Bagaimana Cara Membuat Konten Visual yang Engaging? Ini Strategi Jitu yang Perlu Kamu Tahu!
Bagaimana Cara Membuat Konten Visual yang Engaging? Ini Strategi Jitu yang Perlu Kamu Tahu!-Di tengah derasnya arus informasi digital, hanya konten visual yang engaging (menarik, menggugah, dan bikin audiens betah berhenti scroll) yang bisa benar-benar menonjol di media sosial. Tapi, bagaimana cara membuat konten visual yang engaging? Apakah cukup dengan desain yang bagus? Jawabannya: tidak.
Konten visual yang berhasil bukan hanya enak dipandang, tapi juga mampu menyampaikan pesan dengan jelas, relevan, dan memicu interaksi. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana cara membuat konten visual yang engaging, lengkap dengan tips praktis dan strategi yang bisa langsung kamu terapkan.
Dan kalau kamu ingin hasil maksimal tanpa repot, kamu bisa langsung gunakan jasa desain konten media sosial dari Kombas dikerjakan oleh tim profesional yang paham betul cara membuat konten visual yang menarik dan strategis!
Mengapa Konten Visual yang Engaging Itu Penting?
Sebelum menjawab pertanyaan bagaimana cara membuat konten visual yang engaging, kita perlu tahu dulu mengapa hal ini sangat penting.
Di media sosial, konten visual adalah “wajah” utama dari brand kamu. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Maka dari itu:
Visual yang menarik dapat menarik perhatian audiens dalam 3 detik pertama
Konten visual yang engaging memperbesar kemungkinan interaksi seperti like, share, dan save
Desain yang kuat mampu membangun citra brand yang profesional dan terpercaya
Dengan begitu, memiliki konten visual yang engaging bukan lagi opsi, tapi keharusan terutama di platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau LinkedIn.
Bagaimana Cara Membuat Konten Visual yang Engaging?
Berikut beberapa tips dan langkah strategis bagaimana cara membuat konten visual yang engaging untuk meningkatkan interaksi dan daya tarik kontenmu:
1. Pahami Siapa Audiensmu
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memahami siapa target audiens kamu. Ini termasuk:
Usia
Minat dan kebutuhan
Gaya bahasa yang mereka sukai
Platform media sosial yang mereka gunakan paling sering
Dengan memahami audiens, kamu bisa menyesuaikan gaya desain, warna, dan jenis konten visual agar lebih relevan dan relatable.
2. Gunakan Warna yang Mencolok Tapi Konsisten
Warna adalah elemen visual pertama yang ditangkap mata. Gunakan warna-warna yang sesuai dengan brand identity kamu dan mampu mencuri perhatian viewers dan audiens. Tips penting:
Gunakan 2–3 warna utama
Pastikan kontrasnya cukup agar teks terbaca
Terapkan warna secara konsisten di semua konten
Warna yang konsisten juga memperkuat branding dan membuat konten kamu mudah dikenali.
3. Tambahkan Elemen CTA (Call To Action)
Salah satu rahasia bagaimana cara membuat konten visual yang engaging adalah menambahkan Call To Action (CTA). CTA bisa dalam bentuk:
Tombol
Teks ajakan seperti “Swipe untuk tahu lebih lanjut!”
Panah atau ikon interaktif
Konten tanpa CTA ibarat toko tanpa pintu audiens tidak tahu harus ke mana setelah melihat kontenmu.
4. Pilih Tipografi yang Jelas dan Sesuai
Font juga memengaruhi seberapa menarik dan mudah dibaca sebuah konten. Gunakan:
Maksimal 2 jenis font
Ukuran font yang cukup besar untuk headline
Hindari font yang terlalu dekoratif jika banyak teks
Kombinasi tipografi yang tepat bisa menambah estetika desain dan memudahkan penyampaian pesan.
5. Gunakan Visual Storytelling
Manusia suka cerita. Maka dari itu, desain yang baik bukan hanya estetika tapi juga mampu bercerita secara visual. Contoh:
Gunakan urutan carousel untuk menjelaskan step-by-step
Gunakan infografis untuk menceritakan data atau fakta
Tampilkan wajah pelanggan untuk menambah sisi emosional
Visual storytelling membuat konten lebih hidup dan menyentuh sisi emosional audiens.
6. Sisipkan Unsur Interaktif
Engaging berarti mengundang interaksi. Maka, jangan ragu menyisipkan elemen seperti:
Pertanyaan di slide akhir
Ajakan komentar
Polling visual
Quiz ringan di desain
Hal ini akan membuat audiens merasa dilibatkan, bukan hanya sekadar penonton pasif.
7. Optimalkan Format dan Ukuran Visual
Setiap platform punya dimensi dan format konten berbeda. Pastikan kamu menyesuaikan ukuran agar konten tampil maksimal, seperti:
Instagram Feed: 1080 x 1080 px
Instagram Story: 1080 x 1920 px
Facebook Post: 1200 x 630 px
LinkedIn Image: 1200 x 627 px
Konten yang terpotong atau buram bisa menurunkan kredibilitas brand kamu.
Gunakan Jasa Desain Sosial Media dari Kombas
Sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara membuat konten visual yang engaging, tapi mungkin kamu merasa:
Nggak punya waktu untuk desain
Bingung mulai dari mana
Butuh hasil yang terlihat profesional
Kalau kamu mengalami hal tersebut, Kombas punya solusinya! Kami telah menyediakan jasa desain konten sosial media yang:
Dikerjakan oleh tim desainer berpengalaman
Desain disesuaikan dengan karakter brand kamu
Mengutamakan visual yang engaging dan memikat
Siap digunakan di berbagai platform (Instagram, Facebook, LinkedIn, dll)
Termasuk revisi dan konsultasi desain
Hasilnya? Konten kamu tampil lebih profesional, menarik, dan siap membuat audiens jatuh cinta!
Jadi, bagaimana cara membuat konten visual yang engaging? Jawabannya terletak pada kombinasi strategi desain, pemahaman audiens, storytelling visual, penggunaan warna dan font yang tepat, serta CTA yang kuat.
Namun, jika kamu ingin hasil cepat, rapi, dan profesional—gunakan saja jasa desain postingan media sosial dari Kombas. Kami siap bantu membuat konten yang bukan hanya indah secara visual, tapi juga punya daya tarik tinggi untuk audiens kamu.
🎨 Ingin Konten Visualmu Lebih Menarik & Engaging? 📞 Hubungi Kombas via WhatsApp:0811-2829-003 📲 Follow Instagram:@digitalagency.purwokerto 💼 Biarkan kami bantu kamu menciptakan konten yang memikat dan memperkuat citra brand di media sosial!
Apa Saja Elemen Penting dalam Desain Konten Sosial Media? Yuk, Pahami Strateginya!
Apa Saja Elemen Penting dalam Desain Konten Sosial Media? Yuk, Pahami Strateginya!-Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi cerita, tapi telah menjadi alat pemasaran dan branding paling kuat. Maka dari itu, kualitas konten visual yang menarik dan profesional sangat menentukan keberhasilan promosi suatu brand, produk, bahkan personal branding.
Tapi, sering muncul pertanyaan semacam ini: “Apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media?” Apakah hanya soal warna dan gambar? Bagaimana dengan font, narasi, atau penempatan logo?
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media, dan bagaimana kamu bisa mengoptimalkannya. Tak hanya itu, kamu juga akan diajak untuk mengenal solusi praktis dari Kombas, penyedia jasa desain konten sosial media yang siap membuat brand kamu naik level!
Mengapa Desain Konten Sosial Media Itu Penting?
Sebelum membahas apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media, kamu perlu paham dulu alasannya. Media sosial bukan lagi soal “yang penting posting,” tapi lebih kepada bagaimana cara menyampaikan pesan secara visual yang memikat dan bermakna.
Desain yang asal-asalan akan membuat audiens scroll tanpa peduli. Sebaliknya, desain yang menarik dan strategis tentu bisa meningkatkan hal berikut ini:
Engagement (like, comment, share)
Brand awareness
Kepercayaan audiens
Konversi penjualan
Maka dari itu, setiap elemen dalam konten harus dirancang secara profesional dan memiliki tujuan yang jelas.
Apa Saja Elemen Penting dalam Desain Konten Sosial Media?
Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan: apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media? Berikut adalah unsur-unsur utama yang wajib kamu pahami dan aplikasikan:
1. Visual Branding (Identitas Visual yang Konsisten)
Identitas visual itu mencakup warna brand, jenis font, logo, bahkan tone desain. Emangnya untuk apa? Tentunya agar audiens bisa langsung mengenali bahwa itu adalah konten milikmu—meski hanya sekilas.
Misalnya: Feed Instagram @digitalagency.purwokerto memiliki tone biru elegan, font modern, dan style minimalis. Ini membuat kontennya mudah dikenali.
Tips:
Gunakan maksimal 2–3 warna utama
Konsisten dalam penggunaan font dan layout
Sisipkan logo atau watermark di setiap desain
2. Tipografi yang Menarik dan Mudah Dibaca
Tipografi bukan hanya soal gaya huruf, tapi juga tentang kemudahan membaca dan penyampaian emosi dari pesan yang kamu bawa. Gunakan kombinasi font yang harmonis dan tidak terlalu banyak.
Tips:
Gunakan font tebal untuk judul, tipis untuk teks tambahan
Pastikan kontras warna font dengan background mencukupi
Hindari penggunaan font terlalu artistik yang sulit dibaca
3. Komposisi dan Layout yang Rapi
Komposisi adalah cara kamu menyusun elemen-elemen dalam satu desain: teks, gambar, logo, ikon, dan lainnya. Tata letak yang rapi akan memudahkan audiens mencerna pesan konten secara cepat.
Tips:
Gunakan prinsip visual seperti grid, alignment, dan white space
Hindari desain yang terlalu padat dan ramai
Gunakan satu titik fokus utama dalam desain
4. Copywriting yang Singkat, Padat, dan Jelas
Banyak orang berpikir bahwa desain hanya soal visual. Padahal, teks dalam desain punya peran besar dalam mempengaruhi emosi audiens. Gunakan kata-kata yang singkat, tajam, dan to the point.
Tips:
Gunakan kata ajakan atau Call to Action (CTA) yang kuat
Sesuaikan gaya bahasa dengan target audiens
Jangan lupa tone yang digunakan (formal, santai, humoris, dll.)
5. Pemilihan Gambar atau Ilustrasi Berkualitas
Gambar atau ilustrasi adalah daya tarik utama dari sebuah konten visual. Pastikan kamu menggunakan gambar beresolusi tinggi dan relevan dengan isi pesan.
Tips:
Gunakan foto original atau stok gambar berkualitas tinggi
Hindari gambar pecah atau tidak relevan
Jika perlu, gunakan ilustrasi custom agar lebih unik
6. Warna dan Psikologi Warna
Warna bisa menciptakan perasaan dan kesan tertentu. Merah memberi kesan berani, biru menenangkan, kuning membangkitkan energi. Maka dari itu, pemilihan warna harus disesuaikan dengan tujuan konten.
Tips:
Gunakan palet warna yang mewakili brand
Pastikan tidak terlalu banyak warna dalam satu desain
Gunakan warna kontras untuk elemen penting (CTA, headline)
7. Elemen Interaktif (jika perlu)
Saat ini, banyak konten sosial media yang tidak hanya statis, tapi juga interaktif—seperti kuis, polling, atau konten carousel yang mengajak swipe.
Tips:
Gunakan elemen seperti panah, ikon geser, atau numbering
Buat desain yang mengundang respons audiens
Sesuaikan dengan platform yang digunakan (Instagram, TikTok, dll.)
Gunakan Jasa Desain Konten Sosial Media dari Kombas!
Setelah tahu apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media, kini kamu juga tahu bahwa desain bukan sekadar cantik, tapi juga strategis. Nah, bagi kamu yang merasa kesulitan menyusun semua elemen tersebut, solusi terbaiknya adalah menggunakan jasa profesional dari Kombas!
Kenapa harus Kombas?
Dikerjakan oleh tim desain berpengalaman dan kreatif
Desain sesuai identitas brand kamu
Tersedia layanan desain feed, story, reels cover, dan lainnya
Hasil cepat, rapi, dan tentunya estetik
Bisa request sesuai kebutuhan (formal, casual, edukatif, dll.)
Dengan bantuan tim Kombas, kamu bisa fokus mengembangkan bisnismu, sementara desain kontennya kami yang tangani!
Jadi, apa saja elemen penting dalam desain konten sosial media? Jawabannya mencakup berbagai aspek seperti identitas visual, tipografi, layout, copywriting, kualitas gambar, pemilihan warna, hingga elemen interaktif. Semua elemen ini harus bekerja secara harmonis dan teratur untuk menciptakan konten yang tidak hanya menarik, tapi juga efektif menyampaikan pesan.
Desain yang baik tidak harus ribet. Tapi butuh pemahaman strategi dan konsistensi. Jika kamu merasa repot atau butuh bantuan desain profesional, gunakan jasa desain dari Kombas sekarang juga!
🎯 Hubungi kami sekarang di WhatsApp: 0811-2829-003 📱 Follow Instagram kami di:@digitalagency.purwokerto 💡 Tingkatkan kualitas visual dan engagement sosial media kamu, bareng Kombas!
Bagaimana Membuat Desain yang Konsisten di Sosial Media? Ini Cara Efektifnya!
Bagaimana Membuat Desain yang Konsisten di Sosial Media? Ini Cara Efektifnya!-Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan hanya tempat bersosialisasi, tetapi juga ruang utama untuk membangun citra brand. Tampilan visual yang kuat dan konsisten adalah kunci untuk menciptakan kepercayaan, profesionalitas, dan kesan yang melekat di benak audiens. Maka dari itu, penting bagi setiap pemilik usaha atau content creator untuk memahami bagaimana membuat desain yang konsisten di sosial media.
Sering merasa desain feed Instagram atau konten sosial media terlihat “berantakan” dan tidak teratur? Bisa jadi kamu belum menerapkan prinsip desain yang konsisten. Dalam artikel ini, kita akan membahas tuntas strategi dan tips praktis untuk menciptakan desain sosial media yang seragam, menarik, dan selaras dengan brand identity. Dan tentu saja, kamu juga bisa langsung menggunakan jasa desain sosial media dari Kombas untuk hasil yang profesional!
Mengapa Konsistensi Desain di Sosial Media Itu Penting?
Sebelum membahas bagaimana membuat desain yang konsisten di sosial media, mari kita pahami dulu pentingnya konsistensi visual.
Desain yang konsisten memberikan banyak keuntungan seperti:
Meningkatkan daya ingat audiens terhadap brand
Membangun kesan profesional dan terpercaya
Memudahkan audiens mengenali konten dari brand kamu tanpa melihat logo
Menyatukan pesan visual agar lebih mudah dipahami
Bayangkan jika setiap postingan kamu memiliki gaya desain berbeda-beda hari ini pakai warna biru, besok ungu, minggu depan font-nya berubah lagi. Hal ini tentunya akan membingungkan audiens dan merusak branding yang sedang kamu bangun.
Bagaimana Membuat Desain yang Konsisten di Sosial Media?
Berikut ini adalah langkah-langkah dan tips bagaimana membuat desain yang konsisten di sosial media agar tampilan feed dan konten kamu terlihat rapi, selaras, dan mudah dikenali.
1. Tentukan Brand Guideline
Langkah pertama dalam membuat desain yang konsisten adalah memiliki brand guideline atau panduan identitas visual. Brand guideline mencakup:
Palet warna utama dan sekunder
Jenis font dan ukuran yang digunakan
Gaya visual (flat, minimalis, elegan, playful, dsb)
Logo dan penempatan
Gaya tone komunikasi
Dengan adanya guideline ini, siapa pun yang membuat konten akan punya acuan yang jelas, sehingga desain tetap konsisten walau dibuat oleh tim berbeda.
2. Gunakan Template Desain yang Seragam
Untuk mempercepat proses desain dan menjaga konsistensi brandingmu, gunakan template desain. Template bisa mencakup:
Template untuk feed edukasi
Template untuk testimoni pelanggan
Template untuk promosi atau diskon
Template carousel dan reels
Kamu bisa membuat beberapa variasi dari template agar tidak monoton, tapi tetap mempertahankan struktur dan elemen utamanya.
3. Buat Grid Feed Instagram yang Terstruktur
Jika kamu fokus di Instagram, maka feed yang rapi akan memberikan kesan profesional sejak pertama kali dilihat. Salah satu teknik yang bisa diterapkan adalah grid layout seperti:
Puzzle feed
Kolom konten: edukasi, promosi, hiburan
Pola 3 warna bergantian
Kombinasi teks dan foto secara selang-seling
Desain grid membantu kamu menjaga keseimbangan visual sekaligus memperkuat identitas konten.
4. Jaga Konsistensi Warna dan Font
Warna dan font adalah elemen kunci dalam desain yang mudah diingat. Maka penting sekali untuk:
Menggunakan warna utama brand pada setiap desain
Tidak gonta-ganti jenis font
Menjaga tone warna agar tidak terlalu kontras dengan identitas brand
Gunakan maksimal 2–3 warna utama dan 1–2 font agar desain tetap clean dan mudah dibaca.
5. Gunakan Elemen Visual yang Sama
Elemen seperti ikon, bentuk dekoratif, ilustrasi, dan garis sebaiknya juga diseragamkan.
Contoh:
Semua ikon berbentuk outline
Gunakan bentuk elemen melengkung di setiap desain
Ilustrasi memiliki gaya gambar yang serupa
Hal kecil seperti ini bisa memberikan efek visual yang kohesif secara keseluruhan.
6. Buat Jadwal Konten untuk Menjaga Ritme Visual
Jadwal konten bukan hanya untuk perencanaan posting, tapi juga bisa menjaga ritme visual. Misalnya:
Hari Senin = konten edukasi
Rabu = promo
Jumat = testimoni
Dengan begitu, kamu akan tahu konten jenis apa yang akan dibuat dan bisa mempersiapkan desain sesuai kategori tersebut. Ini membantu menjaga pola dan warna yang konsisten dalam feed.
7. Lakukan Revisi Secara Berkala
Walaupun konsistensi penting, bukan berarti desain tidak boleh di-upgrade. Lakukan evaluasi desain setiap 3–6 bulan:
Apakah desain masih relevan?
Apakah audiens mulai bosan?
Adakah tren desain baru yang bisa diadopsi tanpa mengganggu brand identity?
Revisi ini bukan untuk mengubah total, tapi untuk menyegarkan tampilan agar tetap menarik dan up-to-date.
Ingin Desain Sosial Media Konsisten Tanpa Repot? Gunakan Jasa dari Kombas!
Kamu sudah tahu bagaimana membuat desain yang konsisten di sosial media, tapi tidak punya waktu atau tim desain sendiri?
Tenang, Kombas siap bantu kamu! Sebagai digital agency terpercaya, Kombas menyediakan jasa desain konten sosial media yang:
100% sesuai dengan brand identity
Dikerjakan oleh tim kreatif berpengalaman
Menyediakan template konten yang konsisten dan strategis
Bisa request gaya desain sesuai preferensi kamu
Cocok untuk UMKM, brand personal, startup, hingga corporate
Hasil desain dari Kombas bukan hanya cantik, tapi juga strategis dan membangun branding secara jangka panjang.
Dengan memahami identitas brand, membuat panduan visual, menggunakan template, dan menjaga warna serta elemen desain yang sama di setiap postingan, artinya kamu sudah paham bagaimana membuat desain yang konsisten di media sosialmu. Konsistensi bukan berarti membosankan justru menjadi kunci agar brand kamu mudah dikenali, diingat, dan dipercaya.
Kalau kamu ingin hasil desain yang rapi, menarik, dan merepresentasikan brand kamu secara maksimal, jangan ragu untuk menggunakan jasa desain sosial media dari Kombas!
📞 Hubungi via WhatsApp: 0811-2829-003 📱 Follow Instagram:@digitalagency.purwokerto 🎨 Bikin sosial media brand kamu tampil konsisten dan memukau hanya bersama Kombas!
Bagaimana Membuat Desain dengan CTA yang Kuat? Rahasia Konten yang Mengajak dan Mengonversi!
Bagaimana Membuat Desain dengan CTA yang Kuat? Rahasia Konten yang Mengajak dan Mengonversi!-Dalam dunia digital marketing dan sosial media saat ini, konten visual bukan hanya tentang keindahan desain. Lebih dari itu, konten visual harus mengajak audiens untuk bertindak. Di sinilah pentingnya elemen Call to Action (CTA) yang kuat dan strategis. Tapi, banyak yang masih bertanya-tanya: “Bagaimana membuat desain dengan CTA yang kuat?”
CTA bukan hanya sekadar tombol atau tulisan “klik di sini”, tapi merupakan jembatan antara konten dan tujuan bisnis. Desain yang indah tanpa CTA yang jelas akan berakhir tanpa dampak. Sebaliknya, desain yang tepat dengan CTA yang kuat bisa meningkatkan engagement, traffic, bahkan penjualan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana membuat desain dengan CTA yang kuat, lengkap dengan contoh, strategi, dan rekomendasi layanan desain profesional dari Kombas yang siap bantu kamu menghasilkan konten yang mengajak dan mengonversi.
Mengapa CTA Penting dalam Desain Konten?
Sebelum menjawab bagaimana membuat desain dengan CTA yang kuat, kita harus pahami dulu kenapa CTA sangat krusial.
CTA berupa ajakan langsung yang mendorong audiens melakukan sesuatu. Tanpa CTA, audiens tidak akan tahu harus melakukan apa selanjutnya, meskipun mereka tertarik dengan kontenmu.
Fungsi utama CTA dalam desain konten:
Menggerakkan audiens untuk bertindak
Mengarahkan ke tujuan konten (klik, beli, follow, daftar, dll)
Meningkatkan konversi dan hasil dari campaign
Memperjelas nilai dari penawaranmu
Bagaimana Membuat Desain dengan CTA yang Kuat?
Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan: bagaimana cara membuat desain dengan CTA yang kuat? Simak beberapa tips penting berikut agar desain kontenmu tidak hanya cantik, tapi juga powerful dan efektif!
1. Gunakan Bahasa yang Asertif dan Jelas
CTA harus menggunakan kalimat yang langsung dan mengajak bertindak. Hindari kalimat yang ambigu atau terlalu panjang. Gunakan kata kerja aktif dan ringkas seperti:
“Beli Sekarang”
“Klik untuk Daftar”
“Coba Gratis Hari Ini”
“Hubungi Kami”
“Dapatkan Penawaran Spesial”
Tips: Tambahkan elemen urgensi seperti “sekarang juga” atau “terbatas” agar audiens lebih terdorong bertindak cepat.
2. Tempatkan CTA pada Posisi yang Strategis
Letak CTA dalam desain sangat menentukan tingkat efektivitasnya. CTA yang “tersembunyi” atau terlalu kecil tidak akan menarik perhatian.
Tips:
Tempatkan CTA di area yang paling terlihat (biasanya di tengah atau bawah konten)
Gunakan ruang kosong di sekitar CTA agar terlihat lebih mencolok
Jangan terlalu dekat dengan elemen lain yang bisa mengganggu fokus
3. Gunakan Warna Kontras untuk CTA
Warna CTA harus berbeda dan mencolok dibandingkan elemen lainnya dalam desain, tanpa mengganggu harmoni visual.
Tips:
Pilih warna yang kontras tapi masih selaras dengan warna brand
Pastikan warna teks CTA mudah dibaca di atas background-nya
Gunakan warna merah, oranye, atau hijau untuk efek psikologis yang lebih kuat (sesuai konteks)
4. Sertakan Nilai Tambah di Dalam CTA
Agar lebih menarik, kamu bisa menambahkan manfaat langsung yang didapat jika CTA diikuti. Contohnya:
“Download Gratis Ebook Bisnis”
“Dapatkan Diskon 50% Sekarang”
“Gabung Sekarang & Raih Cuan Tiap Hari”
CTA semacam ini tidak hanya mengajak, tapi juga memberi alasan kenapa audiens harus segera bertindak.
5. Gunakan Desain Tombol atau Elemen Visual CTA
CTA yang hanya berupa teks sering terabaikan. Coba ubah CTA menjadi tombol visual yang terlihat bisa diklik, meskipun tidak interaktif secara teknis (di sosial media, misalnya).
Tips:
Gunakan bentuk tombol (rounded rectangle, pill shape, dll.)
Tambahkan ikon pendukung seperti panah ➜
Gunakan bayangan atau efek kontras agar tombol lebih “hidup”
6. Konsisten dalam Desain dan Gaya CTA
Brand yang profesional punya gaya CTA yang konsisten. Misalnya, selalu menggunakan font dan warna yang sama untuk semua postingan dengan CTA. Ini akan memudahkan audiens mengenali pola ajakanmu.
Tips:
Buat template CTA untuk desain konten harian
Gunakan gaya bahasa yang sesuai brand tone (santai, formal, friendly, dll.)
Terapkan konsistensi pada feed Instagram, story, reels cover, hingga banner digital
Contoh Desain CTA yang Efektif
Bayangkan kamu sedang mempromosikan diskon jasa desain media sosial. Mana CTA yang lebih kuat?
❌ “Klik jika tertarik.” ✅ “Diskon 40% untuk Desain Feed Instagram – Klik Sekarang!”
Lihat perbedaannya? Versi kedua:
Menyebut nilai penawaran
Mengajak bertindak
Menggunakan kata kerja aktif
Memberi rasa urgensi
Gunakan Jasa Desain Konten Profesional dari Kombas!
Jika kamu merasa pusing menyusun strategi visual dan CTA yang kuat secara teknis dan estetis, Kombas siap membantu kamu.
Kombas adalah digital agency yang menyediakan layanan jasa desain konten sosial media profesional yang terkonsep, rapi, dan punya daya tarik visual tinggi. Termasuk dalam desainnya: penempatan CTA yang strategis dan efektif.
Mengapa harus Kombas?
Dikerjakan oleh tim desain berpengalaman
Visual rapi, menarik, dan sesuai branding
Desain konten dengan CTA yang dirancang khusus untuk audiens kamu
Tersedia berbagai paket desain: feed, story, reels cover, infografis, dll.
Bisa custom sesuai campaign atau keperluan promosi
Dengan Kombas, kamu tidak hanya mendapatkan desain yang keren, tapi juga konten yang bekerja dan menghasilkan!
Jadi, bagaimana membuat desain dengan CTA yang kuat? Jawabannya meliputi penggunaan bahasa ajakan yang tegas, penempatan strategis, penggunaan warna kontras, nilai tambah, serta elemen visual tombol yang mencolok. Semua ini harus terintegrasi dalam desain yang estetik dan terkonsep agar mampu mendorong audiens untuk bertindak.
Namun jika kamu ingin hasil cepat, rapi, dan profesional, gunakan jasa desain konten dari Kombas. Bukan hanya desain menarik, tapi juga konten dengan CTA yang kuat dan mengonversi!
📞 Hubungi Kombas sekarang via WhatsApp: 0811-2829-003 📱 Follow Instagram:@digitalagency.purwokerto 🎨 Bangun konten sosial media dengan desain yang memikat dan CTA yang menggoda, hanya di Kombas!
Bagaimana Menyesuaikan Desain dengan Brand Identity? Inilah Kuncinya Agar Desain Lebih Bermakna dan Konsisten!
Bagaimana Menyesuaikan Desain dengan Brand Identity? Inilah Kuncinya Agar Desain Lebih Bermakna dan Konsisten!-Dalam era digital seperti sekarang, desain visual bukan sekadar hiasan. Ia adalah bahasa pertama yang berbicara kepada audiens, bahkan sebelum mereka membaca satu kata pun. Maka dari itu, penting bagi setiap brand untuk memiliki desain yang sesuai dengan brand identity. Namun, pertanyaannya adalah: “Bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity?”
Tak sedikit bisnis yang tampil secara visual tanpa arah, membuat audiens bingung, bahkan ragu untuk percaya. Padahal, ketika desain mampu selaras dengan brand identity, maka brand akan tampak profesional, mudah diingat, dan lebih mudah membangun hubungan dengan audiens.
Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity secara lengkap dan praktis. Untuk kamu yang ingin hasil desain yang optimal dan siap pakai, juga ada solusi menarik dari Kombas, digital agency yang menyediakan jasa desain postingan media sosial profesional.
Apa Itu Brand Identity dan Mengapa Desain Harus Menyesuaikan?
Sebelum menjawab bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity, kita harus tahu dulu apa itu brand identity.
Brand identity adalah keseluruhan elemen visual dan pesan yang merepresentasikan kepribadian, nilai, dan misi suatu brand. Termasuk di dalamnya:
Logo
Warna brand
Tipografi
Gaya komunikasi
Nilai-nilai inti brand
Bayangkan brand identity sebagai “wajah dan kepribadian” dari sebuah bisnis. Jika wajah ini tidak konsisten, audiens akan sulit mengenali atau mempercayainya.
Desain yang tidak sesuai dengan brand identity bisa membuat pesan yang disampaikan jadi membingungkan. Sebaliknya, desain yang tepat akan:
Menyampaikan pesan brand dengan jelas
Membangun kepercayaan dan profesionalitas
Membantu audiens lebih cepat mengenali brand
Meningkatkan loyalitas dan engagement
Bagaimana Menyesuaikan Desain dengan Brand Identity?
Nah, sekarang saatnya membahas secara rinci: bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity? Berikut adalah langkah-langkah dan prinsip yang bisa kamu ikuti.
1. Kenali Karakter dan Nilai Brand secara Mendalam
Sebelum mulai mendesain, kamu harus mengenal terlebih dahulu kepribadian brand tersebut. Tanyakan beberapa hal berikut:
Apakah brand ini formal atau santai?
Apakah brand ingin terlihat profesional, ramah, atau berani?
Nilai apa yang ingin disampaikan kepada audiens?
Siapa target audiens utama?
Misalnya: Jika brand kamu ingin tampil hangat dan ramah untuk target anak muda, maka desainnya tidak boleh terlalu kaku dan formal.
2. Gunakan Palet Warna yang Konsisten dengan Brand
Warna adalah salah satu elemen paling kuat dalam branding. Warna yang konsisten dan seragam menciptakan asosiasi psikologis dalam benak audiens.
Contoh:
Biru = profesional, dipercaya
Merah = berani, energik
Kuning = ceria, optimis
Hitam = elegan, mewah
Tips:
Gunakan 2–3 warna utama brand dalam seluruh desain
Hindari terlalu sering mengganti warna palet dalam konten
Gunakan tools seperti Adobe Color untuk menjaga konsistensi palet warna
3. Terapkan Font dan Tipografi yang Mewakili Brand
Font bukan hanya soal estetika, tapi juga soal penyampaian emosi dan kesan. Pilihan font harus sejalan dengan karakter brand kamu.
Tips:
Brand modern biasanya menggunakan sans-serif (bersih dan simpel)
Brand mewah cenderung pakai serif atau script (klasik dan elegan)
Hindari menggunakan lebih dari 2–3 jenis font dalam satu desain
Gunakan ukuran dan spasi teks yang seimbang
4. Buat Gaya Visual yang Konsisten
Gaya visual mencakup bentuk elemen, ilustrasi, foto, ikon, dan efek desain lainnya. Konsistensi dalam gaya visual akan mempermudah audiens mengenali brand kamu, bahkan tanpa melihat nama atau logo.
Tips:
Tentukan gaya ilustrasi: flat, outline, 3D, atau realistik
Gunakan template desain yang seragam
Selalu tampilkan logo di posisi yang sama
5. Gunakan Bahasa Desain Sesuai Gaya Komunikasi Brand
Desain juga menyampaikan pesan melalui teks, headline, dan copy. Maka gaya bahasa yang digunakan dalam konten juga harus sejalan dengan karakter brand.
Contoh:
Brand profesional = kalimat formal dan informatif
Brand anak muda = kalimat santai, singkat, dan kadang menggunakan slang
Brand edukasi = kalimat yang ramah dan menjelaskan
Pastikan antara desain visual dan gaya penulisan saling melengkapi, bukan bertabrakan.
6. Perhatikan Detail Visual seperti Ikon dan Ornamen
Ikon, garis, bingkai, atau bentuk dekoratif dalam desain juga harus menyatu dengan identitas brand.
Tips:
Gunakan ikon dengan gaya yang sama (misal outline semua, atau filled semua)
Pilih elemen tambahan (ornamen) yang mendukung tema
Jangan menambahkan elemen hanya karena “terlihat keren”
7. Gunakan Template yang Dibuat Khusus Sesuai Brand
Agar konten media sosial kamu konsisten, buatlah template desain yang dapat digunakan berulang kali. Template ini bisa mencakup:
Template edukasi
Template testimoni
Template promo
Template carousel
Dengan template, kamu bisa menjaga konsistensi visual sekaligus menghemat waktu.
Kombas Siap Bantu Wujudkan Desain Sesuai dengan Brand Identity Kamu
Kalau kamu merasa sudah tahu bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity, tapi belum punya waktu, tenaga, atau keahlian teknis untuk membuat desain yang konsisten, tenang saja! Kombas punya solusinya.
Kombas adalah digital agency kreatif yang menyediakan jasa desain konten media sosial profesional, lengkap dengan strategi branding visual yang disesuaikan dengan identitas brand kamu.
Kenapa harus Kombas?
Dikerjakan oleh tim kreatif berpengalaman
Desain 100% sesuai brand guideline dan karakter bisnismu
Cocok untuk UMKM, startup, personal branding, hingga perusahaan besar
Bisa request gaya visual sesuai keinginan
Proses cepat, hasil profesional, dan bisa revisi
Jadi, bagaimana menyesuaikan desain dengan brand identity? Jawabannya ada pada konsistensi dan pemahaman mendalam terhadap karakter brand. Mulai dari pemilihan warna, font, gaya visual, hingga gaya komunikasi semuanya harus saling mendukung untuk menciptakan kesan yang utuh dan profesional.
Brand kamu punya karakter, dan desain adalah cara terbaik untuk menunjukkan siapa kamu kepada dunia. Kalau kamu ingin tampil lebih kuat secara visual, gunakan jasa desain dari Kombas sekarang juga!
Bagaimana Cara Membuat Desain Postingan yang Menarik? Ini Rahasia Visual yang Menjual!
Bagaimana Cara Membuat Desain Postingan yang Menarik? Ini Rahasia Visual yang Menjual!-Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, terutama di media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok, visual adalah segalanya. Konten yang ditampilkan harus bukan hanya informatif, tapi juga menarik secara tampilan agar mampu menangkap perhatian dalam hitungan detik. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya: “Bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik?”
Pertanyaan ini penting karena tanpa visual yang menggugah, audiens hanya akan scroll tanpa peduli isi pesanmu. Entah itu promosi produk, edukasi, atau personal branding desain adalah wajah pertama yang dilihat.
Dalam artikel ini, kita akan bahas tuntas bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik, dilengkapi strategi, tips praktis, dan solusi bagi kamu yang ingin hasil profesional tanpa ribet lewat layanan desain dari Kombas.
Mengapa Desain Postingan yang Menarik Itu Penting?
Sebelum membahas bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik, kamu harus tahu dulu kenapa desain memegang peran penting dalam dunia konten digital.
Desain yang menarik mampu:
Meningkatkan engagement (like, comment, share, save)
Menarik perhatian pengguna dalam 3 detik pertama
Membentuk persepsi profesional terhadap brand
Meningkatkan konversi (klik link, beli produk, daftar event)
Membedakan dirimu dari pesaing
Di era serba visual ini, informasi bagus saja tidak cukup. Harus dibungkus dengan tampilan yang enak dilihat dan mudah dicerna.
Bagaimana Cara Membuat Desain Postingan yang Menarik?
Nah, sekarang kita masuk ke bagian inti: bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik? Berikut adalah tips dan strategi yang bisa kamu terapkan, baik untuk personal branding maupun promosi bisnis.
1. Tentukan Tujuan dari Setiap Postingan
Langkah awal sebelum mulai mendesain adalah memahami: tujuan dari postingan ini apa?
Apakah untuk:
Meningkatkan brand awareness?
Mempromosikan produk?
Memberi edukasi atau informasi?
Mengajak audiens bertindak (CTA)?
Tujuan konten akan memengaruhi gaya visual, pemilihan warna, font, hingga susunan elemen.
2. Gunakan Visual Branding yang Konsisten
Desain postingan yang menarik selalu punya ciri khas visual. Misalnya:
Warna yang selalu digunakan
Jenis font khas
Gaya ilustrasi atau bentuk tertentu
Logo di pojok desain
Hal ini membuat konten kamu mudah dikenali, meningkatkan kredibilitas, dan membentuk brand identity yang kuat.
3. Buat Judul Visual yang Eye-Catching
Judul bukan hanya untuk caption. Di dalam desain pun, judul visual (headline) harus menarik dan mampu menghentikan scroll audiens.
Tips:
Gunakan font besar dan tebal
Gunakan angka atau kata “menarik” (contoh: 5 Tips, Rahasia, Strategi Ampuh)
Tambahkan efek warna, shadow, atau blok untuk menonjolkan teks
4. Gunakan Kombinasi Warna yang Harmonis tapi Kontras
Warna adalah alat komunikasi visual paling kuat. Pilih palet warna yang selaras namun tetap kontras agar elemen penting seperti CTA atau headline bisa menonjol.
Tips:
Gunakan 2–3 warna utama untuk brand
Gunakan tools seperti Coolors atau Canva Color Wheel untuk eksplorasi warna
Hindari warna terlalu mencolok atau berlebihan
5. Pilih Font yang Mudah Dibaca dan Serasi
Font bukan sekadar estetika, tapi juga kenyamanan membaca. Jangan gunakan terlalu banyak jenis font pada satu desain. Cukup gunakan kombinasi font judul dan isi teks yang serasi.
Tips:
Gunakan font sans-serif untuk kesan modern dan bersih
Hindari font miring atau dekoratif untuk teks panjang
Perhatikan jarak antar huruf dan spasi baris
6. Gunakan Gambar atau Ilustrasi Berkualitas Tinggi
Gambar pecah atau blur akan langsung menurunkan kredibilitas desain. Gunakan gambar:
Beresolusi tinggi
Relevan dengan isi postingan
Bisa dipadukan dengan elemen desain tanpa tabrakan warna
Jika memungkinkan, gunakan ilustrasi original atau custom agar desain lebih unik.
7. Gunakan Hierarki Visual dan Tata Letak Rapi
Desain yang menarik adalah desain yang memudahkan mata untuk membaca informasi secara berurutan. Gunakan prinsip hierarki visual:
Judul besar di atas
Gambar sebagai daya tarik utama
Teks informasi atau CTA di bawah atau samping
Susun elemen dengan jarak yang seimbang dan hindari desain yang terlalu padat.
8. Tambahkan CTA yang Jelas dan Menggugah
CTA (Call to Action) harus ada dalam setiap postingan yang ingin mengarahkan tindakan. Bisa berupa:
“Klik link di bio”
“Hubungi sekarang”
“Cek produk selengkapnya”
“Swipe untuk tahu lebih banyak”
Gunakan warna mencolok dan bentuk tombol agar CTA menonjol dari elemen lain.
Tools yang Bisa Membantu Membuat Desain Postingan yang Menarik
Kalau kamu mau coba membuat desain sendiri, berikut beberapa tools yang dapat kamu manfaatkan:
Canva: Mudah digunakan, cocok untuk pemula
Adobe Illustrator: Lebih profesional dan fleksibel
Figma: Cocok untuk tim dan kolaborasi desain
Crello: Alternatif Canva dengan banyak template visual
Namun jika kamu ingin hasil yang cepat, estetik, dan profesional, gunakan jasa desain dari tim Kombas!
Gunakan Jasa Desain Postingan Sosial Media Profesional dari Kombas!
Sudah tahu bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik, tapi tidak punya waktu untuk membuat sendiri? Atau masih merasa desainmu kurang optimal?
Tenang! Kombas siap bantu kamu!
Kombas adalah digital agency yang menyediakan jasa desain konten sosial media profesional, termasuk:
Desain feed Instagram
Desain story interaktif
Cover reels dan highlight
Desain promosi atau edukasi
Branding visual yang konsisten
Keunggulan Kombas:
Dikerjakan oleh tim kreatif berpengalaman
Desain estetik dan sesuai tren
Revisi fleksibel dan komunikatif
Bisa request gaya dan kebutuhan khusus
Harga bersahabat untuk semua kalangan
Jadi, bagaimana cara membuat desain postingan yang menarik? Caranya dimulai dari penentuan tujuan, konsistensi branding, pemilihan warna dan font yang tepat, penyusunan layout yang rapi, hingga penggunaan CTA yang menggugah. Semua itu harus bekerja sama dalam satu frame visual yang nyaman dilihat dan penyampain pesan yang efektif.
Kalau kamu ingin konten media sosial yang bukan hanya indah, tapi juga menghasilkan interaksi dan konversi, maka Kombas adalah solusi terbaik untukmu.
Recent Comments