Follow Instagram
Kunjungi website
Isi formulir
Gunakan kalimat CTA seperti:
“Yuk, konsultasikan bisnismu sekarang juga!”
“Hubungi kami hari ini untuk penawaran spesial!”
Tips Tambahan agar Video Marketing Semakin Efektif
Selain poin-poin utama di atas, ada beberapa tips tambahan yang perlu kamu terapkan agar video marketing benar-benar berhasil:
Optimasi Video untuk Mobile Buat video dalam format vertikal (9:16) karena kebanyakan pengguna menonton melalui ponsel.
Gunakan Logo dan Elemen Brand Tambahkan logo dan warna khas brand kamu untuk membangun konsistensi visual.
Pantau Statistik dan Lakukan Revisi Setelah diposting, amati performa videomu. Jika engagement rendah, pelajari apa yang bisa ditingkatkan.
Manfaatkan Influencer atau Testimoni Wajah yang familiar atau testimoni nyata bisa menambah kepercayaan audiens terhadap brand kamu.
Contoh Video Marketing yang Menarik
Berikut ini beberapa jenis video marketing yang dapat dijadikan inspirasi:
Video Edukasi Menjelaskan cara kerja produk/jasa secara singkat dan jelas.
Video Behind the Scene Tunjukkan proses pembuatan produk atau keseruan timmu bekerja.
Video Promo Gunakan momen tertentu untuk membuat promo singkat yang berdurasi sekitar 15–30 detik.
Video Testimoni Pelanggan Tayangkan pendapat positif dari pelanggan yang puas terhadap produk/jasa kamu.
Gunakan Jasa Desain dan Pembuatan Konten Profesional
Merancang konsep video marketing yang menarik memang tidak mudah, apalagi jika kamu tidak memiliki tim kreatif atau waktu yang cukup. Daripada hasilnya kurang maksimal, lebih baik percayakan kepada ahlinya!
🎥 Digital Agency Purwokerto hadir sebagai solusi untuk kamu yang ingin memiliki video marketing berkualitas, estetik, dan sesuai dengan karakter brand. Kami siap membantu kamu mulai dari konsep, desain, editing, hingga penyesuaian platform agar konten videomu tampil maksimal di mata audiens.
Kami menyediakan layanan:
Pembuatan video konten media sosial
Video promosi produk
Video animasi atau motion graphic
Desain feed dan template visual
Strategi konten dan branding
Mengetahui bagaimana membuat video marketing yang menarik adalah langkah penting dalam memenangkan hati audiens di era digital. Tidak cukup hanya bagus secara visual, tetapi video harus mengandung pesan yang kuat, storytelling yang menarik, dan didukung strategi pemasaran yang tepat. Dengan pendekatan yang profesional dan terstruktur, video marketing bisa menjadi senjata ampuh untuk mengembangkan brand kamu secara signifikan.
Jangan biarkan idemu hanya jadi konsep! Wujudkan sekarang juga bersama tim kreatif kami.
Konten Video Seperti Apa yang Disukai Audiens? Ini Jawaban dan Strateginya!
Konten Video Seperti Apa yang Disukai Audiens? Ini Jawaban dan Strateginya!-Di era digital yang serba visual ini, konten video menjadi primadona dalam dunia pemasaran. Tapi, apakah semua video bisa sukses menarik perhatian audiens? Jawabannya: tidak. Hanya konten video yang tepat sasaran dan menarik yang akan mendapatkan perhatian, like, komentar, dan share dari audiens.
Lalu, konten video seperti apa yang disukai audiens? Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang jenis-jenis konten video yang terbukti efektif serta strategi untuk membuatnya agar hasilnya maksimal.
Pentingnya Mengetahui Konten Video Seperti Apa yang Disukai Audiens
Sebelum kita membahas konten video seperti apa yang disukai audiens, kita perlu memahami bahwa video bukan hanya tentang gambar bergerak dan musik latar. Video adalah cerita visual yang membawa pesan, emosi, bahkan solusi.
Dengan mengetahui apa yang disukai audiens, kamu bisa:
Meningkatkan engagement (komentar, share, like)
Meningkatkan brand awareness
Mendorong konversi atau penjualan
Membangun loyalitas audiens
Tidak semua audiens suka hal yang sama, tapi ada beberapa pola umum yang bisa kamu jadikan panduan.
Jenis Konten Video yang Disukai Audiens
1. Video yang Menghibur dan Relatable
Salah satu jenis konten video yang disukai audiens adalah video yang mampu menghibur dan menyentuh perasaan. Entah itu lucu, mengharukan, atau penuh kejutan, jenis konten ini membuat penonton betah menonton sampai akhir.
Contoh:
Sketsa lucu kehidupan sehari-hari
Parodi trend terkini
Konten “Expectation vs Reality”
Tips:
Gunakan humor yang sesuai dengan target audiens
Tambahkan elemen kejutan agar lebih memorable
Jangan lupa caption yang kuat!
2. Video Tutorial dan How-To
Audiens sangat menyukai konten video yang edukatif dan solutif. Mereka mencari jawaban dan solusi dari masalah mereka melalui YouTube, Instagram Reels, hingga TikTok.
Contoh:
Tutorial makeup, memasak, atau desain
Tips bisnis, karier, atau teknologi
Step-by-step cara menggunakan produk
Mengapa disukai? Karena mereka langsung mendapat manfaat. Video seperti ini juga mendorong penonton untuk menyimpan atau membagikannya
3. Video Behind the Scene (BTS)
Konsumen sekarang ingin tahu lebih dari sekadar produk. Mereka penasaran dengan siapa yang ada di balik brand dan bagaimana proses di balik layar berlangsung.
Contoh:
Proses pembuatan produk
Persiapan tim sebelum launching
Kehidupan sehari-hari tim kreatif
Manfaatnya:
Membangun kedekatan
Membuat brand lebih humanis dan transparan
4. Video Testimoni atau Review
Orang cenderung percaya pada pengalaman orang lain sebelum mereka mencoba sesuatu. Itulah kenapa video testimoni atau review menjadi jenis konten yang sangat powerful.
Tips agar testimoni tidak membosankan:
Gunakan format storytelling
Tambahkan elemen visual menarik (grafis, animasi)
Jujur dan tidak berlebihan
5. Video Berdurasi Pendek (Short-Form)
Di era konten cepat, video berdurasi pendek seperti Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts sangat digemari.
Kenapa konten video seperti ini disukai audiens?
Mudah dikonsumsi
Tidak butuh waktu lama untuk menikmati
Bisa langsung viral jika isinya menarik
Contoh ide konten short:
Tips singkat
Motivasi harian
Challenge atau tren populer
6. Video Interaktif dan Call to Action
Video yang mengajak audiens berinteraksi langsung seperti menjawab pertanyaan, vote, atau tantangan biasanya memiliki performa engagement tinggi.
Format:
“Pilih mana” video
QnA interaktif
Konten challenge yang melibatkan audiens
Strategi Membuat Konten Video yang Disukai Audiens
Sudah tahu jenis-jenis videonya, sekarang saatnya bahas strateginya. Ini bagian penting dari pembahasan konten video seperti apa yang disukai audiens.
1. Kenali Target Audiens dengan Baik
Siapa yang kamu sasar? Gen Z? Milenial? Ibu rumah tangga? Pebisnis muda? Setiap kelompok punya selera dan kebutuhan berbeda.
Cara mengenal audiens:
Lihat insight media sosial
Analisis konten kompetitor
Lakukan survei ringan
4. Buat Storyline yang Jelas
Video tanpa alur cerita yang kuat akan membuat audiens kehilangan minat. Gunakan struktur sederhana: pembuka – isi – penutup yang jelas dan kuat.
3. Perhatikan Desain Visual
Desain thumbnail, animasi, transisi, dan penggunaan icon sangat penting dalam menarik perhatian. Inilah mengapa kamu butuh jasa desain media sosial profesional agar hasilnya optimal.
4. Gunakan Musik dan Suara yang Tepat
Musik sangat mempengaruhi mood seseorang. Pilih audio yang sesuai dengan pesan dan perasaan yang ingin kamu sampaikan.
5. Tambahkan Subtitle
Di beberapa kondisi, banyak orang menonton video tanpa suara, terutama di media sosial. Subtitle membantu mereka memahami isi video tersebut tanpa harus menyalakan suara.
Buat Konten Videomu Lebih Menarik dengan Bantuan Kombas!
Ingin membuat video yang disukai audiens tapi bingung mulai dari mana? Tenang, kamu bisa serahkan desain visual dan kebutuhan kontenmu kepada tim kreatif Kombas!
✅ Tim ahli di bidang desain sosial media ✅ Mengerti tren dan algoritma media sosial ✅ Siap bantu kamu dari konsep hingga hasil jadi ✅ Desain yang disesuaikan dengan identitas brand
Konten Video Seperti Apa yang Disukai Audiens?
Jadi, konten video seperti apa yang disukai audiens? Jawabannya adalah video yang:
Menghibur, edukatif, dan solutif
Relevan dengan kehidupan mereka
Menyampaikan pesan secara jelas dan visual menarik
Namun, ingat bahwa visual juga memegang peran penting. Desain yang baik akan memperkuat pesan yang disampaikan dalam video. Jangan biarkan ide kontenmu yang bagus gagal hanya karena desainnya kurang menarik.
Gunakan jasa desain media sosial dari Kombas untuk hasil konten yang profesional dan powerful.
Recent Comments