Sertifikasi Bahasa Jepang cukup penting terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan, atau memulai karir atau bahkan sampai menetap di Jepang. Nah bagaimana proses mendapatkan sertifikat beserta hal hal yang berkaitan dengannya?
Apa itu Sertifikasi Bahasa Jepang?
Sertifikasi adalah sebuah proses pengakuan resmi untuk kemampuan seseorang. Sertifikasi ini biasanya dilakukan dengan melalui proses pelatihan dan ujian, dan lama waktu pelatihan serta ujiannya juga berbeda beda tergantung pada sertifikasi apa yang diambil.
Setelah seseorang melalui pelatihan dan lolos ujian, mereka akan diberikan sertifikat yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki standar kompetensi atau memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup di bidang tertentu.
Nah itu artinya Sertifikat Bahasa Jepang ialah dokumen pengakuan resmi atas kemampuan Bahasa Jepang seseorang yang telah memenuhi suatu standar yang dibutuhkan atau perlu dicapai.
Apa Saja Tes Bahasa Jepang?
Ada beberapa jenis tes untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Jepang, nah selanjutnya kita akan membahas seputar hal ini.
JLPT
JLPT atau kepanjangannya Japanese Language Proficiency Test adalah tes Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang.
Lembaga pemerintahan Jepang yang menyelenggarakan tes ini ialah lembaga yang bernama Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services (JEES).
JEES atau Japan Educational Exchanges and Services sebelumnya bernama Association of International Education, Japan (Asosiasi Pendidikan Internasional, Jepang). Mereka telah beroperasi bahkan sejak tahun 1984. Begitu sejarah singkatnya.
JLPT diselenggarakan untuk menguji kemampuan Bahasa Jepang dari orang orang yang bukan merupakan penutur asli Bahasa Jepang. Mereka biasanya disebut non-native speaker.
Jika diselenggarakan di luar Jepang mereka akan bekerja sama dengan lembaga dari negara tersebut. Yang membuat JLPT unik adalah ia memiliki 5 level dari yang paling dasar N5 hingga paling mahir N1. Kita akan membahas lebih detail bagian ini nanti.
JFT
Kepanjangan dari JFT adalah Japan Foundation Test. Sesuai namanya, tes yang satu ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation dan dimulai sejak bulan April tahun 2019.
Sama dengan JLPT, tes ini juga diperuntukkan bagi orang orang asing yang bukan penutur asli bahasa Jepang. Tes ini mereka gunakan jika mereka memiliki niatan untuk pergi ke Jepang untuk bekerja atau menetap.
Tes ini bertujuan untuk mengukur apakah seseorang itu akan kesulitan dalam berkomunikasi sehari-hari serta apakah mereka akan kesulitan jika hidup di Jepang terutama karena kendala bahasa.
Untuk tes ini diselenggarakan dengan menampilkan soal melalui komputer atau yang kita sebut Computer Based Testing (CBT). Jadi peserta harus datang ke tempat tes diadakan.
Untuk lama durasi tes JFT-Basic adalah 60 menit. Soal soal yang disajikan terdiri dari 4 bagian yaitu:
Huruf dan Kosakata
Percakapan dan Ungkapan
Pendengaran
Pemahaman Bacaan
Berbeda dengan JLPT yang memiliki 5 level dari N5 sampai N1, JFT-Basic hanya memiliki satu level yaitu A2 yang disetarakan dengan N4 pada tes JLPT.
NAT-TEST
NAT-TEST merupakan singkatan dari Nihongo Ability Test. Tes ini diselenggarakan oleh pelaksana dari Senmon Kyoiku yang ada di Tokyo, Jepang.
Tes ini memiliki tingkat kesulitan atau level yang mirip dengan Tes JLPT, ada Level 5 untuk yang terbawah hingga Level 1 untuk yang tertinggi. Untuk isi materi dari ujiannya adalah Pengetahuan Bahasa yang mencakup Kosakata, Huruf, Tata Bahasa dan juga materi Bacaan dan Pendengaran.
Lama ujian untuk NAT-TEST adalah setengah hari dan ujiannya dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun. Tes ini juga dilakukan di luar Jepang melalui perwakilan panitia di masing-masing negara.
Nah hasil dari NAT-TEST ini bisa digunakan oleh para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang.
JLPT dan JFT Apa Bedanya?
Terdapat beberapa perbedaan signifikan antara JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan JFT (Japan Foundation Test):
Pertama – Tujuan. JLPT digunakan sebagai persyaratan studi hingga melamar kerja ke perusahaan Jepang, sementara JFT lebih kepada bekerja dan menetap di Jepang seperti status izin tinggal Pekerja Berketerampilan Spesifik.
Kedua – Level. JLPT memiliki lima level capaian yang secara berurutan dimulai dari N5, N4, N3, N2, hingga N1. Sementara itu, JFT hanya memiliki 1 level yaitu A2 yang setara dengan N4 JLPT.
Ketiga – Media Ujian. JLPT menggunakan Lembar Jawaban Optik, sedangkan JFT menggunakan Computer-Based Test atau CBT.
Keempat – Lama Ujian. Lama ujian JLPT berbeda beda tergantung dari levelnya. Kita akan membahas ini nanti, untuk JFT durasi nya 60 menit.
Kelima – Frekuensi Ujian. Ujian JLPT diselenggarakan 2 kali setahun, sedangkan JFT-Basic diselenggarakan 6 kali dalam setahun.
Tidak, kedua tes ini berbeda di aspek penyelenggara dimana NAT-TEST diselenggarakan oleh Senmon Kyoiku. Sedangkan JLPT diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services (JEES).
Meskipun ada persamaan seperti sama sama memiliki 5 level kesulitan atau capaian.
Berapa Biaya Sertifikasi Bahasa Jepang?
Untuk tes JLPT:
N5 kisaran Rp120.000
N4 kisaran Rp130.000
N3 kisaran Rp170.000
N2 kisaran Rp190.000
N1 kisaran Rp220.000
Untuk tes JFT-Basic A2 ada di kisaran Rp400.000
Nah itu tadi pembahasan kita mengenai Sertifikasi Bahasa Jepang. Jika kamu tertarik untuk mengikuti pelatihan Sertifikasi lain yang tidak kalah penting seperti Sertifikasi Digital Marketing, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Bahasa Inggris – Pada era dimana hampir seluruh teknologi menggunakan bahasa inggris, kemampuan bahasa inggris beserta sertifikasi nya pun menjadi cukup penting. Nah apa dan bagaimana sertifikasi bahasa inggris itu?
Apa itu Sertifikasi Bahasa Inggris?
Bisa kita sebut Sertifikasi Bahasa Inggris adalah pengakuan resmi berbentuk akta atau dokumen yang mengakui bahwa kemampuan Bahasa Inggris seseorang telah memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.
Cara mendapatkannya tentu saja dengan mengikuti ujian sertifikasi nya.
Sertifikasi Bahasa Inggris Apa Saja?
Ada banyak jenis tes untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris, berikut adalah jenis jenis tes yang akan kita bahas:
TOEIC
TOEIC atau kepanjangannya adalah Test of English for International Communication. Informasi lebih lanjutnya, tes ini cenderung lebih difokuskan untuk dunia kerja dan seringkali menjadi syarat utama bagi orang orang yang melamar ke perusahaan asing di Indonesia dan luar negeri.
Tes ini memiliki 2 jenis tes yaitu Listening-Reading dan Speaking-Writing. Untuk rata rata skornya akan berada di kisaran 10-990.
TOEFL
Test of English as a Foreign Language kepanjangannya. Tes ini diperuntukkan bagi mereka yang bukan penutur asli bahasa inggris atau yang disebut non-native speaker.
Jenis ini biasanya digunakan untuk mendaftar baik pekerjaan atau ke universitas yang berbahasa Inggris di Indonesia maupun di Amerika. Tes TOEFL ini menggunakan dasar American English.
Tes TOEFL terbagi lagi menjadi 4 jenis tes yaitu:
1. Computer-Based Test (CBT)
Seperti namanya tes ini dilakukan dengan menggunakan komputer yang ada di tempat tes. Jadi pesertanya harus datang langsung ke tempat tes. Perlu diperhatikan bahwa tes ini memiliki waktu pengerjaan sekitar 4 jam.
Peserta juga tidak dapat mengulang soal sebelumnya jika sampai tertinggal. Skor yang didapat dari tes ini ada di kisaran 30-300.
2. Paper-Based Test (PBT)
Tes ini merupakan jenis tes yang paling awal digunakan dalam sejarah tes TOEFL. Tes ini dilakukan dengan datang langsung ke tempat tes dilaksanakan untuk mengerjakan lembar soal yang telah dicetak.
Nah tes ini sendiri lebih sering diselenggarakan oleh tempat yang menyediakan kursus, institusi pendidikan, serta lembaga bahasa.
Lama waktu untuk tes ini adalah sekitar 3 jam dan diisi dengan tes Writing, Listening, Writing Comprehension, serta Structure & Written Expression. Skor yang didapat dari tes ini adalah sekitar 310 sampai 667.
3. Internet-Based Test (iBT)
Tes iBT memiliki susunan yang lengkap mulai dari kategori reading, listening, speaking, dan writing. Tes PBT dan CBT mulai tergantikan oleh tes ini semenjak kepopulerannya karena lebih simpel tanpa kategori structure.
Durasi tes ini berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam. Skor nya berkisar antara 0 sampai 120 dengan pembagian 30 poin untuk masing masing kategori (Reading, Listening, Speaking, Writing).
4. Institutional Testing Program (ITP)
ITP cukup unik karena soal soal yang digunakan mereferensikan soal internasional namun tidak sepenuhnya diakui secara internasional. Maksudnya adalah tidak semua institusi atau universitas menerima hasil tes ini.
Lama tes nya sekitar 5 jam dan skor nya berkisar antara 500 sampai 600.
IELTS
International English Language Testing System adalah tes yang ditujukan untuk non-native speaker dan kegunaan dari tes ini juga sangat luas. Mencakup tujuan pendidikan, pekerjaan, bahkan imigrasi.
Tes ini cocok untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, juga bagi mereka yang ingin memulai karir di luar negeri, serta bagi mereka yang ingin menetap di negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa nasionalnya.
Durasinya 2 jam 45 menit dan skor nya berkisar 0 sampai 9.
Selain jenis tes yang kita bahas di atas ada juga beberapa jenis tes lainnya yang lebih spesifik untuk suatu tujuan tertentu.
Apa Bedanya IELTS dan TOEFL?
Meskipun keduanya adalah tes bahasa inggris, mereka memiliki beberapa perbedaan seperti:
TOEFL berfokus pada English American, sedangkan IELTS menggunakan baik English American dan English British.
TOEFL lebih ditujukan untuk lembaga pendidikan atau universitas di Amerika serta Kanada, IELTS digunakan untuk banyak tujuan di berbagai negara berbahasa Inggris.
Soal TOEFL didominasi oleh soal Pilihan Ganda, sedangkan IELTS lebih bervariasi (Pilihan Ganda, Essay singkat, dan lain lain).
Nilai Tes TOEFL berkisar 0 sampai 120, IELTS berkisar 0 sampai 9.
Ada berbagai perbedaan lainnya yang dapat kamu temukan, namun yang di atas adalah beberapa perbedaan paling mendasar dari kedua tes itu.
Berapa Biaya Sertifikasi Bahasa Inggris?
Biaya sertifikasi bahasa Inggris cukup berbeda tergantung jenis tesnya. Untuk tes TOEIC Listening-Reading ada di kisaran Rp675.000 dan untuk tes Speaking-Writing sekitar Rp1.455.000.
Untuk biaya sertifikasi TOEFL sendiri ada di sekitar angka Rp3.385.000. Sementara itu biaya tes sertifikasi IELTS ada di kisaran Rp3.000.000.
Sertifikat Bahasa Inggris Apa Yang Terbaik?
Semua tes bahasa Inggris tentunya tidak dapat dibandingkan begitu saja karena fungsi mereka pun berbeda beda. Kamu hanya perlu memastikan apa tujuan mu dan ikuti tes Bahasa Inggris yang sesuai dengan tujuanmu.
Misal, untuk tujuan berkuliah di Amerika atau Kanada kamu perlu mengikuti tes TOEFL. Sementara jika tujuanmu adalah untuk tinggal di negara berbahasa Inggris seperti Inggris,Australia, atau New Zealand maka ambil IELTS.
Jika kamu tertarik untuk mengetahui pelatihan dan sertifikasi lain yang tidak kalah penting seperti Sertifikasi Digital Marketing, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Web Developer adalah pengakuan resmi yang diberikan kepada seorang Web Developer yang telah memenuhi standar kompetensi untuk menjadi pengembang web. Nah apa itu Web Developer dan bagaimana sertifikasi nya?
Apa itu Web Developer?
Web Developer adalah seseorang yang bekerja untuk menjadi pembuat, pengembang, dan pemelihara website. Tak jarang mereka juga ikut andil dalam pengembangan web saja alias web yang sebelumnya sudah dibuat namun belum disempurnakan. Cukup sering juga mereka mengurus lebih dari satu website dalam satu waktu.
Apa itu Sertifikat Web Developer?
Sertifikat Web Developer adalah pemberian akta atau pengakuan resmi bagi orang yang telah memenuhi standar kompetensi untuk menjadi Web Developer. Biasanya calon penerimanya harus mengikuti serangkaian pelatihan dan ujian kompetensi di LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi.
Apa itu LSP?
Sekarang kita akan sedikit membahas lembaga yang berwenang menyelenggarakan ujian untuk sertifikasinya. LSP atau kepanjangannya Lembaga Sertifikasi Profesi adalah terusan tangan dari BNSP. LSP yang telah memiliki lisensi dari BNSP dapat menyelenggarakan pelatihan serta ujian untuk mendapatkan sertifikat bagi mereka yang mengikutinya.
Apa itu BNSP?
Berbeda dengan LSP yang sebelumnya kita bahas, BNSP yang merupakan singkatan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini adalah lembaga yang memberikan lisensi kepada LSP. Mereka bertanggung jawab kepada presiden dan memiliki wewenang mengatur regulasi terkait pelatihan dan ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi di Indonesia.
Jadi singkatnya, BNSP adalah pihak yang memberikan wewenang kepada LSP untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian sertifikasi, dan LSP adalah pihak yang akan melaksanakan pelatihan dan ujiannya untuk peserta sertifikasi.
Web Developer Harus Kuliah Jurusan Apa?
Sekarang kita lanjut membahas seputar Web Developer. Nah yang akan kita bahas adalah jurusan kuliah yang cocok untuk web developer.
Teknik Informatika
Teknik Informatika selama kuliahnya memang banyak berfokus pada software atau perangkat lunak serta pengoperasiannya. Contohnya seperti struktur data, manajemen basis data, pemrograman web, dan arsitektur perangkat.
Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual memang berfokus pada desain suatu hal, namun karena inilah ia diperlukan. Lulusan DKV akan bekerja untuk mendesain tampilan web agar tidak hanya menarik tapi juga memberikan user experience yang menyenangkan.
Ilmu Komputer
Ilmu Komputer sangat berkaitan erat dengan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). Karena baik perangkat lunak dan perangkat keras menggunakan bahasa pemrograman maka lulusan Ilmu Komputer pasti akan cukup familiar dengan bahasa pemrograman.
Software Engineering
Jurusan ini cenderung lebih berfokus pada perangkat lunak. Detailnya, mereka akan mempelajari bagaimana cara mendesain program, kemudian membuatnya dan melakukan uji coba, hingga evaluasi.
Ada berbagai jurusan lain yang juga cocok untuk masuk ke bidang Web Developer. Bahkan mereka yang tidak mengenyam bangku kuliah pun bisa menjadi Web Developer, namun tentu saja dengan kuliah terutama pada jurusan yang sesuai dapat meningkatkan keahlian di bidang Web Developer.
Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengikuti kursus atau pelatihan dimbangi belajar otodidak dan mengikuti forum atau organisasi Web Developer untuk terus meningkatkan kemampuan.
Web Developer Harus Menguasai Apa?
Sama seperti bidang kerja lainnya, Web Developer pun harus memiliki skill tertentu untuk dapat memenuhi kebutuhan klien. Yang paling umum tentunya adalah skill coding dan memahami bahasa pemrograman. Kita akan membahas skill skill berikut:
Bahasa Pemrograman Dasar. Sudah sewajarnya seorang Web Developer memiliki pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk website seperti HTML untuk menginput teks dan CSS yang digunakan untuk mengatur visual yang akan ditampilkan.
Bahasa Pemrograman Lanjutan. JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang lebih menarik, PHP untuk form seperti bagian login dan sign-up, dan SQL untuk mengatur informasi dari pengunjung (database).
Library dan Framework. Dua tools ini digunakan untuk mempermudah proses programming. Library akan menyediakan fungsi dan kelas yang ditetapkan sedangkan Framework memberikan kerangka kerjanya.
Software Desain. Digunakan untuk membuat dan menyajikan prototipe website.
Kemampuan Analisis Sistem. Ini digunakan dalam mencapai hasil yang diinginkan dengan menganalisa apakah program yang dibuat berfungsi sesuai rencana.
Pemahaman Domain dan Database website
Web Developer Gaji Berapa?
Gaji seorang Web Developer sangatlah bervariasi tergantung dari project yang dikerjakan (Freelancer) serta ketentuan perusahaan, juga keterampilan serta pengalaman yang dimiliki. Di bawah ini adalah daftarnya:
Fresh Graduate ada di rentang Rp2.000.000 sampai Rp14.000.000.
Entry Level kisaran Rp2.500.000 hingga Rp.24.000.000
Mid Level yaitu Rp3.000.000 dan Rp.37.000.000.
Senior Level mulai dari Rp4.500.000 hingga Rp40.000.000.
Berapa Biaya Sertifikasi Web Developer
Sertifikasi Web Developer sangat bervariasi tergantung dari LSP yang dipilih, pastikan untuk memilih LSP yang jelas sudah terdaftar dan memiliki lisensi dari BNSP untuk mengadakan pelatihan.
Salah satu contoh LSP yang bisa kamu percayakan untuk menjadi penyelenggara pelatihan adalah PT Kombas Digital Internasional. Jika kamu tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh kamu dapat langsung menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi LSP sesuai namanya itu adalah sertifikasi yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. Nah apa sebenarnya LSP dan bagaimana mereka memberikan sertifikasi?
1.Apa itu Sertifikasi LSP?
Sertifikat LSP itu adalah akta atau dokumen pengakuan atas kemampuan seseorang yang dianggap telah memenuhi standar kompetensi di suatu bidang. Nah untuk mereka yang mendapatkan sertifikat ini biasanya akan melalui serangkaian persiapan serta ujian yang disiapkan oleh pihak LSP.
LSP sendiri ialah singkatan dari Lembaga Sertifikasi Profesi, bergerak untuk memberikan pelatihan dan ujian kepada orang orang yang ingin memperoleh sertifikat. LSP ini seperti terusan tangan dari lembaga yang berwenang dalam menerbitkan sertifikat serta mengatur regulasinya, yaitu BNSP.
2.LSP dan BNSP Bedanya Apa?
Sesuai yang sebelumya kita bahas di pembahasan di atas, LSP dan BNSP ialah dua lembaga yang berbeda namun saling terkait. Jika digambarkan LSP itu seperti perpanjangan tangan BNSP dalam misinya untuk menerbitkan sertifikat.
Apa perbedaan mendasarnya? Tentu saja tugas dan wewenangnya. BNSP berwewenang untuk mengatur regulasi atau yang kita sebut aturan mengenai berbagai hal dalam penerbitan sertifikat. Nah LSP berwewenang untuk mengadakan ujian kompetensinya. Ujian ini yang akan menjadi penentu apakah seseorang itu layak mendapat sertifikat.
BNSP atau kepanjangannya Badan Nasional Sertifikasi Profesi akan memberikan lisensi kepada LSP yang telah memenuhi standar untuk merencanakan pelatihan dan ujian untuk seseorang. Karena ini nih tidak semua LSP bisa menajalankan pelatihan, hanya yang sudah memiliki lisensi resmi dari BNSP saja yang boleh menyelenggarakannya.
Jadi singkatnya, BNSP yang akan memberikan wewenang penyelenggaraan pelatihan dan menyetujui penerbitan sertifikat, sedangkan LSP itu lah yang akan merancang dan menyelenggarakan uji kompetensinya.
Apa itu LSP Digital?
LSP Digital adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang memberikan pelatihan uji kompetensi pada bidang Teknologi dan Informasi. Contoh sertifikasi nya adalah seperti:
Digital Marketing
Data Analyst
Web Developer
Desainer Grafis
Web Programmer Junior
Masih ada lagi berbagai sertifikasi dari LSP Digital, dan kegunaannya juga sangat penting dan bermanfaat terutama saat ini adalah saat dimana teknologi digunakan oleh hampir semua orang dan sebagian besar bidang pekerjaan.
Berbagai Jenis Pihak Sertifikasi LSP serta Perannya
LSP di Indonesia umumnya dibagi menjadi 3 jenis, biasanya mereka dibedakan oleh fungsi dan jenis instansi pembentuknya. Nah selanjutnya kita akan membahas setiap LSP tersebut.
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1
LSP P1 ini biasanya dibentuk dan ada di bawah manajemen institusi pelatihan atau institusi pendidikan. LSP jenis ini umumnya didirikan oleh Lembaga Pelatihan, Universitas atau Politeknik, dan Sekolah Menengah Kejuruan.
Visi dan Misi LSP P1 akan berfokus pada sertifikasi untuk kompetensi siswa peserta pelatihan atau institusi pendidikan yang membentuknya. Tujuannya tentu saja untuk memastikan kalau siswa atau individu didikan mereka memenuhi kompetensi kerja sesuai bidang mereka.
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 2
LSP P2 berbeda dengan LSP P1, dimana pembentuk LSP P2 biasanya adalah suatu organisasi profesi atau asosiasi.
LSP P2 berfungsi memastikan bahwa anggotanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai standar kompetensi di bidang yang mereka tekuni. Harapannya mereka dapat meningkatkan kepercayaan tempat kerja atau rekruter atas kualitas anggota mereka.
LSP P2 biasanya melayani sertifikasi untuk anggota mereka.
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 3
Berbeda dengan kedua Lembaga Sertifikasi Profesi sebelumnya, LSP Pihak Ketiga tidak terikat dengan institusi pendidikan atau asosiasi profesi tertentu. Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 3 menyediakan layanan untuk perorangan dan juga perusahaan dari berbagai sektor industri.
Fungsi utamanya adalah menyediakan pelatihan dan ujian sertifikasi yang tidak memihak alias netral, dan dengan harapan kredibilitasnya dapat lebih dipercaya. Jangkauan untuk pelatihan dari mereka biasanya lebih beragam.
Untuk rekap dari semua yang tadi dibahas, LSP P1 diperuntukkan bagi institusi pendidikan untuk memastikan lulusan mereka telah siap terjun ke dunia kerja. Kemudian LSP P2 lebih untuk meningkatkan kompetensi anggotanya sesuai bidang mereka. Terakhir LSP P3 ditujukan bagi siapapun atau perusahaan manapun dan mereka menonjolkan kredibilitas dan kenetralan.
Manfaat Sertifikat LSP
Manfaat dari memiliki sertifikat LSP sangat banyak, seperti:
Jalan mengembangkan keterampilan diri melalui pelatihan dan ujiannya
Menambah relasi dengan para Mentor
Pembeda dengan tenaga kerja lain yang tidak memilikinya
Menambah kesempatan naik jabatan karena keahlian sudah terverifikasi
Membuka lebih banyak peluang kerja
Selain manfaat manfaat di atas, ada lebih banyak manfaat lain yang menjadi petunjuk bahwa sertifikasi cukup penting untuk dimiliki.
Sertifikasi LSP Bayar Berapa?
Rentang harga untuk mendapatkan pelatihan dan uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi sangat beragam. Mulai dari jenis sertifikasi yang berbeda hingga cakupannya yang juga berbeda antar LSP. Untuk itu kamu dapat langsung menghubungi pihak LSP.
Namun kalau kita membahas rentang harga dari suatu LSP seperti di Kombas Digital Internasional, untuk Sertifikasi Digital Marketing ada di rentang Rp 5.900.000 – Rp 6.000.000. Untuk harga lebih pastinya, kamu bisa langsung menghubungi nomor di bawah ini:
Seperti yang kita ketahui, ada banyak jenis sertifikasi termasuk sertifikasi BNSP. Lembaga ini memang terlibat langsung dalam urusan sertifikasi di Indonesia, nah maka dari itu mari kita bahas lebih detail
Apa itu Sertifikasi BNSP?
Sertifikasi BNSP adalah bentuk pengakuan resmi kepada seseorang yang kemampuan dan pengetahuannya di bidang tertentu sudah memenuhi standar kompetensi. Pengakuan resmi ini biasanya berbentuk tertulis.
Apa itu BNSP?
BNSP atau kepanjangannya adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi ialah lembaga independen yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja dengan melalui pelatihan berbasis kompetensi. Misinya adalah menghasilkan dan mempermudah penciptaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar.
Sebagai lembaga yang memiliki wewenang sertifikasi personil, lembaga ini bertanggung jawab kepada Presiden.
LSP BNSP Apa Saja?
Pertama kita harus tau kalau LSP dan BNSP ialah 2 lembaga yang berbeda meskipun bergerak pada bidang yang sama. BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi ialah lembaga yang mengurus penerbitan sertifikasi dan juga regulasi nya. Sedangkan LSP adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang menjadi lembaga penguji seseorang untuk mendapatkan sertifikasi.
Bisa disebut LSP adalah perpanjangan tangan BNSP dalam proses pemberian sertifikat. LSP sesuai namanya bertugas untuk melaksanakan sertifikasi suatu profesi, juga LSP memiliki wewenang menerbitkan sertifikat namun harus sesuai ruang lingkupnya.
LSP juga dibagi menjadi 3 jenis. Ada LSP P1, LSP P2, dan LSP P3. Klasifikasi LSP ini dibedakan sesuai dengan lembaga yang membentuknya.
Peran LSP P1 pada Sertifikasi BNSP
LSP P1 atau disebut LSP Pihak Pertama merupakan LSP bentukan dari suatu lembaga pendidikan atau pelatihan. Lembaga pendidikan atau pelatihan tersebut bisa merupakan lembaga swasta, pemerintah, ataupun pelatihan kerja. Setelah selesai dibentuk LSP P1 punya wewenang untuk menerbitkan sertifikat sesuai rancangan yang sudah disetujui BNSP.
Tambahan juga, LSP ini memiliki hak untuk mengadakan program pelatihan yang sepaket dengan program ujian sertifikasi kompetensi. Pada program kerjanya LSP P1 dapat menggunakan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional) ataupun SKK khusus bergantung pada pemilihan LSP tersebut.
Peran LSP P2 pada Sertifikasi BNSP
LSP P2 yang juga disebut LSP Pihak Kedua sebenarnya tidak jauh berbeda dengan LSP P1, perbedaannya hanya pada pelaksanaan nya yang diadakan oleh pemerintah. Pelaksanaannya membutuhkan SKK khusus dari suatu lembaga sebagai landasan edukasi dan sertifikasi.
Dalam LSP ini program sertifikasi dibentuk oleh UPT atau kepanjangannya Unit Pelaksana Tugas. Kegiatan yang dilaksanakan juga bersandar pada SKKNI atau Kurikulum yang dipilih oleh LSP. Selanjutnya untuk Tempat Uji Kompetensi atau TUK dipilih di LSP yang lain.
Peran LSP P3 pada Sertifikasi BNSP
LSP Pihak Ketiga atau yang juga disebut LSP Umum adalah LSP yang dibentuk oleh suatu perkumpulan atau asosiasi baik asosiasi industri ataupun profesi. Dibandingkan dengan 2 LSP sebelumnya LSP ini cukup berbeda, perbedaan mendasarnya terletak pada konsep yang dimiliki dan digunakan oleh LSP ini
Dalam kasus 2 LSP sebelumnya pendidikan dan pelatihannya sudah termasuk dalam bagian uji kompetensi. Nah sedangkan untuk LSP P3 memiliki kewenangan untuk mengadakan program sertifikasi tanpa harus melalui program pendidikan dan pelatihan.
Jenis Jenis Sertifikat BNSP
BNSP mengeluarkan beberapa jenis sertifikat dengan kompetensi tertentu, diantaranya:
Sertifikat Kompetensi
Ini adalah sertifikat yang diterbitkan oleh LSK atau Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang paling umum diterbitkan. Sertifikat ini diberikan kepada seseorang yang telah lulus ujian kompetensi yang dirancang oleh LSK terkait.
Sertifikat Keahlian
Untuk yang satu ini ditujukan bagi kemampuan pada lingkup kerja yang lebih spesifik, seperti keterampilan mengoperasikan alat berat atau teknisi listrik.
Lisensi Berbasis Kompetensi
Khusus untuk profesi yang membutuhkan lisensi agar dapat melaksanakannya. Contohnya seperti Dokter, Insinyur, Guru, Dokter Gigi, Pengacara, dan lainnya.
Sertifikat BNSP Untuk Apa?
Sertifikat BNSP memiliki banyak sekali fungsi dan manfaat. Fungsinya dapat lebih spesifik jika kamu tertarik pada bidang yang memang membutuhkan lisensi seperti Dokter Gigi, Perawat, Dokter, Pengacara dan lainnya.
Sedangkan secara umum Sertifikat BNSP bisa sangat bermanfaat bagi pencari kerja maupun orang yang ingin menambah nilainya dalam dunia kerja.
Dengan memiliki Sertifikat BNSP kamu dapat lebih percaya diri karena kemampuan mu sudah diuji dan memenuhi standar kompetensi. Selain itu, sertifikat juga menjadi pembeda dengan kandidat lain yang tidak memiliki sertifikat. Ditambah lagi, selama pelatihan kamu akan dapat memperluas jaringan dan kemapuan dengan mempelajari berbagai persiapan sebelum ujian kompetensi.
Karyawan yang memiliki sertifikasi juga biasanya akan lebih mudah untuk naik jabatan karena dari mata perusahaan kamu sudah memenuhi kompetensi kompetensi tertentu dan layak untuk mendapatkan tanggung jawab lebih.
Jika dirangkum, manfaat sertifikat BNSP adalah:
Memenuhi syarat pekerjaan yang memerlukan lisensi
Menambah value atau nilai jual dalam persaingan dunia kerja
Menambah Kepercayaan Diri terhadap kemampuan diri sendiri
Memperluas jaringan dan pengembangan diri
Kesempatan untuk naik jabatan
Sertifikasi BNSP Bayar Berapa?
Untuk harganya bergantung pada level serta lembaga uji kompetensinya. Rentang harganya sangat bervariasi dari Rp. 2.500.000 hingga Rp. 7.500.000. Misalnya untuk harga pelatihan Sertifikasi Digital Marketing di Kombas berkisar antara Rp. 5.900.000 – Rp. 6.000.000.
Untuk harga lebih detail serta berbagai macam pelatihan lainnya, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Recent Comments