Bagaimana Menentukan Waktu Posting Terbaik?-Dalam dunia digital marketing, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: bagaimana menentukan waktu posting terbaik? Pertanyaan ini sangat penting karena waktu publikasi konten berpengaruh langsung pada tingkat jangkauan, interaksi, dan efektivitas strategi media sosial.
Mengunggah konten pada jam yang tepat dapat meningkatkan peluang postingan dilihat lebih banyak orang, mendapatkan interaksi lebih tinggi, dan pada akhirnya memperkuat engagement brand. Oleh karena itu, memahami cara menentukan waktu yang optimal merupakan langkah krusial bagi setiap bisnis atau individu yang ingin serius mengembangkan kehadiran digitalnya.
Mengapa Waktu Posting Sangat Penting?
Sebelumnya, penting untuk memahami alasan di balik urgensi ini.
Perilaku Audiens Setiap audiens memiliki kebiasaan online yang berbeda. Beberapa lebih aktif di pagi hari, sementara lainnya aktif di malam hari.
Algoritma Media Sosial Algoritma platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok cenderung menampilkan konten baru. Jika Anda memposting di waktu yang tepat, peluang konten dilihat lebih banyak orang akan meningkat.
Persaingan Konten Di jam-jam tertentu, jumlah konten yang diposting bisa sangat tinggi. Menentukan waktu yang tepat membantu postingan tidak tenggelam di tengah banyaknya unggahan.
Efisiensi Strategi Marketing Dengan menentukan waktu posting terbaik, konten yang dihasilkan dapat memberikan hasil maksimal tanpa harus meningkatkan biaya promosi.
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Posting Terbaik
Dalam menjawab pertanyaan bagaimana menentukan waktu posting terbaik, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan:
Platform Media Sosial
Instagram: biasanya audiens aktif saat jam istirahat (siang) dan malam hari.
Facebook: pagi hari sebelum bekerja dan malam setelah jam kantor.
TikTok: malam hari hingga menjelang tengah malam.
LinkedIn: lebih efektif di jam kerja (pagi hingga siang).
Target Audiens Usia, pekerjaan, dan lokasi audiens memengaruhi kapan mereka aktif. Misalnya, pelajar cenderung aktif di sore atau malam, sedangkan pekerja aktif di pagi atau setelah jam kerja.
Zona Waktu Jika audiens tersebar di berbagai wilayah, pastikan waktu posting disesuaikan dengan mayoritas lokasi mereka.
Jenis Konten Konten hiburan mungkin lebih cocok diposting di waktu santai, sedangkan konten edukasi lebih tepat di jam kerja atau belajar.
Cara Menentukan Waktu Posting Terbaik
Berikut ini merupakan langkah-langkah praktis untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana menentukan waktu posting terbaik
1. Analisis Insight Media Sosial
Gunakan fitur insight di Instagram, Facebook, atau TikTok. Data ini menunjukkan jam dan hari di mana audiens paling aktif.
2. Lakukan Uji Coba (A/B Testing)
Cobalah memposting di jam yang berbeda. Amati performa konten dari segi like, komentar, dan share. Dari sini akan terlihat kapan engagement paling tinggi.
3. Konsistensi Posting
Tidak hanya waktu, tetapi konsistensi juga penting. Jika audiens terbiasa melihat postingan di jam tertentu, mereka akan menunggu konten baru di waktu tersebut.
4. Sesuaikan dengan Tren
Perhatikan tren musiman. Misalnya, di bulan Ramadan, audiens biasanya lebih aktif menjelang sahur dan setelah berbuka.
5. Gunakan Tools Pendukung
Ada banyak aplikasi yang bisa membantu, seperti Hootsuite atau Buffer, untuk menganalisis dan menjadwalkan postingan secara otomatis.
Contoh Waktu Posting Berdasarkan Platform
Walau hasilnya bisa berbeda tiap brand, berikut gambaran umum waktu posting:
Dengan memahami bagaimana menentukan waktu posting terbaik, bisnis bisa mendapatkan banyak keuntungan, antara lain:
Engagement lebih tinggi: postingan lebih banyak mendapatkan interaksi.
Brand awareness meningkat: konten lebih sering dilihat audiens baru.
Efisiensi biaya: tidak perlu mengeluarkan biaya iklan tambahan untuk menjangkau audiens.
Pertumbuhan follower lebih cepat: akun yang aktif dan tepat waktu lebih menarik untuk diikuti.
Mengapa Perlu Menggunakan Jasa Desain Postingan Media Sosial?
Menentukan waktu posting memang penting, tetapi tidak kalah penting adalah kualitas visual konten. Konten dengan desain profesional lebih menarik perhatian audiens, sehingga meskipun diposting di jam optimal, hasilnya akan jauh lebih maksimal.
Berikut yang Anda bisa mendapatkan:
Desain feed yang rapi dan konsisten.
Visual reels dan foto yang lebih profesional.
Konten yang sesuai identitas brand.
Hasil yang mampu menarik perhatian audiens lebih lama.
✨ Ingin engagement meningkat dan feed media sosial terlihat lebih profesional? Gunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas sekarang juga!
Apakah Video Reels Lebih Efektif daripada Foto?-Di era media sosial yang terus berkembang, setiap pemilik bisnis, konten kreator, maupun personal branding pasti pernah bertanya: apakah video reels lebih efektif daripada foto? Pertanyaan ini wajar, karena baik foto maupun video reels sama-sama memiliki peran penting dalam membangun engagement dan meningkatkan jangkauan di platform seperti Instagram, TikTok, maupun Facebook.
Namun, jika berbicara soal efektivitas, jawabannya tidak bisa hanya “ya” atau “tidak”. Kita perlu melihat dari berbagai aspek, mulai dari algoritma media sosial, perilaku audiens, hingga tujuan konten yang dibuat.
Mengapa Pertanyaan “Apakah Video Reels Lebih Efektif daripada Foto?” Penting?
Seiring perubahan algoritma Instagram dan platform lain, format konten yang diprioritaskan juga ikut berubah. Beberapa tahun lalu, foto adalah raja. Namun sekarang, video khususnya reels lebih sering ditampilkan di beranda maupun halaman eksplor.
Pertanyaan “apakah video reels lebih efektif daripada foto?” penting dibahas agar pemilik brand bisa menentukan strategi konten yang tepat. Salah memilih format bisa berdampak pada rendahnya engagement, bahkan hilangnya peluang untuk menjangkau audiens baru.
Keunggulan Video Reels
Mari kita lihat alasan mengapa reels kini menjadi primadona:
Disukai Algoritma Instagram dan TikTok secara aktif mendorong konten video singkat. Reels sering kali memiliki reach (jangkauan) lebih luas dibanding foto.
Lebih Interaktif Video menghadirkan audio, gerakan, dan visual dinamis yang bisa memikat perhatian lebih lama daripada foto statis.
Meningkatkan Engagement Reels memicu lebih banyak like, komentar, hingga share karena sifatnya yang menghibur dan mudah dikonsumsi.
Cocok untuk Storytelling Dengan reels, brand bisa menceritakan sesuatu lebih detail, misalnya proses pembuatan produk, tips, atau testimoni pelanggan.
Kelebihan Foto yang Tidak Boleh Diremehkan
Meskipun banyak yang berkata reels lebih efektif, bukan berarti foto kehilangan tempatnya. Untuk menjawab pertanyaan apakah video reels lebih efektif daripada foto, kita juga harus mempertimbangkan kelebihan foto:
Lebih Mudah Diproduksi Foto relatif lebih cepat dibuat dan tidak memerlukan skill editing tingkat tinggi.
Konsisten Membangun Estetika Feed Foto membantu menciptakan tampilan feed Instagram yang rapi dan profesional.
Informasi Singkat dan Padat Foto dengan desain grafis yang baik bisa menyampaikan pesan dengan cepat, tanpa perlu audiens menonton hingga selesai.
Lebih Cocok untuk Branding Visual Logo, warna brand, hingga gaya visual lebih mudah konsisten ditampilkan lewat foto.
Apakah Video Reels Lebih Efektif daripada Foto? Jawabannya…
Jawaban paling tepat adalah: bergantung pada tujuan konten.
Jika tujuannya meningkatkan jangkauan dan menarik audiens baru, video reels lebih efektif daripada foto.
Jika tujuannya membangun identitas visual brand dan menjaga konsistensi feed, foto tetap sangat penting.
Keduanya sebaiknya digunakan berdampingan. Reels untuk menjangkau audiens luas, foto untuk memperkuat branding.
Strategi Menggabungkan Reels dan Foto
Daripada bingung memilih, lebih baik gunakan strategi kombinasi. Berikut tipsnya:
1. Gunakan Reels untuk Awareness
Video singkat bisa menarik perhatian orang yang belum mengenal brand. Misalnya, tips cepat, behind the scenes, atau tren viral.
2. Gunakan Foto untuk Branding dan Informasi
Posting foto dengan desain profesional untuk menyampaikan promo, testimoni, atau informasi penting yang perlu dibaca jelas oleh audiens.
3. Atur Kalender Konten
Misalnya:
Senin: Foto dengan quote inspiratif.
Rabu: Reels edukasi singkat.
Jumat: Foto produk dengan desain menarik.
Minggu: Reels hiburan atau tren.
4. Desain yang Konsisten
Baik reels maupun foto harus mencerminkan identitas brand. Inilah alasan mengapa banyak bisnis memilih menggunakan jasa desain postingan media sosial agar hasilnya lebih profesional.
Dampak Jika Hanya Mengandalkan Salah Satu Format
Jika hanya menggunakan foto:
Engagement bisa stagnan karena algoritma lebih memprioritaskan video.
Potensi jangkauan audiens baru lebih kecil.
Jika hanya menggunakan reels:
Feed terlihat berantakan dan kurang estetis.
Identitas visual brand tidak terbangun dengan kuat.
Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah video reels lebih efektif daripada foto? bukan memilih salah satu, melainkan memaksimalkan keduanya sesuai kebutuhan.
Pentingnya Desain Profesional dalam Foto dan Reels
Visual adalah daya tarik utama di media sosial. Bayangkan reels dengan konsep menarik tapi visualnya biasa saja, tentu audiens cepat kehilangan minat. Begitu juga foto: meski informatif, tanpa desain yang rapi akan terlihat membosankan.
Dengan menggunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas, baik reels maupun foto akan tampil lebih profesional, menarik, dan mampu memikat audiens lebih lama.
✨ Saatnya maksimalkan strategi kontenmu dengan kombinasi reels dan foto yang profesional!
Gunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas agar feed lebih menarik, reels lebih kreatif, dan engagement meningkat pesat.
Seberapa Penting Konsistensi Posting untuk Engagement?
Seberapa Penting Konsistensi Posting untuk Engagement?-Di era digital yang serba cepat, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi momen pribadi, tapi jjuga senjata utama bagi bisnis. Namun, satu hal yang sering diabaikan adalah konsistensi dalam posting. Banyak orang bertanya, “Seberapa penting konsistensi posting untuk engagement?”
Jawabannya: sangat penting. Konsistensi posting bukan hanya soal rajin mengunggah konten, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, menjaga ritme komunikasi, dan memastikan audiens tetap merasa dekat dengan brand.
Mengapa Konsistensi Posting Menjadi Kunci Engagement?
Sebelum membahas lebih jauh tentang seberapa penting konsistensi posting untuk engagement, mari pahami dulu apa dampaknya. Engagement (interaksi) di media sosial mencakup like, komentar, share, save, hingga pesan pribadi. Semua itu bisa tumbuh subur jika brand terus hadir di hadapan audiens.
Meningkatkan Algoritma Media Sosial Platform seperti Instagram, TikTok, hingga Facebook bekerja dengan algoritma. Akun yang konsisten posting lebih disukai algoritma, sehingga kontennya berpeluang besar muncul di beranda pengguna.
Menciptakan Ekspektasi Audiens Saat brand rutin posting, audiens terbiasa menantikan konten baru. Mereka tahu kapan bisa melihat update, tips, atau promo terbaru.
Membangun Kredibilitas dan Kepercayaan Konsistensi adalah bentuk profesionalisme. Jika akun media sosialmu teratur, audiens akan menilai brand lebih serius dan dapat dipercaya.
Meningkatkan Brand Awareness Semakin sering tampil di layar audiens, maka akan semakin besar pula peluang brand diingat. Interaksi pun meningkat seiring dengan meningkatnya keakraban.
Seberapa Penting Konsistensi Posting untuk Engagement?
Jawaban singkatnya: sangat vital. Tanpa konsistensi, engagement akan sulit tumbuh stabil. Audiens bisa dengan mudah melupakan akun yang jarang aktif, meski kontennya bagus. Sebaliknya, dengan konsistensi, audiens akan terus terikat, bahkan bisa menjadi loyal follower atau pelanggan.
Strategi Menjaga Konsistensi Posting
Agar lebih jelas, mari kita bahas bagaimana konsistensi posting bisa memengaruhi engagement serta strategi untuk menjaganya.
1. Buat Kalender Konten
Kalender konten membantu brand mengatur tema, jadwal, dan format posting. Dengan perencanaan yang matang, posting tidak akan lagi bergantung pada mood, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis.
2. Gunakan Jasa Desain Profesional
Konten yang konsisten bukan hanya soal jadwal, tapi juga kualitas visual. Desain postingan yang profesional akan membuat audiens betah melihat feed. Nah, di sinilah jasa desain postingan media sosial dari Kombas bisa membantu, memastikan kontenmu tidak hanya teratur tapi juga menarik secara visual.
3. Variasi Jenis Konten
Konsistensi tidak berarti monoton. Justru, variasikan jenis konten seperti carousel, reels, quotes, tips, hingga interaktif seperti polling atau quiz. Variasi membuat audiens selalu penasaran.
4. Tentukan Frekuensi Ideal
Setiap platform memiliki ritme berbeda. Misalnya:
Instagram: 3–5 kali seminggu.
TikTok: 1–2 kali sehari.
LinkedIn: 2–3 kali seminggu. Sesuaikan frekuensi dengan sumber daya tim agar tidak kelelahan.
5. Gunakan Tools Penjadwalan
Untuk mempermudah, gunakan tools seperti Meta Business Suite, Buffer, atau Hootsuite. Dengan begitu, meskipun sibuk, konten tetap tayang sesuai jadwal.
Dampak Positif Konsistensi Posting terhadap Engagement
Mari kita breakdown dampaknya agar lebih jelas:
Engagement Rate Stabil Akun yang konsisten akan memiliki engagement rate (persentase interaksi) lebih stabil, bahkan cenderung naik.
Meningkatkan Reach (Jangkauan) Konten yang konsisten memperluas jangkauan ke audiens baru. Setiap posting adalah peluang menambah followers.
Meningkatkan Loyalitas Audiens Audiens merasa dekat dengan brand yang “selalu ada”. Hal ini meningkatkan kepercayaan dan loyalitas.
Membuka Peluang Konversi Penjualan Konsistensi posting yang dikombinasikan dengan CTA (call to action) efektif akan memperbesar peluang audiens melakukan pembelian.
Contoh Perbandingan: Akun Konsisten vs. Tidak Konsisten
Akun Konsisten
Posting 3 kali seminggu dengan desain profesional.
Engagement stabil 8–10%.
Followers bertambah rata-rata 100 orang per minggu.
Akun Tidak Konsisten
Posting hanya saat sempat, kadang sebulan sekali.
Engagement turun jadi 2–3%.
Followers stagnan atau bahkan berkurang.
Perbandingan ini jelas menunjukkan betapa pentingnya konsistensi posting untuk menjaga engagement.
Peran Desain dalam Konsistensi Posting
Bayangkan jika konsisten posting tapi desainnya asal-asalan. Audiens mungkin akan bosan atau bahkan menilai brand kurang profesional. Desain visual yang kuat adalah “bumbu” utama dalam konten.
Kombas hadir dengan jasa desain postingan media sosial yang siap membantu bisnis dan personal branding dalam menciptakan konten konsisten, menarik, dan interaktif. Dengan desain profesional, engagement akan meningkat lebih cepat.
✨ Saatnya tingkatkan engagement dengan konsistensi posting dan desain profesional! Gunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas sekarang juga!
Bagaimana Cara Membuat Konten yang Bikin Interaksi Tinggi?
Bagaimana Cara Membuat Konten yang Bikin Interaksi Tinggi?-Di era digital saat ini, hampir semua bisnis dan personal brand bersaing di media sosial. Namun, hanya sedikit yang benar-benar berhasil membangun interaksi tinggi dengan audiensnya. Banyak yang sekadar membuat postingan, tapi tidak tahu bagaimana cara membuatnya menarik perhatian. Pertanyaannya, bagaimana cara membuat konten yang bikin interaksi tinggi?
Untuk menjawab hal ini, kita harus memahami bahwa konten bukan hanya tentang estetika, tetapi juga strategi. Konten yang berhasil adalah konten yang bisa menyentuh audiens, mengajak mereka untuk merespons, dan akhirnya membangun hubungan yang kuat dengan brand.
Mengapa Interaksi Tinggi Penting dalam Media Sosial?
Sebelum membahas bagaimana cara membuat konten yang bikin interaksi tinggi, mari pahami dulu kenapa interaksi begitu penting.
Meningkatkan algoritma Platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook mengutamakan postingan dengan banyak interaksi (like, komen, share, save).
Membangun kedekatan dengan audiens Interaksi yang baik menciptakan kepercayaan. Audiens merasa brand atau kreator tidak sekadar “jualan”, tapi juga peduli.
Mendorong konversi penjualan Ketika audiens sudah aktif berinteraksi, mereka lebih mudah diarahkan untuk membeli produk atau menggunakan layanan yang ditawarkan.
Bagaimana Cara Membuat Konten yang Bikin Interaksi Tinggi?
Ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk menghasilkan konten yang tidak hanya enak dilihat, tetapi juga mengundang audiens untuk berinteraksi.
1. Pahami Target Audiens
Konten yang bagus selalu dimulai dari pemahaman siapa target audiensmu. Apa yang mereka suka? Apa masalah yang mereka hadapi?.
Misalnya, audiens anak muda lebih suka konten ringan, lucu, dan visual. Sementara audiens profesional lebih suka konten edukasi dan tips praktis.
2. Gunakan Visual yang Menarik
Mata manusia lebih cepat menangkap gambar dibandingkan teks. Maka, visual yang kuat sangat penting. Gunakan:
Desain grafis dengan warna konsisten.
Foto atau ilustrasi yang eye-catching.
Video pendek dengan storytelling yang kuat.
3. Buat Caption yang Mengundang Respon
Caption bukan hanya tempat meletakkan informasi, tapi juga senjata utama untuk membangun interaksi. Gunakan kalimat yang:
Mengajukan pertanyaan.
Mengajak audiens berbagi pengalaman.
Memberikan CTA (call to action) seperti “Tag temanmu!” atau “Coba jawab di kolom komentar.”
4. Gunakan Konten Interaktif
Jika ingin tahu bagaimana cara membuat konten yang bikin interaksi tinggi, jawabannya ada pada konten interaktif. Beberapa contoh:
Polling di Instagram Stories.
Quiz singkat dengan hadiah.
Konten carousel yang mengajak swipe sampai akhir.
Challenge atau tantangan yang bisa diikuti audiens.
5. Konsisten dalam Posting
Interaksi tidak akan datang hanya dari satu postingan saja. Kamu perlu konsisten dalam membagikan konten. Buat jadwal posting yang teratur. Dengan begitu, audiens akan terbiasa dengan kehadiranmu.
6. Manfaatkan Tren dengan Kreatif
Ikuti tren yang sedang populer, tetapi jangan hanya sekadar ikut-ikutan. Tambahkan ciri khas brand-mu. Misalnya, gunakan sound TikTok yang viral, tapi isi videonya tetap sesuai dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan.
7. Gunakan Storytelling
Cerita selalu punya kekuatan untuk menyentuh hati. Konten dengan storytelling membuat audiens merasa lebih dekat. Misalnya:
Ceritakan perjalanan brand.
Bagikan testimoni pelanggan dengan kisah nyata.
Tunjukkan behind the scene proses pembuatan produk.
8. Analisis dan Evaluasi
Tidak ada strategi yang sempurna tanpa evaluasi. Lihat data insights dari media sosialmu:
Konten mana yang paling banyak like, komen, atau share?
Jam berapa postinganmu mendapatkan interaksi paling tinggi?
Apa jenis konten yang lebih sering disimpan audiens?
Dengan begitu, kamu bisa terus memperbaiki strategi konten.
Contoh Konten yang Bikin Interaksi Tinggi
Konten Edukasi – Tips singkat, tutorial, atau infografis.
Konten Hiburan – Meme, video lucu, atau quotes inspiratif.
Konten Interaktif – Quiz, polling, challenge.
Konten Testimoni – Kisah nyata pelanggan.
Konten Giveaway – Undian dengan hadiah menarik.
Semua jenis konten ini bisa dioptimalkan dengan desain visual yang kuat.
Peran Desain dalam Membuat Konten Interaktif
Visual yang estetik dan profesional akan langsung meningkatkan peluang interaksi.
Kombas hadir dengan jasa desain postingan media sosial yang membantu brand menciptakan konten tidak hanya indah dipandang, tapi juga mampu menggerakkan audiens untuk berinteraksi.
✨ Ingin konten media sosialmu lebih menarik dan penuh interaksi? Gunakan jasa desain postingan media sosial dari Kombas sekarang juga!
Bagaimana Strategi untuk Melakukan Penjualan di Marketplace? Panduan Lengkap untuk Pemula hingga Pebisnis Profesional!
Bagaimana Strategi untuk Melakukan Penjualan di Marketplace? Panduan Lengkap untuk Pemula hingga Pebisnis Profesional!-Marketplace telah menjadi salah satu tempat paling efektif untuk menjual produk secara online. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, platform seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, hingga TikTok Shop membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar. Namun, persaingan yang ketat menuntut pelaku usaha memiliki strategi yang tepat. Maka dari itu, penting untuk mengetahui bagaimana strategi untuk melakukan penjualan di marketplace secara efektif.
Mengapa Marketplace Menjadi Pilihan Utama untuk Berjualan?
Sebelum masuk ke inti pembahasan bagaimana strategi untuk melakukan penjualan di marketplace, kita pahami dulu kenapa marketplace sangat menjanjikan:
Akses ke jutaan calon pembeli tanpa harus promosi dari nol
Sistem transaksi yang sudah terpercaya dan aman
Fitur dukungan lengkap seperti promosi, voucher, dan pengiriman otomatis
Mudah digunakan oleh siapa saja, termasuk pelaku UMKM dan pemula
Namun, semua keunggulan ini hanya akan memberikan hasil maksimal jika kamu punya strategi yang tepat.
Bagaimana Strategi untuk Melakukan Penjualan di Marketplace?
Berikut ini adalah 10 strategi jitu yang bisa kamu terapkan dalam menjalankan bisnis di marketplace agar penjualan meningkat secara signifikan:
1. Optimalkan Judul dan Deskripsi Produk dengan Kata Kunci yang Tepat
Langkah pertama dari bagaimana strategi untuk melakukan penjualan di marketplace adalah memastikan produkmu mudah ditemukan.
Gunakan kata kunci yang sering dicari (contoh: “sepatu sneakers pria hitam”).
Tulis deskripsi produk secara lengkap: ukuran, warna, bahan, kegunaan.
Hindari clickbait yang menyesatkan.
Semakin relevan judul dan deskripsi, semakin tinggi peluang produkmu muncul di hasil pencarian.
2. Gunakan Foto Produk yang Profesional dan Menarik
Foto produk adalah faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian. Pastikan:
Foto memiliki pencahayaan yang cukup
Tampilkan dari berbagai sudut (depan, samping, belakang)
Gunakan latar putih atau sesuai brand
Tambahkan mockup penggunaan jika memungkinkan
Ingat, pembeli tidak bisa memegang produkmu, jadi visual harus bisa meyakinkan mereka.
3. Berikan Harga yang Kompetitif dengan Strategi Diskon
Dalam dunia marketplace, pembeli sering membandingkan harga. Maka dari itu:
Lakukan riset harga pesaing
Tawarkan diskon spesial untuk pembelian pertama
Gunakan fitur voucher toko, gratis ongkir, atau flash sale
Buat bundling produk dengan harga menarik
Harga kompetitif bisa menjadi pembeda utama, terutama untuk produk yang umum dijual.
4. Manfaatkan Fitur Iklan dan Promosi Marketplace
Marketplace menyediakan fitur berbayar untuk meningkatkan visibilitas produk. Misalnya:
TopAds (Tokopedia)
Iklan Shopee
Push Produk dan Promoted Listings
Gunakan budget iklan dengan bijak. Uji iklan yang menghasilkan konversi tinggi dan evaluasi secara berkala.
5. Tingkatkan Reputasi Toko melalui Review Positif
Reputasi toko sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan konsumen. Tipsnya:
Kirim pesanan cepat dan rapi
Sertakan bonus kecil atau ucapan terima kasih
Follow-up pembeli agar memberikan ulasan
Tanggapi semua review, baik positif maupun negatif, dengan profesional
Marketplace biasanya memberikan peringkat toko berdasarkan performa, termasuk ulasan, respons, dan kecepatan kirim.
6. Aktifkan Fitur Chat dan Tanggapi Pertanyaan dengan Cepat
Marketplace menilai responsif toko berdasarkan kecepatan membalas chat pembeli. Maka:
Gunakan template balasan yang ramah dan informatif
Aktifkan fitur chatbot atau admin jaga toko
Jawab pertanyaan pembeli sejelas mungkin
Pembeli cenderung membeli dari toko yang responnya cepat dan informatif.
7. Perbarui Stok dan Informasi Produk Secara Berkala
Pastikan informasi produk selalu terbaru dan akurat:
Update stok agar tidak overselling
Tambahkan variasi produk jika ada
Perbarui harga jika ada perubahan
Cek kembali ejaan dan format deskripsi
Produk yang sering diperbarui cenderung lebih disukai algoritma marketplace.
8. Ikuti Program dan Event Khusus dari Marketplace
Marketplace sering mengadakan:
Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional)
Promo tanggal kembar (11.11, 12.12)
Campaign tematik (Ramadhan, Back to School)
Manfaatkan momen ini untuk menaikkan trafik dan penjualan. Biasanya marketplace akan bantu promosikan tokomu juga.
9. Bangun Branding Toko yang Konsisten
Branding bukan hanya untuk perusahaan besar. Di marketplace, kamu bisa:
Gunakan nama toko yang unik dan mudah diingat
Pasang banner toko dengan desain profesional
Sertakan logo pada setiap paket pengiriman
Konsisten dalam gaya penulisan dan pelayanan
Branding yang kuat akan menciptakan repeat order dan loyalitas pelanggan.
10. Analisis Data Penjualan dan Adaptasi Strategi
Marketplace menyediakan dashboard performa penjualan. Gunakan data ini untuk:
Mengetahui produk paling laris
Melacak sumber trafik (organik, iklan, campaign)
Menentukan waktu terbaik posting produk
Strategi tanpa evaluasi tidak akan efektif. Selalu review dan adaptasi.
Tips Tambahan: Bangun Komunitas dan Koneksi di Luar Marketplace
Walaupun kamu berjualan di marketplace, kamu tetap bisa membangun basis pelanggan di luar platform seperti:
Mengumpulkan database pelanggan (dengan izin)
Mengajak pembeli follow akun Instagram toko
Menyediakan grup WhatsApp atau Telegram pelanggan loyal
Kirim konten edukatif dan promo berkala
Langkah ini akan meningkatkan loyalitas dan mengurangi ketergantungan pada algoritma marketplace.
Untuk menjawab pertanyaan “bagaimana strategi untuk melakukan penjualan di marketplace”, ada banyak aspek yang harus diperhatikan. Mulai dari optimasi produk, branding, pelayanan pelanggan, hingga pemanfaatan fitur promosi. Kunci utamanya adalah konsistensi dan adaptasi.
Marketplace memang memberikan akses luas kepada calon pembeli, tetapi tanpa strategi yang tepat, toko akan sulit bersaing. Jadi, pelajari data, perbaiki layanan, dan terus tingkatkan kualitas toko agar bisa tumbuh secara berkelanjutan.
Ingin Meningkatkan Penjualan di Marketplace dengan Bimbingan Profesional?
Kalau kamu masih bingung bagaimana strategi untuk melakukan penjualan di marketplace yang benar-benar bekerja, jangan khawatir! Tim kami dari Digital Agency Purwokerto siap membantu kamu dari nol.
Cara Membuat Video Content Promosi yang Menarik dan Efektif untuk Bisnis!
Cara Membuat Video Content Promosi yang Menarik dan Efektif untuk Bisnis!-Di era digital saat ini, video menjadi salah satu media promosi paling kuat dan efektif dalam menarik perhatian audiens. Mulai dari bisnis kecil hingga perusahaan besar, semuanya berlomba-lomba menciptakan konten video untuk memperkenalkan produk, meningkatkan brand awareness, hingga mendorong penjualan. Tapi sebenarnya, cara membuat video content promosi yang sukses itu seperti apa?
Mengapa Video Content Penting dalam Promosi?
Sebelum masuk ke cara membuat video content promosi, kita perlu memahami pentingnya video dalam strategi pemasaran.
Menurut data dari Wyzowl (2024), 91% bisnis menggunakan video sebagai alat pemasaran karena:
Video mampu meningkatkan konversi hingga 80%
Pengguna internet lebih tertarik menonton daripada membaca
Video lebih mudah diingat dibandingkan teks atau gambar
Dengan perkembangan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, membuat video promosi menjadi salah satu investasi terbaik dalam pemasaran digital.
Cara Membuat Video Content Promosi: Langkah-Langkah Lengkap
Berikut adalah panduan lengkap cara membuat video content promosi yang bisa Anda terapkan untuk brand atau bisnis Anda:
1. Tentukan Tujuan Video Promosi
Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan apa tujuan Anda membuat video tersebut. Beberapa tujuan umum antara lain:
Meningkatkan brand awareness
Mempromosikan produk baru
Menarik traffic ke website
Meningkatkan penjualan langsung
Mengedukasi konsumen tentang produk/jasa
Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa menentukan alur cerita, durasi, dan platform yang paling cocok untuk distribusi.
2. Kenali Target Audiens Anda
Siapa yang ingin Anda jangkau melalui video ini? Apakah remaja pengguna TikTok, ibu rumah tangga, profesional muda, atau pelaku bisnis?
Memahami target audiens akan memudahkan Anda dalam menentukan:
Gaya bahasa yang digunakan
Musik atau tone video
Visualisasi dan gaya editing
Durasi dan platform distribusi
3. Tulis Naskah dan Buat Storyboard
Setelah tahu tujuan dan audiens, kini saatnya membuat naskah dan storyboard. Naskah harus singkat, padat, dan jelas. Sampaikan pesan utama dalam 5–30 detik pertama.
Storyboard merupakan sketsa atau alur visual dari isi video. Ini penting untuk merancang adegan demi adegan sebelum proses shooting atau editing dimulai.
Tips:
Gunakan call to action yang kuat, seperti “Kunjungi sekarang”, “Pesan hari ini”, atau “Dapatkan diskon!”
Buat alur: masalah – solusi – manfaat – ajakan
4. Siapkan Alat dan Lokasi Syuting
Anda tidak selalu membutuhkan kamera mahal. Banyak video promosi efektif dibuat hanya dengan kamera smartphone berkualitas tinggi. Yang terpenting:
Pencahayaan cukup dan natural
Suara jernih (gunakan mic clip-on jika perlu)
Background bersih dan tidak mengganggu fokus
Properti produk atau brand tersedia
Jika ingin hasil lebih profesional, Anda bisa menggunakan jasa videografer atau studio produksi.
5. Lakukan Proses Shooting dengan Efisien
Pastikan tim sudah tahu apa yang harus dilakukan dan berdasarkan storyboard. Ulangi pengambilan gambar jika perlu agar hasilnya maksimal.
Tips shooting:
Gunakan tripod untuk hasil stabil
Ambil beberapa angle berbeda untuk variasi
Gunakan teknik B-roll (rekaman tambahan) untuk membuat video yang lebih dinamis
6. Edit Video Secara Profesional
Editing adalah kunci dari kesuksesan video. Anda bisa menggunakan software seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, CapCut, atau bahkan Canva Video.
Yang perlu diperhatikan saat editing:
Potong bagian yang tidak perlu
Tambahkan musik latar yang sesuai
Gunakan teks (judul, subtitle, call to action)
Tambahkan logo dan warna brand
Pastikan transisi smooth dan tidak terlalu ramai
Durasi ideal video promosi di media sosial:
Instagram Reels: 15–30 detik
TikTok: 15–60 detik
YouTube: 1–3 menit
Iklan Video Facebook/Instagram: 15–30 detik
7. Tambahkan Elemen SEO pada Video
Jika Anda mengunggah video ke YouTube atau website, pastikan Anda mengoptimasi elemen SEO seperti:
Judul mengandung kata kunci (misalnya: “Cara Membuat Video Content Promosi Produk UMKM”)
Deskripsi yang informatif
Tag relevan
Thumbnail menarik
SEO membantu video Anda lebih mudah ditemukan oleh pengguna di mesin pencari maupun platform video.
8. Distribusikan Video ke Platform yang Tepat
Pilih platform yang sesuai dengan target audiens Anda:
Instagram Reels dan TikTok cocok untuk konten singkat dan viral
YouTube cocok untuk konten edukasi atau tutorial yang lebih panjang
Facebook cocok untuk video promosi bisnis lokal
WhatsApp Business cocok untuk menjangkau pelanggan langsung
Jangan lupa juga menyisipkan video ke dalam website dan email marketing Anda!
9. Analisa dan Evaluasi Performa Video
Setelah video dipublikasikan, ukur efektivitasnya dengan melihat:
Jumlah tayangan dan like
Durasi tonton rata-rata
Klik pada link atau CTA
Komentar dan engagement
Gunakan data ini untuk memperbaiki video promosi berikutnya agar lebih optimal.
Jenis-Jenis Video Content Promosi yang Populer
Untuk Anda yang masih bingung ingin membuat konten seperti apa, berikut beberapa ide video content promosi:
Testimoni pelanggan: Menunjukkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan
Behind the scene: Menampilkan proses produksi produk
Tutorial penggunaan produk
Video before-after
Animasi penjelasan produk atau layanan
Konten inspiratif atau storytelling brand
Dengan variasi jenis konten, Anda bisa menyentuh berbagai segmen audiens dan menjaga agar promosi tetap menarik.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Video Promosi
Meskipun Anda sudah memahami cara membuat video content promosi, berikut beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:
Video terlalu panjang dan membosankan
Tidak menyampaikan pesan utama dengan jelas
Tidak ada call to action
Kualitas audio atau gambar buruk
Tidak memahami target audiens
Tidak konsisten dalam gaya dan tone brand
Jadi, cara membuat video content promosi yang efektif tidak hanya soal membuat video yang keren, tapi bagaimana menyampaikan pesan yang kuat, menarik perhatian audiens, dan mendorong mereka untuk bertindak. Dengan langkah yang tepat—mulai dari menentukan tujuan, membuat naskah, shooting, editing, hingga distribusi—video Anda bisa menjadi alat marketing yang sangat powerful.
Video promosi yang baik bisa meningkatkan brand awareness, membantu penjualan, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mulai memproduksi konten video hari ini.
📞 Ingin dibantu membuat video promosi profesional untuk bisnis Anda? Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp : 0811-2829-003 📲 Dan jangan lupa follow Instagram : @digitalagency.purwokerto untuk inspirasi konten, tips digital marketing, dan info layanan kreatif lainnya!
Recent Comments