Sertifikasi Programmer cukup penting terutama karena saat ini perkembangan teknologi sangat cepat dan masif sehingga kebutuhan untuk programmer pun terus meningkat. Nah apa itu Sertifikasi Programmer dan bagaimana cara mendapatkannya?
Apa itu Programmer?
Programmer adalah orang yang bekerja dengan membuat sebuah program menggunakan bahasa pemrograman atau coding. Biasanya mereka berkaitan erat dengan perangkat lunak atau software.
Umumnya mereka membuat dan mengembangkan sebuah program seperti aplikasi, website, dan berbagai macam perangkat lunak lainnya. Mereka biasanya akan bekerja mulai dari mendesain program hingga pembuatannya bahkan sampai pemeliharaaan.
Ini dilakukan karena penggunaan bahasa pemrograman setiap orang berbeda beda jadi jika berganti pembuat kemungkinan besar pemrograman harus diulang dari awal.
Menjadi Programmer Harus Lulusan Apa?
Ada banyak jurusan yang dapat menambah kesiapan seseorang untuk menjadi programmer, seperti:
1. Teknik Informatika
Ini merupakan salah satu jurusan paling cocok karena di dalamnya akan diajari berbagai hal yang berkaitan dengan pemrograman. Hal hal yang dipelajari tersebut adalah seperti Jaringan Komputer, Dasar Dasar Matematika dan Fisika yang mengutamakan logika, software engineering, dan lainnya.
2. Ilmu Komputer
Jurusan Ilmu Komputer akan mempelajari pemahaman mengenai perancangan bahasa pemrograman, juga perancangan perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware), serta struktur data. Selain itu juga ada pemahaman mengenai ilmu matematika dan ilmiah yang selaras dengan logika komputer.
3. Teknologi Informasi
Dalam jurusan Teknologi Informasi akan mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan data. Contohnya seperti distribusi data dan pengamanannya. Selain itu ada juga pembelajaran yang berkaitan dengan manajemen database dan cyber security serta desain sistem informasi.
Ada berbagai macam jurusan lainnya yang juga cocok untuk menjadi seorang programmer. Namun yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar dan konsisten mengembangkan diri karena teknologi terus berkambang dengan cepat.
Lulusan jurusan tertentu memang lebih diuntungkan karena mereka sudah mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan pemrograman. Hasilnya mereka lebih familiar dengan pemrograman namun jika tidak terus mengasah kemampuan maka start yang bagus tadi tidak memberikan pengaruh besar di jangka panjangnya.
Programmer Harus Menguasai Apa?
Sama hal nya dengan pekerjaan lain, programmer juga harus menguasai beberapa hal seperti:
1. Bahasa Pemrograman
Sudah seharusnya seorang programmer menguasai bahasa pemrograman. Beberapa contohnya adalah seperti C++, HTML, Python, JavaScript, PHP, SQL. Setiap bahasa pemrograman tentunya memiliki fungsinya masing masing seperti HTML yang digunakan untuk menampilkan teks dan CSS yang digunakan untuk mempercantik tampilan web.
2. Pengetahuan mengenai Database
Seorang programmer harus mengetahui bagaimana cara kerja database untuk menyimpan dan mengambil data. Karena ada banyak sekali aplikasi dan website yang memiliki fitur mengumpulkan dan menyimpan data pengunjung. Contohnya seperti data akun yang digunakan oleh pengunjung untuk login.
3. Kemampuan desain web
Desain web pun tidak kalah pentingnya karena berkaitan dengan pengalaman pengguna atau user experience. Jika seorang programmer tidak begitu berpengalaman dalam desain web biasanya ia akan bekerja dalam tim, yang dimana ini bersangkutan dengan poin selanjutnya.
4. Bekerja dalam Tim
Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, programmer yang bekerja untuk perusahaan besar atau proyek besar biasanya akan bekerja dalam tim komplit untuk memastikan aplikasi atau website yang dihasilkan memenuhi target. Nah di sini kemampuan bekerja dalam tim sangat penting.
5. Penyelesaian Masalah
Problem Solving merupakan hal yang sangat penting bagi programmer karena mereka akan menemukan berbagai kendala baik pada internal programnya maupun eksternal. Karena pada dasarnya programming seperti memecahkan masalah.
Selain kemampuan kemampuan tadi, ada lagi berbagai soft skill dan hard skill yang wajib dimiliki oleh seorang programmer.
Apakah Belajar Programming itu Susah?
Belajar pemrograman bisa saja sulit dan bisa saja mudah, itu bergantung pada motivasi dan ketekunan seseorang. Semakin sering kita belajar maka akan semakin baik juga kemampuan kita, apalagi programming adalah bagian dari teknologi yang dimana perkembangannya sangat cepat.
Semakin kita giat belajar juga kita akan semakin mahir. Selain itu saat ini pembelajaran programmer yang gratis pun sudah banyak tersedia di platform sosial media dan instagram. Bahkan banyak juga artikel di Google yang memberi pembelajaran singkat terkait programming.
Berapa Biaya Sertifikasi Programmer?
Biaya sertifikasi programmer beragam tergantung pada tempat pelaksanaan ujian atau Lembaga Uji Kompetensi nya. Tidak mengherankan banyak orang ingin mengikuti pelatihan untuk Sertifikasi Programmer karena gajinya juga lumayan.
Nah untuk sedikit gambaran biaya sertifikasi programmer ada di kisaran Rp775.000 hingga Rp2.000.000. Harga tersebut bervariasi tergantung pada LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi nya. Jangan lupa untuk memilih LSP yang terpercaya dan sudah terverifikasi resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi Programmer di PT Kombas Digital Internasional
Seperti yang kita baca sebelumnya, penting untuk memilih tempat pelatihan yang terpercaya dan telah mendapat lisensi dari BNSP. Nah salah satu pilihan terbaiknya adalah PT Kombas Digital Internasional. Di PT Kombas Digital Internasional ada pelatihan untuk Junior Web Programmer dan Junior Mobile Programmer.
Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Content Creator menjadi penting karena saat ini Content Creator bukan hanya dilihat sebagai hobi pengisi waktu luang, tapi juga sesuatu yang dapat mendatangkan pundi pundi rupiah bahkan cukup banyak orang yang berhasil sukses karenanya. Nah bagaimana proses serta apa itu sertifikasi untuk konten kreator?
Apa itu Content Creator?
Pembuat Konten atau Content Creator adalah orang yang membuat konten yang berisi tulisan atau teks, gambar, suara, juga video, atau bahkan kombinasi dari berbagai elemen tadi hingga menjadi sebuah konten. Kalian mungkin sering melihatnya di berbagai sosial media serta saluran video.
Konten tersebut memiliki berbagai macam tujuan dan efektivitasnya bahkan sangat tinggi dan sudah terbukti di berbagai kesempatan. Tidak hanya digunakan sebagai media promosi barang atau properti. Pengunaan content juga ada pada acara acara besar seperti Pemilu dan Pilkada.
Pemerintah pun saat ini sangat sering menggunakan content content di sosial media untuk mempromosikan kebijakan baru. Jadi tidak hanya orang awam dan penjual atau pengusaha. Media tersebut juga digunakan oleh para politisi dan orang orang terkenal untuk mempromosikan kebijakan atau program mereka.
Sehingga setelah melihat berbagai hal tersebut, dapat kita simpulkan bahwa peluang karir Content Creator sangat baik bahkan permintaan nya semakin bertambah seiring banyaknya pengguna sosial media. Nah selanjutnya kita bahas mengenai pelatihan dan sertifikasinya.
Apa itu Pelatihan Content Creator?
Adalah pelatihan dalam membuat dan mengembangkan konten berupa tulisan, suara, gambar, atau video. Kemampuan yang dilatih berfokus pada hal hal yang membuat konten menjadi semakin menarik. Seperti editing video dan soal SEO (Search Engine Optimization) serta pemahaman algoritma dan trend yang sedang naik daun.
Proses ini bertujuan agar si pembuat konten dapat menghasilkan konten yang berkualitas dan juga paham mengenai alur serta proses pembuatan kontennya. Sehingga mereka dapat menghasilkan konten konten yang berpotensi untuk dikunjungi orang banyak
Jenis Jenis Content
Saat ini ada banyak sekali jenis jenis content yang digunakan, seperti:
Content Video
Merupakan media konten yang paling terkenal saat ini. Digunakan di banyak platform seperti Instagram, Twitter/X, Facebook, Youtube, dan Tiktok. Kemampuan mengedit sangat penting dalam hal ini.
Website
Tidak kalah populer karena penggunaan mesin pencarian seperti Google masih sangat sangat banyak digunakan. Website lebih didominasi oleh teks dan ditambah berbagai gambar. Penguasaan SEO (Search Engine Optimization) sangat penting untuk content writer.
Berapa Penghasilan dari Content Creator?
Dikutip dari beberapa website yang mencantumkan data penghasilan suatu pekerjaan, Content Creator pemula memiliki gaji di kisaran Rp3.250.000 hingga Rp5.750.000. Perlu diingat bahwa ini adalah gaji pemula, seiring bertambahnya pengalaman serta pengikut atau follower serta viewer maka gaji nya pun akan naik dengan pesat.
Bahkan untuk akun yang memiliki puluhan ribu pengikut bisa mendapatkan bayaran hingga jutaan per postingan. Itu belum dihitung dengan berbagai endorse atau partnership lainnya.
Masyarakat Indonesia juga cukup banyak menghabiskan waktu bermain media sosial sehingga ada banyak audiens potensial yang bisa dijangkau.
Apa Saja Skill yang Harus Dimiliki Content Creator
Menjadi Content Creator bukan hanya perihal membuat dan mengedit video atau artikel, ada berbagai macam skill skill penting yang harus dikuasai seperti:
Kreatifitas
Dengan memiliki kreatifitas, seorang pembuat konten dan menciptakan konten yang menarik serta unik. Kreatifitas juga menjadi modal utama dalam menciptakan branding yang unik agar dapat dikenali dengan mudah oleh orang orang.
Kemampuan Berkomunikasi yang Baik
Seorang content creator pasti akan sering berinteraksi dengan para viewer nya, maka komunikasi yang baik juga harus terwujud. Komunikasi yang baik dapat membuat viewer terhibur dan viewer juga dapat menangkap isi konten.
Bekerja Dalam Tim
Kemampuan bekerja dalam tim pun tidak kalah penting, apalagi ketika pengikut konten kita sudah cukup besar dan mengharuskan untuk bekerja bersama tim.
Disiplin dan Konsisten
Apapun pekerjaannya, disiplin pasti akan dibutuhkan begitu juga dengan konten kreator. Konsistensi pun sangat berpengaruh pada kesempatan apakah konten yang dihasilkan dapat menjangkau banyak audiens.
Kemampuan Analisis
Melakukan analisa data serta trend dan permintaan pasar pun sangat penting. Karena content creator cenderung akan mengikuti suatu hal yang sedang tren sehingga konten nya lebih mudah dijangkau banyak orang.
Penguasaan Software Editing
Skill yang satu ini akan sangat berpengaruh pada saat awal awal masa berkarir sebagai content creator. Karena biasanya content creator pemula akan mengedit content nya sendiri atau bekerja dalam tim kecil. Sehingga ada kemungkinan besar ia harus ikut dalam pengeditan video.
Manfaat Sertifikasi Content Creator
Setelah membahas skill skill yang harus dimiliki, sekarang kita bahas bagaimana cara mendapatkan skill skill tersebut?
Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pelatihan menjadi content creator. Pelatihan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri dan mempelajari skill yang dibutuhkan tapi juga ada ujian yang jika kita dinyatakan lulus maka kita akan diberi sertifikat resmi yang menambah value kita.
Berapa Biaya Sertifikasi Content Creator?
Biaya Pelatihan dan Sertifikasi Content Creator sangat beragam, tergantung pada Lembaga Uji Kompetensi mana yang kamu pilih. Kamu juga harus memilih lembaga uji kompetensi yang telah secara resmi diakui oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Jika kamu tertarik, kamu dapat menanyakan informasi lebih lanjut mengenai Sertifikasi Content Creator atau Sertifikasi Digital Marketing di PT Kombas Digital Internasional yang telah secara resmi diakui oleh BNSP. Kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Saat ini pekerjaan yang dilakukan dalam perkantoran semakin bertambah, hal ini juga membuat kepemilikan Sertifikasi Aplikasi Perkantoran menjadi cukup penting. Nah sebenarnya apa itu Sertifikasi Aplikasi Perkantoran?
Apa itu Sertifikasi Aplikasi Perkantoran?
Adalah sebuah pengakuan yang didapatkan melalui pelatihan dan juga ujian untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan aplikasi perkantoran.
Jika seseorang itu dinyatakan lolos, maka ia akan menerima sertifikat sebagai tanda pengakuan resmi bahwa ia memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memenuhi standar untuk menggunakan aplikasi perkantoran.
Apa itu Aplikasi Perkantoran?
Aplikasi perkantoran sesuai namanya adalah aplikasi aplikasi yang sering digunakan di lingkungan kerja kantoran. Aplikasi ini biasanya erat kaitannya dengan administrasi, analisis, serta berbagai pekerjaan yang sering dilakukan di lingkungan perkantoran. Apikasi aplikasi ini biasanya berfungsi untuk membuat, mengedit, dan menyimpan dokumen.
Terkadang aplikasi aplikasi ini juga digunakan pada instansi pendidikan karena di instansi pendidikan juga ada kegiatan seputar membuat dan mengolah dokumen.
Jadi, ini juga menjadi nilai manfaat tambahan untuk orang yang menguasai penggunaan aplikasi perkantoran.
Aplikasi Apa Saja yang Digunakan Dalam Dunia Perkantoran?
Menurut fungsinya aplikasi aplikasi ini terbagi menjadi beberapa macam seperti:
Aplikasi Pengolah Kata
Sesuai namanya, Aplikasi Pengolah Kata adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat dokumen yang memiliki banyak teks di dalamnya. Contohnya seperti laporan, dokumen perusahaan, surat, dan berbagai jenis dokumen teks lainnya. Contoh aplikasi pengolah kata:
1.Google Docs
Google Docs ini adalah aplikasi pengolah kata yang berasal dari Google. Google Docs memiliki layanan berbasis cloud, jadi teks kita akan tersimpan secara online namun ada syaratnya yaitu memiliki akun google atau gmail.
2.Microsoft Word
Sesuai namanya, Microsoft Word atau yang biasa disebut Word adalah aplikasi pengolah kata yang dibuat oleh Microsoft. Aplikasi ini mendukung pembuatan dokumen seperti surat dan juga tabel. Aplikasi ini cukup sering digunakan dalam pembuatan laporan serta makalah.
3.LibreOffice Writer
LibreOffice Writer pun sama seperti aplikasi aplikasi sebelumnya yang berfungsi untuk membuat dokumen yang memiliki unsur utama berupa teks. LibreOffice Writer juga mendukung dokumen berformat word sehingga cukup fleksibel.
Perlu diketahui meskipun setiap aplikasi di atas memiliki ciri khas masing masing, semua aplikasi tersebut mendukung pembuatan dokumen teks serta mendukung penambahan elemen lain seperti tabel, gambar, dan berbagai macam elemen lainnya yang bisa kamu coba secara langsung.
Aplikasi Pengolah Data
Aplikasi Pengolah Data digunakan untuk mengumpulkan data yang untuk selanjutnya akan dikalkulasi atau dianalisa.
1.Google Spreadsheet
Merupakan aplikasi olah data yang dibuat, dikembangkan, dan dirilis oleh Google. Aplikasi ini cukup terkenal untuk keperluan pengumpulan data atau membuat jadwal tertentu.
2.Microsoft Excel
Dibuat oleh Microsoft dan menjadi sangat populer terutama untuk tugas dan pekerjaan yang melibatkan perhitungan. Aplikasi ini memiliki berbagai jenis rumus yang dapat digunakan untuk berbagai jenis perhitungan.
Fakta menariknya adalah terdapat turnamen berskala global yang diadakan oleh Microsoft Excel. Para partisipannya akan beradu keterampilan di sana. Kembali ke pembahasan, Microsoft Excel sangat terkenal terutama bagi pekerjaan yang membutuhkan banyak perhitungan seperti Akuntan.
Aplikasi Presentasi
Digunakan untuk membuat presentasi yang menarik. Aplikasi presentasi tidak hanya populer digunakan oleh para pekerja tapi juga oleh para siswa dalam pembelajaran sehari hari. Aplikasi Presentasi digunakan untuk presentasi visual mengenai suatu projek, seminar, dan lainnya.
1.Google Slides
Slides ini dibuat oleh Google dan gratis. Google Slides juga memiliki fitur kolaborasi yang sangat membantu dalam mengerjakan presentasi dalam kelompok. Google Slides juga cocok untuk dibagikan secara daring seperti pada pertemuan online.
2.Microsoft Powerpoint
Powerpoint adalah aplikasi yang dibuat oleh Microsoft. Di dalamnya ada fitur langganan atau yang pro yang memiliki lebih banyak fitur tambahan. Powerpoint ini lebih cocok untuk presentasi yang lebih kompleks.
3.Canva
Aplikasi yang sangat menarik karena banyak digunakan oleh berbagai kalangan. Canva pun menyediakan banyak fitur seperti template yang dapat mempercepat pembuatan presentasi. Ada juga berbagai elemen grafis yang dapat langsung digunakan sehingga sangat memudahkan dalam pembuatan presentasi.
Canva juga memiliki fitur kolaborasi yang dapat mempermudah pembuatan presentasi kelompok.
Selain aplikasi aplikasi tadi, ada juga berbagai aplikasi lainnya yang digunakan di lingkungan perkantoran seperti Gmail, Microsoft Project, Adobe Photoshop, CorelDraw, dan lainnya.
Harga Sertifikasi Aplikasi Perkantoran
Nah ada berbagai macam jenis sertifikasi, ada yang diberikan oleh BNSP melalui lembaga pelatihan dan ada juga yang langsung diberikan oleh pembuat aplikasi.
Contohnya adalah Microsoft yang menyelenggarakan sertifikasi Microsoft Office Specialist, di Indonesia harganya bervariasi dari Rp4.500.000 hingga Rp5.000.000.
Kemudian untuk Sertifikasi Aplikasi Perkantoran yang diselenggarakan oleh BNSP, biayanya berkisar antara Rp2.500.000 sampai Rp5.500.000.
Kamu hanya perlu menyesuaikan sertifikasi apa yang ingin kamu ambil yang sesuai dengan kebutuhanmu. Selain sertifikasi tadi ada juga sertifikasi lain yang tak kalah penting seperti Sertifikasi Digital Marketing. Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Bahasa Jepang cukup penting terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan, atau memulai karir atau bahkan sampai menetap di Jepang. Nah bagaimana proses mendapatkan sertifikat beserta hal hal yang berkaitan dengannya?
Apa itu Sertifikasi Bahasa Jepang?
Sertifikasi adalah sebuah proses pengakuan resmi untuk kemampuan seseorang. Sertifikasi ini biasanya dilakukan dengan melalui proses pelatihan dan ujian, dan lama waktu pelatihan serta ujiannya juga berbeda beda tergantung pada sertifikasi apa yang diambil.
Setelah seseorang melalui pelatihan dan lolos ujian, mereka akan diberikan sertifikat yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki standar kompetensi atau memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup di bidang tertentu.
Nah itu artinya Sertifikat Bahasa Jepang ialah dokumen pengakuan resmi atas kemampuan Bahasa Jepang seseorang yang telah memenuhi suatu standar yang dibutuhkan atau perlu dicapai.
Apa Saja Tes Bahasa Jepang?
Ada beberapa jenis tes untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Jepang, nah selanjutnya kita akan membahas seputar hal ini.
JLPT
JLPT atau kepanjangannya Japanese Language Proficiency Test adalah tes Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang.
Lembaga pemerintahan Jepang yang menyelenggarakan tes ini ialah lembaga yang bernama Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services (JEES).
JEES atau Japan Educational Exchanges and Services sebelumnya bernama Association of International Education, Japan (Asosiasi Pendidikan Internasional, Jepang). Mereka telah beroperasi bahkan sejak tahun 1984. Begitu sejarah singkatnya.
JLPT diselenggarakan untuk menguji kemampuan Bahasa Jepang dari orang orang yang bukan merupakan penutur asli Bahasa Jepang. Mereka biasanya disebut non-native speaker.
Jika diselenggarakan di luar Jepang mereka akan bekerja sama dengan lembaga dari negara tersebut. Yang membuat JLPT unik adalah ia memiliki 5 level dari yang paling dasar N5 hingga paling mahir N1. Kita akan membahas lebih detail bagian ini nanti.
JFT
Kepanjangan dari JFT adalah Japan Foundation Test. Sesuai namanya, tes yang satu ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation dan dimulai sejak bulan April tahun 2019.
Sama dengan JLPT, tes ini juga diperuntukkan bagi orang orang asing yang bukan penutur asli bahasa Jepang. Tes ini mereka gunakan jika mereka memiliki niatan untuk pergi ke Jepang untuk bekerja atau menetap.
Tes ini bertujuan untuk mengukur apakah seseorang itu akan kesulitan dalam berkomunikasi sehari-hari serta apakah mereka akan kesulitan jika hidup di Jepang terutama karena kendala bahasa.
Untuk tes ini diselenggarakan dengan menampilkan soal melalui komputer atau yang kita sebut Computer Based Testing (CBT). Jadi peserta harus datang ke tempat tes diadakan.
Untuk lama durasi tes JFT-Basic adalah 60 menit. Soal soal yang disajikan terdiri dari 4 bagian yaitu:
Huruf dan Kosakata
Percakapan dan Ungkapan
Pendengaran
Pemahaman Bacaan
Berbeda dengan JLPT yang memiliki 5 level dari N5 sampai N1, JFT-Basic hanya memiliki satu level yaitu A2 yang disetarakan dengan N4 pada tes JLPT.
NAT-TEST
NAT-TEST merupakan singkatan dari Nihongo Ability Test. Tes ini diselenggarakan oleh pelaksana dari Senmon Kyoiku yang ada di Tokyo, Jepang.
Tes ini memiliki tingkat kesulitan atau level yang mirip dengan Tes JLPT, ada Level 5 untuk yang terbawah hingga Level 1 untuk yang tertinggi. Untuk isi materi dari ujiannya adalah Pengetahuan Bahasa yang mencakup Kosakata, Huruf, Tata Bahasa dan juga materi Bacaan dan Pendengaran.
Lama ujian untuk NAT-TEST adalah setengah hari dan ujiannya dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun. Tes ini juga dilakukan di luar Jepang melalui perwakilan panitia di masing-masing negara.
Nah hasil dari NAT-TEST ini bisa digunakan oleh para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang.
JLPT dan JFT Apa Bedanya?
Terdapat beberapa perbedaan signifikan antara JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan JFT (Japan Foundation Test):
Pertama – Tujuan. JLPT digunakan sebagai persyaratan studi hingga melamar kerja ke perusahaan Jepang, sementara JFT lebih kepada bekerja dan menetap di Jepang seperti status izin tinggal Pekerja Berketerampilan Spesifik.
Kedua – Level. JLPT memiliki lima level capaian yang secara berurutan dimulai dari N5, N4, N3, N2, hingga N1. Sementara itu, JFT hanya memiliki 1 level yaitu A2 yang setara dengan N4 JLPT.
Ketiga – Media Ujian. JLPT menggunakan Lembar Jawaban Optik, sedangkan JFT menggunakan Computer-Based Test atau CBT.
Keempat – Lama Ujian. Lama ujian JLPT berbeda beda tergantung dari levelnya. Kita akan membahas ini nanti, untuk JFT durasi nya 60 menit.
Kelima – Frekuensi Ujian. Ujian JLPT diselenggarakan 2 kali setahun, sedangkan JFT-Basic diselenggarakan 6 kali dalam setahun.
Tidak, kedua tes ini berbeda di aspek penyelenggara dimana NAT-TEST diselenggarakan oleh Senmon Kyoiku. Sedangkan JLPT diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services (JEES).
Meskipun ada persamaan seperti sama sama memiliki 5 level kesulitan atau capaian.
Berapa Biaya Sertifikasi Bahasa Jepang?
Untuk tes JLPT:
N5 kisaran Rp120.000
N4 kisaran Rp130.000
N3 kisaran Rp170.000
N2 kisaran Rp190.000
N1 kisaran Rp220.000
Untuk tes JFT-Basic A2 ada di kisaran Rp400.000
Nah itu tadi pembahasan kita mengenai Sertifikasi Bahasa Jepang. Jika kamu tertarik untuk mengikuti pelatihan Sertifikasi lain yang tidak kalah penting seperti Sertifikasi Digital Marketing, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Bahasa Inggris – Pada era dimana hampir seluruh teknologi menggunakan bahasa inggris, kemampuan bahasa inggris beserta sertifikasi nya pun menjadi cukup penting. Nah apa dan bagaimana sertifikasi bahasa inggris itu?
Apa itu Sertifikasi Bahasa Inggris?
Bisa kita sebut Sertifikasi Bahasa Inggris adalah pengakuan resmi berbentuk akta atau dokumen yang mengakui bahwa kemampuan Bahasa Inggris seseorang telah memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.
Cara mendapatkannya tentu saja dengan mengikuti ujian sertifikasi nya.
Sertifikasi Bahasa Inggris Apa Saja?
Ada banyak jenis tes untuk mendapatkan sertifikat Bahasa Inggris, berikut adalah jenis jenis tes yang akan kita bahas:
TOEIC
TOEIC atau kepanjangannya adalah Test of English for International Communication. Informasi lebih lanjutnya, tes ini cenderung lebih difokuskan untuk dunia kerja dan seringkali menjadi syarat utama bagi orang orang yang melamar ke perusahaan asing di Indonesia dan luar negeri.
Tes ini memiliki 2 jenis tes yaitu Listening-Reading dan Speaking-Writing. Untuk rata rata skornya akan berada di kisaran 10-990.
TOEFL
Test of English as a Foreign Language kepanjangannya. Tes ini diperuntukkan bagi mereka yang bukan penutur asli bahasa inggris atau yang disebut non-native speaker.
Jenis ini biasanya digunakan untuk mendaftar baik pekerjaan atau ke universitas yang berbahasa Inggris di Indonesia maupun di Amerika. Tes TOEFL ini menggunakan dasar American English.
Tes TOEFL terbagi lagi menjadi 4 jenis tes yaitu:
1. Computer-Based Test (CBT)
Seperti namanya tes ini dilakukan dengan menggunakan komputer yang ada di tempat tes. Jadi pesertanya harus datang langsung ke tempat tes. Perlu diperhatikan bahwa tes ini memiliki waktu pengerjaan sekitar 4 jam.
Peserta juga tidak dapat mengulang soal sebelumnya jika sampai tertinggal. Skor yang didapat dari tes ini ada di kisaran 30-300.
2. Paper-Based Test (PBT)
Tes ini merupakan jenis tes yang paling awal digunakan dalam sejarah tes TOEFL. Tes ini dilakukan dengan datang langsung ke tempat tes dilaksanakan untuk mengerjakan lembar soal yang telah dicetak.
Nah tes ini sendiri lebih sering diselenggarakan oleh tempat yang menyediakan kursus, institusi pendidikan, serta lembaga bahasa.
Lama waktu untuk tes ini adalah sekitar 3 jam dan diisi dengan tes Writing, Listening, Writing Comprehension, serta Structure & Written Expression. Skor yang didapat dari tes ini adalah sekitar 310 sampai 667.
3. Internet-Based Test (iBT)
Tes iBT memiliki susunan yang lengkap mulai dari kategori reading, listening, speaking, dan writing. Tes PBT dan CBT mulai tergantikan oleh tes ini semenjak kepopulerannya karena lebih simpel tanpa kategori structure.
Durasi tes ini berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam. Skor nya berkisar antara 0 sampai 120 dengan pembagian 30 poin untuk masing masing kategori (Reading, Listening, Speaking, Writing).
4. Institutional Testing Program (ITP)
ITP cukup unik karena soal soal yang digunakan mereferensikan soal internasional namun tidak sepenuhnya diakui secara internasional. Maksudnya adalah tidak semua institusi atau universitas menerima hasil tes ini.
Lama tes nya sekitar 5 jam dan skor nya berkisar antara 500 sampai 600.
IELTS
International English Language Testing System adalah tes yang ditujukan untuk non-native speaker dan kegunaan dari tes ini juga sangat luas. Mencakup tujuan pendidikan, pekerjaan, bahkan imigrasi.
Tes ini cocok untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, juga bagi mereka yang ingin memulai karir di luar negeri, serta bagi mereka yang ingin menetap di negara dengan bahasa inggris sebagai bahasa nasionalnya.
Durasinya 2 jam 45 menit dan skor nya berkisar 0 sampai 9.
Selain jenis tes yang kita bahas di atas ada juga beberapa jenis tes lainnya yang lebih spesifik untuk suatu tujuan tertentu.
Apa Bedanya IELTS dan TOEFL?
Meskipun keduanya adalah tes bahasa inggris, mereka memiliki beberapa perbedaan seperti:
TOEFL berfokus pada English American, sedangkan IELTS menggunakan baik English American dan English British.
TOEFL lebih ditujukan untuk lembaga pendidikan atau universitas di Amerika serta Kanada, IELTS digunakan untuk banyak tujuan di berbagai negara berbahasa Inggris.
Soal TOEFL didominasi oleh soal Pilihan Ganda, sedangkan IELTS lebih bervariasi (Pilihan Ganda, Essay singkat, dan lain lain).
Nilai Tes TOEFL berkisar 0 sampai 120, IELTS berkisar 0 sampai 9.
Ada berbagai perbedaan lainnya yang dapat kamu temukan, namun yang di atas adalah beberapa perbedaan paling mendasar dari kedua tes itu.
Berapa Biaya Sertifikasi Bahasa Inggris?
Biaya sertifikasi bahasa Inggris cukup berbeda tergantung jenis tesnya. Untuk tes TOEIC Listening-Reading ada di kisaran Rp675.000 dan untuk tes Speaking-Writing sekitar Rp1.455.000.
Untuk biaya sertifikasi TOEFL sendiri ada di sekitar angka Rp3.385.000. Sementara itu biaya tes sertifikasi IELTS ada di kisaran Rp3.000.000.
Sertifikat Bahasa Inggris Apa Yang Terbaik?
Semua tes bahasa Inggris tentunya tidak dapat dibandingkan begitu saja karena fungsi mereka pun berbeda beda. Kamu hanya perlu memastikan apa tujuan mu dan ikuti tes Bahasa Inggris yang sesuai dengan tujuanmu.
Misal, untuk tujuan berkuliah di Amerika atau Kanada kamu perlu mengikuti tes TOEFL. Sementara jika tujuanmu adalah untuk tinggal di negara berbahasa Inggris seperti Inggris,Australia, atau New Zealand maka ambil IELTS.
Jika kamu tertarik untuk mengetahui pelatihan dan sertifikasi lain yang tidak kalah penting seperti Sertifikasi Digital Marketing, kamu dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Sertifikasi Web Developer adalah pengakuan resmi yang diberikan kepada seorang Web Developer yang telah memenuhi standar kompetensi untuk menjadi pengembang web. Nah apa itu Web Developer dan bagaimana sertifikasi nya?
Apa itu Web Developer?
Web Developer adalah seseorang yang bekerja untuk menjadi pembuat, pengembang, dan pemelihara website. Tak jarang mereka juga ikut andil dalam pengembangan web saja alias web yang sebelumnya sudah dibuat namun belum disempurnakan. Cukup sering juga mereka mengurus lebih dari satu website dalam satu waktu.
Apa itu Sertifikat Web Developer?
Sertifikat Web Developer adalah pemberian akta atau pengakuan resmi bagi orang yang telah memenuhi standar kompetensi untuk menjadi Web Developer. Biasanya calon penerimanya harus mengikuti serangkaian pelatihan dan ujian kompetensi di LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi.
Apa itu LSP?
Sekarang kita akan sedikit membahas lembaga yang berwenang menyelenggarakan ujian untuk sertifikasinya. LSP atau kepanjangannya Lembaga Sertifikasi Profesi adalah terusan tangan dari BNSP. LSP yang telah memiliki lisensi dari BNSP dapat menyelenggarakan pelatihan serta ujian untuk mendapatkan sertifikat bagi mereka yang mengikutinya.
Apa itu BNSP?
Berbeda dengan LSP yang sebelumnya kita bahas, BNSP yang merupakan singkatan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini adalah lembaga yang memberikan lisensi kepada LSP. Mereka bertanggung jawab kepada presiden dan memiliki wewenang mengatur regulasi terkait pelatihan dan ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi di Indonesia.
Jadi singkatnya, BNSP adalah pihak yang memberikan wewenang kepada LSP untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian sertifikasi, dan LSP adalah pihak yang akan melaksanakan pelatihan dan ujiannya untuk peserta sertifikasi.
Web Developer Harus Kuliah Jurusan Apa?
Sekarang kita lanjut membahas seputar Web Developer. Nah yang akan kita bahas adalah jurusan kuliah yang cocok untuk web developer.
Teknik Informatika
Teknik Informatika selama kuliahnya memang banyak berfokus pada software atau perangkat lunak serta pengoperasiannya. Contohnya seperti struktur data, manajemen basis data, pemrograman web, dan arsitektur perangkat.
Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual memang berfokus pada desain suatu hal, namun karena inilah ia diperlukan. Lulusan DKV akan bekerja untuk mendesain tampilan web agar tidak hanya menarik tapi juga memberikan user experience yang menyenangkan.
Ilmu Komputer
Ilmu Komputer sangat berkaitan erat dengan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). Karena baik perangkat lunak dan perangkat keras menggunakan bahasa pemrograman maka lulusan Ilmu Komputer pasti akan cukup familiar dengan bahasa pemrograman.
Software Engineering
Jurusan ini cenderung lebih berfokus pada perangkat lunak. Detailnya, mereka akan mempelajari bagaimana cara mendesain program, kemudian membuatnya dan melakukan uji coba, hingga evaluasi.
Ada berbagai jurusan lain yang juga cocok untuk masuk ke bidang Web Developer. Bahkan mereka yang tidak mengenyam bangku kuliah pun bisa menjadi Web Developer, namun tentu saja dengan kuliah terutama pada jurusan yang sesuai dapat meningkatkan keahlian di bidang Web Developer.
Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengikuti kursus atau pelatihan dimbangi belajar otodidak dan mengikuti forum atau organisasi Web Developer untuk terus meningkatkan kemampuan.
Web Developer Harus Menguasai Apa?
Sama seperti bidang kerja lainnya, Web Developer pun harus memiliki skill tertentu untuk dapat memenuhi kebutuhan klien. Yang paling umum tentunya adalah skill coding dan memahami bahasa pemrograman. Kita akan membahas skill skill berikut:
Bahasa Pemrograman Dasar. Sudah sewajarnya seorang Web Developer memiliki pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk website seperti HTML untuk menginput teks dan CSS yang digunakan untuk mengatur visual yang akan ditampilkan.
Bahasa Pemrograman Lanjutan. JavaScript digunakan untuk membuat tampilan yang lebih menarik, PHP untuk form seperti bagian login dan sign-up, dan SQL untuk mengatur informasi dari pengunjung (database).
Library dan Framework. Dua tools ini digunakan untuk mempermudah proses programming. Library akan menyediakan fungsi dan kelas yang ditetapkan sedangkan Framework memberikan kerangka kerjanya.
Software Desain. Digunakan untuk membuat dan menyajikan prototipe website.
Kemampuan Analisis Sistem. Ini digunakan dalam mencapai hasil yang diinginkan dengan menganalisa apakah program yang dibuat berfungsi sesuai rencana.
Pemahaman Domain dan Database website
Web Developer Gaji Berapa?
Gaji seorang Web Developer sangatlah bervariasi tergantung dari project yang dikerjakan (Freelancer) serta ketentuan perusahaan, juga keterampilan serta pengalaman yang dimiliki. Di bawah ini adalah daftarnya:
Fresh Graduate ada di rentang Rp2.000.000 sampai Rp14.000.000.
Entry Level kisaran Rp2.500.000 hingga Rp.24.000.000
Mid Level yaitu Rp3.000.000 dan Rp.37.000.000.
Senior Level mulai dari Rp4.500.000 hingga Rp40.000.000.
Berapa Biaya Sertifikasi Web Developer
Sertifikasi Web Developer sangat bervariasi tergantung dari LSP yang dipilih, pastikan untuk memilih LSP yang jelas sudah terdaftar dan memiliki lisensi dari BNSP untuk mengadakan pelatihan.
Salah satu contoh LSP yang bisa kamu percayakan untuk menjadi penyelenggara pelatihan adalah PT Kombas Digital Internasional. Jika kamu tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh kamu dapat langsung menghubungi nomor di bawah ini:
Recent Comments