Sepertinya kita sering mendengar istilah sertifikasi guru. Namun apa itu sebenarnya, akan dijelaskan pada artikel ini.
Apa yang dimaksud Sertifikasi Guru?
Sertifikasi guru ialah pemberian bukti pengakuan resmi dari lembaga pendidikan nasional kepada guru yang telah memenuhi kriteria melalui ujian untuk menjadi penyelenggara aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah atau Instansi Pendidikan.
Nah sertifikasi guru ini sendiri merupakan salah satu kesungguhan usaha pemerintah dalam membuat serta melestarikan tenaga pendidik yang bermutu dan memiliki kompetensi profesional sebagai tenaga pendidik.
Guru yang telah memiliki sertifikasi guru akhirnya telah diakui secara resmi secara nasional bahwa ia telah memenuhi kriteria sebagai tenaga pendidik profesional.
Apa Bedanya Sertifikasi Guru dengan PPG?
Untuk yang paling pertama itu adalah dari segi pesertanya. Nah peserta sertifikasi guru ialah guru yang telah memiliki pengalaman utamanya pengalaman di dunia tenaga pendidikan.
Sedangkan PPG sendiri pesertanya adalah guru yang belum memiliki pengalaman di dunia pendidikan.
Kedua kita lihat dari segi materinya, untuk peserta sertifikasi guru berarti mereka akan diuji atas pengalaman, kemampuan, juga pengetahuan mereka tentang dunia pendidikan.
Oh ya, pengalaman kemampuan dan pengetahuan mereka yang diuji itu berasal dari dedikasi mereka selama mengajar. Dan contoh ujiannya observasi pengajaran lalu ada pengecekan portofolio guru dan ada juga ujian tertulis.
Kalau PPG pesertanya lebih seperti diberikan ujian berbasis materi untuk mereka pelajari dan kuasai sehingga mereka memiliki kriteria kemampuan sama pengetahuan untuk menjadi seorang tenaga pendidik
Contohnya mereka harus mengikuti serangkaian kuliah lalu ada juga melaksanakan praktek mengajar dan pembelajaran reflektif.
Ketiga kita bisa tau dari jangka waktu nya, untuk sertifikasi guru jauh lebih singkat karena hanya penilaian terhadap kompetensi atau kemampuan yang seorang guru sudah memiliki (biasanya kurang dari 1 tahun).
Kalau untuk PPG jauh lebih lama karena ini seperti memberikan kecakapan atau kompetensi kepada calon guru yang belum memiliki kemampuan dan durasinya sekitar 1 sampai 2 tahun.
Apa Persyaratan Sertifikasi Guru?
Untuk mendapatkan sertifikasi guru harus memenuhi beberapa persyaratan seperti:
Punya Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma 4 (D-IV) dari lembaga pendidikan terakreditasi.
Ini tentu saja adalah salah satu syarat paling penting untuk mengikuti sertifikasi guru karena jika tidak punya maka tidak dapat mengikuti sertifikasi guru.
Sudah dalam jabatan saat menjadi guru atau telah menjadi Pegawai Negeri Sipil
Syarat ini pesertanya harus sudah menjadi Guru yang aktif dalam jabatan atau sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil yang telah diangkat dan diberikan tugas untuk mengajar.
Maksudnya yang bersangkutan sudah menjadi tenaga pendidik yang diakui oleh instansi pendidikan resmi baik negeri maupun swasta.
Pengalaman minimal 5 tahun
Seorang pengajar yang ingin mengikuti uji kompetensi kelayakan harus sudah memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun,baik di satu sekolah yang sama atau di sekolah yang beda tapi tetap pada yayasan yang sama.
Memiliki NUPTK
NUPTK atau kepanjangannya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini seperti sebuah identitas yang dimiliki oleh guru atau tenaga pengajar karena bahkan setelah berpindah pindah sekolah nomor ini akan tetap sama.
Nomor ini diberikan kepada guru atau tenaga pengajar dan menjadi bagian dari registrasi, nomor ini punya 16 digit dan tidak berubah meskipun berpindah pindah sekolah.
Bukan guru berstatus GTY atau diangkat oleh Pemda
Selanjutnya, guru yang diangkat oleh Pemda untuk mengajar di suatu instansi atau yayasan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah juga tidak dapat mengikuti Sertifikasi Guru.
Selain itu ada pula Guru berstatus GTY yang kepanjangannya itu ialah Guru Tetap Yayasan yang tidak bisa mengikuti sertifikasi guru.
Hak dan Kewajiban Guru yang Telah Mendapatkan Sertifikasi
Selanjutnya kita mulai bahas Kewajibannya, pertamanya yaitu guru atau tenaga pendidik yang telah memiliki sertifikasi guru harus dapat merencanakan dan melaksanakan program pendidikan sebaik mungkin.
Karena guru adalah orang yang memang dirancang untuk menjalankan kegiatan pendidikan maka ini sudah menjadi kewajibannya.
Kewajiban selanjutnya yaitu mampu dan dengan ikhlas melaksanakan tujuan pendidikan yang telah dirancang dan disetujui oleh pemerintah dan mewujudkan target atau harapan pendidikan yang diatur sama pemerintah.
Selanjutnya adalah sikap rofesionalisme dan komitmen yang tinggi dalam mengajar. Setiap siswa atau anak murid punya keunikan dan perbedaan serta ciri khas masing masing. Tampaknya sudah pasti guru akan menghadapi berbagai variasi rintangan dalam mengajar.
Nah disinilah pentingnya sikap profesionalisme dan komitmen seorang guru sehingga dapat mengajar.
Terakhir yaitu Kesehatan Jasmani dan Rohani, sebab itu untuk aktif melaksanakan semua kewajiban sebelumnya alhasil guru harus punya kesehatan jasmani dan rohani.
Sekarang saatnya mengulik tentang hak hak guru pengajar. Yaitu yang pertama adalah salah satu alasan tambahan orang orang menjadi guru untuk jaminan penghasilan dan jaminan sosial.
Kemudian juga penghargaan atas jasanya, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta hak sarana prasarana pemerintah untuk usaha mereka dalam memenuhi kewajiban.
Selain sertifikasi tadi, ada juga berbagai sertifikasi tingkat nasional lainnya yang dapat kamu ketahui atau bahkan dapatkan.Jika kamu berminat kamu bisa menghubungi nomor di bawah ini:
Pelatihan – Pelatihan barangkali bukan istilah yang asing bagi kita semua. Akan tetapi sebenarnya seperti apa pelatihan ini, kita bisa lihat di tulisan berikut ini:
Apa yang Dimaksud Dengan Pelatihan ?
suatu kegiatan yang di rancang secara berulang ulang dan terstruktur dengan memiliki tujuan yaitu untuk mengasah skill, meningkatkan pengetahuan, agar memenuhi kriteria yang di butuhkan. pelatihan juga bisa untuk mengubah perilaku, dan pola pikir.
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut.
Untuk meningkatkan produktifitas dalam dunia kerja
Menaikan level Skill
Mendapatkan Skill baru
Memperlancar suatu pekerjaan
Meningkatnya rasa persatuan dan suasana kekeluargaan dalam dunia kerja
Meningkatnya Produktifitas kerja
Mendorong sikap keterbukaan manajemen
Pelatihan Disebut Apa ?
Latihan yang dimaksud adalah suatu proses dimana orang orang melakukan suatu kegiatan yang bertujuan untuka menaikan level skill atau kemampuan kerja. Pelatihan juga dapat dilakukan dengan yang namanya pengalaman secara langsung maupun tidak langsung yang terjadi dalam kehidupan sehari hari.
Apa Perbedaan Antara Kursus dan Pelatihan?
Ada beberapa faktor yang membedakan antara Kursus dengan Pelatihan.
Kursus adalah kegiatan yang di selenggarakan atau di adakan oleh lembaga pendidikan untuk mempelajarai satu kemampuan yang di janjikan, dan Kursus diatur jaminan Satu Skill Profesional oleh pemerintah dalam undang undang nomor 20 tahun 2003 mencakup evaluasi, Akreditasi, dan mendapatkan Sertifikat.
Perbedaan Tujuan
Untuk Kursus Lebih kearah untuk meningkatkan keterampilan tertentu terutama meliputi hard skill. Tujuan Kursus tergantung oleh apa yang ingin Prioritas untuk di kuasai. Setelah ia menyelesaikan Kursusnya akan dijamin mendapatkan Sertifikat berdasarkan Kursus yang dilakukannya, biasanya Kursus dilakukan oleh mahasiswa yang ingin mendapatkan nilai yang tinggi.
Sedangkan Pelatihan Lebih kearah soft skill walaupun hard skill juga dikembangkan tapi prioritasnya adalah soft skill, biasanya pelatihan dilakukan, oleh perusahaan perusahaan yang ingin menaikan Sumber Daya Manusia.
Perbedaan Materi
Pengertian dari kursus condong kearah hard skill jadi 90 % Materi di arahkan ke hard skill, seperti yang sudah di bahas di atas pada bagian Perbedaan Tujuan. Ketika seseorang telah selesai melakukan Kursus ia akan mendapat Sertifikat yang berhubungan yang Kursus ajarkan.
Akan tetapi pelatihan sama sama memberikan materi untuk hard skill, tetapi tidak teralu condong ke hard skill, pelatihan lebih mendahulukan untuk soft skill contohnya seperti di atas pada bagian Perbedaan tujuan yaitu Perusahaan atau company yang ingin memperbagus atau memperbanyak Sumber daya Manusianya
Perbedaan Metode
Kursus menggunakan metode pembelajaran yang bisa terbilang formal,dan kebanyakan kursus berfokus pada Materi dan minim prakteknya.
Sedangkan untuk pelatihan metode pembelajaranya yang bisa terbilang non formal,dan fleksibel. kebanyakan Berfokus pada Prakteknya dan minim materi. praktek yang dimaksud adalah metode pembelajaran yang lebih interaktif seperti diskusi bersama tim, simulasi,dan lain lain, dari pada menggunakan materi.
Setiap Metode mamiliki peran dan keuntungan yang berbeda beda, dan juga tergantung tujuannya.
Perbedaan Waktu
Kursus memerlukan durasi waktu yang terbilang pendek, contohnya beberapa minggu.
Sedangkan Pelatihan memerlukan durasi waktu yang lebih lama dibandingkan Kursus, misalnya beberapa bulan..
Itulah beberapa faktor perbedaan antara Kursus dan Pelatihan.
Apa Saja Program Pelatihan Kerja ?
Ada beberapa Jenis pelatihan Karyawan sebagai berikut.
Orientation Training
Orientation Training yaitu memberikan semacam edukasi atau sosialisasi mengenai budaya, prosedur, aturan,dan struktur anggota, ini adalah langkah awal dan bersifat wajib untuk setiap karyawan yang beru memasuki company atau perusahaan, hal ini juga pasti di lakukan oleh semua perusahaan.
Onboarding Training
Onboarding Training adalah langkah selanjutnya setelah Orientation Training selesai, Onboarding Training adalah pengenalan tugas yang yang akan dilakukan oleh karyawan secara detail, agar karyawan baru lebih percaya diri untuk melakukan tugasnya/
Compliance Training
Compliance Training adalah Suatu kegiatan seperti sosialisai mengenai peraturan tentang perusahaan yang harus di patuhi, tidak hanya peraturan tetapi juga standar etika, sopan santun ,regulasi pemerintah. hal ini dilakukan agar karyawan tidak melanggar aturan dan dapat memahami secara pasti tentang aturan, etika yang harus di laksanakan. dan juga setiap perusahaan wajib mengadakan program Compliance Training.
Language Training
Language Training adalah jenis latihan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa karyawan, apalagi yang perusahaanya beroperasi lintas negara. Kegiatan ini cukup penting untuk perusahaan karena rata rata perusahaan sekarang atau perusahaan besar selalu beroperasi lintas negara, selain meningkatkan komunikasi, juga dapat meningkatkan kerja sama.
Product training
Jenis pelatihan ini sangat penting karena membantu memahami secara mendalam fitur, manfaat, dan penggunaan produk, atau layanan perusahaan.
Sales Training
Latihan yang mengajarkan tentang cara untuk Nogosiasi dengan penjual, cara menghadapi penolakan ,dan strategi closing yang paling efektif.
Leadership Training
Seperti namanya ini membatu jika seseorang mamiliki posisi sebagai pemimpin. membantu dalam mengambil keputusan, mengkoordinasi bawahan, serta cara komunikasi yang efektif.
Team Training
Team Training dilakukan untuk melatih jiwa kerja sama tim yang baik
Tecnical Training
Jenis latihan ini memberikan tentang tata cara menggunakan suatu alat berdasarkan SOP nya.
Quality Assurance (Q/A) Training
Quality Assurance Training ini membantu karyawan agar mengevaluasi, memantau dan meningkatkan kinerja kerja.
Soft-skills Training
Soft Sklill training ini membantu untuk meningkatkan Soft skill yang dimiliki oleh karyawan.
Diversity Training
Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatakan sifat toleransi di sekitar dunia kerja.
Safety Training
Safety Training dikenal juga dengan pelatihan untuk keamanan tempat kerja, seperti cara mencegah kecelakaan, dan bagaimana menangani situasi yang darurat di tempat kerja.
Upskiling
Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan, agar karyawan tetap atau lebih produktif.
Reskiling
Pelatihan dimana karyawan beralih peran dengan karyawan lainnya yang berada pada posisi pekerjaan yang berbeda.
Jika ingin mengetahui pelatihan lebih lanjut terutama pelatihan yang berkaitan dengan dunia digital silahkan hubungi nomor di bawah.
Recent Comments